| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0563 | -0.07% |
GBPUSD | 1.2703 | -0.08% |
AUDUSD | 0.6487 | -0.06% |
NZDUSD | 0.5879 | -0.12% |
USDJPY | 155.45 | 0.26% |
USDCHF | 0.8854 | 0.11% |
USDCAD | 1.3995 | 0.04% |
GOLDUD | 2573.76 | -0.41% |
COFU | 68.13 | -0.10% |
USD/IDR | 15795 | 0.28% |
Kamis, 14 November 2024 – Harga minyak melemah pada pagi ini ke level $68.13 per barel ditengah ekspektasi peningkatan produksi global dan proyeksi pertumbuhan permintaan yang rendah serta penguatan Dolar AS turut menekan harga, membuat minyak lebih mahal bagi pembeli di luar AS.
Badan Informasi Energi AS (EIA) memperkirakan produksi minyak di Amerika Serikat akan mencapai rata-rata 13,23 juta barel per hari tahun ini, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya dan mencetak rekor baru. Selain itu, produksi global untuk 2024 diproyeksikan meningkat menjadi 102,6 juta barel per hari. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) sendiri telah menurunkan estimasi pertumbuhan permintaan minyak global menjadi 1,82 juta barel per hari akibat rendahnya permintaan dari negara-negara seperti Tiongkok dan India.
Di sisi pasokan minyak mentah, laporan mingguan American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa stok minyak mentah turun pada minggu lalu. Stok minyak mentah di Amerika Serikat untuk pekan yang berakhir 8 November turun 777.000 barel, dibandingkan dengan kenaikan 3,132 juta barel pada pekan sebelumnya. Konsensus pasar memperkirakan bahwa stok akan naik 1 juta barel. Fokus pasar saat ini menunggu laporan pasar minyak Badan Energi Internasional, yang akan dirilis hari ini, dan data stok minyak mentah dan produk EIA AS untuk isyarat perdagangan lebih lanjut.
Di sisi lain, dolar AS yang melanjutkan penguatannya setelah data inflasi AS dirilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS menunjukkan inflasi umum lebih tinggi di bulan Oktober, meskipun semua angkanya sesuai dengan prakiraan para pasar, IHK umum AS secara tahunan naik 2,6% di bulan Oktober dari 2,4% di bulan sebelumnya. Sementara itu, IHK inti AS naik 3,3% di bulan Oktober, dari bulan sebelumnya dan perkiraan pasar pada 3,3%. Hal ini turut menahan kenaikan harga minyak. Dengan minyak yang dihargai dalam dolar, penguatan mata uang ini membuat harga minyak semakin mahal bagi pembeli internasional, yang pada akhirnya dikhawatirkan dapat mengurangi permintaan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60.50 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
1:00 | USA- FOMC Member Musalem Speaks | - | - | - |
1:00 | USA - FOMC Member Schmid Speaks | - | - | - |
1:00 | USA - Federal Budget Balance | -257.5B | -226.4B | 64.3B |
4:30 | USA - API Crude Oil Stock Change | 0.77M | 1M | 3.13M |
20:30 | USA - Core PPI m/m | - | 0.3% | 0.2% |
20:30 | USA - PPI m/m | - | 0.2% | 0.0% |
20:30 | USA - Unemployment Claims | - | 224K | 221K |
21:00 | USA - FOMC Member Barkin Speaks | - | - | - |
23:00 | USA - EIA Crude Oil Stock Change | - | 1M | 2.14M |