Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Terpukul Oleh Suramnya Ekonomi China
Harga Minyak Terpukul Oleh Suramnya Ekonomi China
Monday, 02 September 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.10450

-0.05%

GBPUSD

1.31190

-0.07%

AUDUSD

0.67620

-0.04%

NZDUSD

0.62440

-0.19%

USDJPY

146.180

0.04%

USDCHF

0.84940

0.12%

USDCAD

1.34880

0.07%

GOLDUD

2,501.610

-0.32%

COFU

73.53

-0.64%

USD/IDR

15,460

0.52%

Fokus Crude Oil:

  • Aktivitas manufaktur China merosot ke level terendah dalam enam bulan pada bulan Agustus, ungkap survei resmi terbaru.
  • Produksi minyak Libya yang dihentikan telah dilanjutkan kembali hingga 120.000 bph, kata teknisi pada hari Minggu.

***********************************************************

Senin, 02 September 2024 - Harga minyak terpantau bergerak pada tren bearish pagi ini di tengah berlangsungnya libur perayaan Hari Buruh di AS. Suramnya data ekonomi terbaru China, sinyal kembali pulihnya produksi minyak Libya, dan desakan agar gencatan senjata Gaza dapat segera tercapai, menjadi katalis utama yang membebani harga minyak.

Aktivitas manufaktur China bulan Agustus merosot turun ke 49,1 dari 49,4 pada bulan Juli, yang sekaligus merupakan level terendah dalam enam bulan, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional pada hari Sabtu. Laporan itu mengindikasikan diperlukannya lebih banyak stimulus baru dari pemerintah untuk dapat memulihkan kembali momentum ekonomi yang lemah di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Masih dari China, harga rumah baru di 100 kota naik tipis sebesar 0,11% pada bulan Agustus, melambat dari kenaikan 0,13% pada bulan sebelumnya, ungkap survei terbaru yang dirilis hari Minggu oleh peneliti properti China Index Academy. Survei tersebut menunjukkan bahwa sektor properti masih belum sepenuhnya pulih, meskipun pembuat kebijakan telah meluncurkan serangkaian stimulus untuk meningkatkan likuiditas.

Sentimen negatif lainnya datang dari meredanya kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut pada produksi minyak Libya pasca tiga ladang minyak diperintahkan oleh pihak operator, Arabian Gulf Oil Company, untuk melanjutkan produksi guna memenuhi kebutuhan domestik, walaupun untuk penjualan tujuan ekspor masih dihentikan. Secara total, produksi dari ladang minyak Sarir, Messla, dan Nafoura, telah melanjutkan produksi hingga 120.000 bph, kata para teknisi pada hari Minggu.

Sementara itu, beberapa anggota parlemen Demokrat AS pada hari Minggu menyerukan agar gencatan senjata Gaza untuk dicapai segera, agar memungkinkan semua sandera yang tersisa dibebaskan. Seruan tersebut dipicu oleh tewasnya enam sandera di terowongan bawah Gaza, yang salah satunya adalah Hersh Goldberg-Polin, warga negara Israel-AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

All Day

USA - Labor Day

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788