| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0784 | 0.05% |
GBPUSD | 1.2740 | 0.06% |
AUDUSD | 0.6704 | 0.16% |
NZDUSD | 0.6099 | 0.16% |
USDJPY | 161.68 | -0.19% |
USDCHF | 0.9009 | -0.02% |
USDCAD | 1.3635 | -0.04% |
GOLDUD | 2353.32 | 0.28% |
COFU | 83.60 | -0.29% |
USD/IDR | 16310 | 0.15% |
Kamis, 4 Juli 2024 – Harga minyak mengalami penurunan pada pagi ini ke level $83.60 per barel ditengah penurunan stok minyak mentah AS lebih besar dari perkiraan serta ekspor minyak mentah AS ke wilayah Eropa yang melambat.
Di sisi pasokan minyak mentah, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan penurunan penyimpanan minyak mentah sebesar 12,2 juta barel pada minggu lalu, lebih besar dari perkiraan para pelaku pasar sebesar 680.000 barel. Selain itu terdapat potensi gangguan pasokan akibat Badai Beryl, meskipun kekhawatiran mereda setelah Pusat Badai Nasional AS mengatakan badai tersebut diperkirakan memasuki Teluk Meksiko minggu ini. Dampak hujan dan angin masih dapat mengganggu produksi minyak lepas pantai Meksiko serta infrastruktur ekspornya dan memperketat pasokan, kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates.
Turut menekan harga minyak, dalam berita yang beredar Pengiriman minyak mentah AS menuju Eropa turun ke level terendah dalam dua tahun pada bulan Juni karena pembeli Eropa membeli minyak regional dan Afrika Barat yang lebih murah, menurut pada pedagang. Harga minyak mentah Afrika Barat menjadi lebih murah di bulan Mei akibat kelebihan pasokan, setelah eksportir minyak mentah terbesar di Afrika, Nigeria, pada bulan April kesulitan menurunkan kargo untuk pemuatan di bulan Mei, sehingga mendorong beberapa penjual untuk mengurangi penawaran. Ekspor minyak mentah AS ke Eropa melambat menjadi 1,45 juta barel per hari (bph) pada bulan lalu, angka ini menjadi yang terendah sejak Juli 2022, menurut data dari perusahaan pelacakan kapal Kpler.
Di sisi data ekonomi AS pada hari Rabu menunjukan permohonan tunjangan pengangguran AS meningkat pada minggu lalu. Secara terpisah, laporan Ketenagakerjaan ADP menunjukkan gaji swasta meningkat sebesar 150.000 pekerjaan pada bulan Juni, di bawah konsensus yang memperkirakan peningkatan sebesar 160.000, dan setelah meningkat sebesar 157.000 pada bulan Mei.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78.50 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
1:00 | USA- FOMC Meeting Minutes | - | - | - | |||||
All Day | USA - Bank Holiday | - | - | - | |||||