Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Turun Imbas Meningkatnya Produksi
Harga Minyak Turun Imbas Meningkatnya Produksi
Monday, 08 January 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0944

0.05%

GBPUSD

1.2719

0.06%

AUDUSD

0.6708

0.18%

NZDUSD

0.6240

0.11%

USDJPY

144.57

-0.04%

USDCHF

0.8495

-0.06%

USDCAD

1.3346

0.09%

GOLDUD

2042.96

0.05%

COFU

72.81

-0.21%

USD/IDR

15490

0.13%

Fokus Crude Oil:

  • Produksi minyak oleh OPEC meningkat
  • Data produksi rig Amerika

***************************************************************

Senin, 8 Januari 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau menurun ke angka $72, turunnya minyak pada hari ini disebabkan oleh produksi minyak OPEC yang mengalami kenaikan dari sebelumnya. Turut membebani harga minyak produksi rig minyak Amerika mengalami kenaikan.

Produksi minyak oleh OPEC mengalami peningkatan sebanyak 70.000 barel per hari pada bulan Desember, saat ini mencapai total 27,88 juta barel per hari, menurut sumber dari reuters. Peningkatan ini memicu respons dari Arab Saudi, yang pada hari Minggu (7/1) memotong harga jual resmi (OSP) minyak mentah Arab Light ke Asia. Langkah ini diambil dalam upaya bersaing dengan produsen pesaing dan menyesuaikan dengan meningkatnya pasokan global.

Turut membebani harga minyak, pertumbuhan produksi minyak juga terlihat di Amerika Serikat, dengan penambahan satu rig minyak yang mencapai total 501 rig, seperti yang dilaporkan oleh Baker Hughes. Peningkatan aktivitas rig ini di AS memberikan tekanan tambahan pada harga minyak global, menyebabkan penurunan. Dengan persaingan yang semakin ketat dan pasokan yang melimpah, pasar minyak menghadapi fluktuatif harga pada pasar dunia saat ini.

Sentimen positif dilihat dari konflik geopolitik di Timur-Tengah kini ddapat berdampak terhadap harga minyak dunia. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, yang tengah berada di kawasan tersebut, memperingatkan bahwa konflik di Gaza berpotensi menyebar ke seluruh wilayah tanpa upaya perdamaian bersama. Hal ini di tambahkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang mengatakan akan melanjutkan perang hingga Hamas dilenyapkan, ketegangan tersebut telah menciptakan ketidakpastian di pasar minyak.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

All Day 

USD - No Data 

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788