Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Naik, Akibat Penurunan Ekspor Rusia dan Serangan Houthi di Laut Merah
Harga Minyak Naik, Akibat Penurunan Ekspor Rusia dan Serangan Houthi di Laut Merah
Monday, 18 December 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0901

-0.07%

GBPUSD

1.2675

0.06%

AUDUSD

0.6691

0.27%

NZDUSD

0.6175

0.84%

USDJPY

142.14

0.02%

USDCHF

0.8697

0.03%

USDCAD

1.3364

0.12%

GOLDUD

2018.99

-0.04%

COFU 

72.04

0.36%

USD/IDR

15520

0.13%

Fokus Crude Oil:

  • Penurunan ekspor oleh Rusia
  • Serangan Houthi di Laut Merah

***************************************************************

Senin, 18 Desember 2023 - Harga minyak pada pembukaan pekan pagi ini terpantau menguat hal ini disebabkan oleh penurunan ekspor oleh Rusia sebagai langkah pengurangan produksi sukarela. Selain itu, ketegangan di Laut Merah turut mendukung harga minyak.

Harga minyak dunia kembali melonjak akibat Rusia mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka akan mengurangi ekspor minyak pada bulan Desember, dengan estimasi mencapai 50.000 barel per hari atau lebih. Langkah ini diambil sebagai komitmen perjanjian pemotongan sukarela oleh OPEC dan upaya untuk menstabilkan harga minyak.

Turut mendukung naiknya harga minyak, ketegangan di Laut Merah semakin meningkat akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Houthi terhadap kapal-kapal di Selat Bab El Mandeb. Kejadian ini meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak, terutama karena Bab al-Mandab merupakan rute vital bagi pengiriman minyak mentah dan bahan bakar dari Teluk ke arah barat menuju Mediterania atau ke arah timur menuju Asia. Sebagai respons terhadap ketegangan ini, empat perusahaan pelayaran terbesar di dunia, yaitu MSC, Maersk, Hapag-Lloyd, dan CMA CGM, telah mengumumkan penangguhan sementara semua perjalanan melalui Laut Merah. Direktur Red Sea Shipping Ltd, Kfir Magen mengatakan bahwa langkah lain untuk tidak melalui Laut Merah adalah dengan melewati  Tanjung Harapan di Afrika Selatan, tetapi hal ini akan menambah waktu dan biaya operasional bagi kapal-kapal komersial. 

Dari sisi ekonomi, survei manufaktur Federal Reserve Bank di New York (15/12) mengindikasikan penurunan sebesar 14.5 yang sebelumnya di angka 9.1. Hal ini memicu kekhawatiran terkait potensi melemahnya permintaan minyak di tahun mendatang. Penurunan tersebut sejalan dengan berita bahwa jumlah rig minyak AS turun 2 menjadi 501, sementara jumlah rig minyak dan gas turun 3 menjadi 623 rig.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USD - NAHB Housing Market Index 

-

36

34

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788