Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Merosot Tertekan Sinyal Melesunya Ekonomi China
Harga Minyak Merosot Tertekan Sinyal Melesunya Ekonomi China
Monday, 16 December 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.04960

0.25%

GBPUSD

1.26090

0.21%

AUDUSD

0.63500

0.31%

NZDUSD

0.57690

0.09%

USDJPY

153.610

0.19%

USDCHF

0.89240

-0.18%

USDCAD

1.42310

-0.09%

GOLDUD

2,648.730

0.16%

COFU

71.44

-0.53%

USD/IDR

15,980

0.22%

Fokus Crude Oil:

  • Harga rumah baru di China turun pada laju paling lambat dalam 17 bulan pada bulan November.
  • The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat poin pada pertemuan 17-18 Desember.

***********************************************************

Senin, 16 Desember 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen pasca rilisnya data ekonomi terbaru China yang mengisyaratkan masih diperlukannya banyak stimulus lebih lanjut.

Harga rumah baru di China turun 0,1% pada bulan November, yang sekaligus menandai laju paling lambat dalam 17 bulan, ungkap data terbaru yang dirilis Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Senin. Para pembuat kebijakan dalam beberapa bulan terakhir telah meluncurkan sejumlah stimulus untuk mendorong pembelian rumah di China termasuk pemotongan suku bunga hipotek dan rasio pembayaran awal minimum, serta insentif pajak untuk menurunkan biaya transaksi perumahan. Data penurunan harga rumah tersebut mengindikasikan pertumbuhan ekonomi yang masih tertekan.

Masih dari China, data penjualan ritel tumbuh sebesar 3% pada bulan November, turun dari kenaikan 4,8% pada bulan Oktober, kata juru bicara NBS Fu Linghui pada hari Senin. Pertumbuhan tersebut jauh di bawah perkiraan pasar sebesar 4,6% yang mengindikasikan masih dibutuhkan banyak stimulus yang jauh lebih agresif dari pembuat kebijakan di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu, di tengah persiapan menghadapi lebih banyak tekanan tarif perdagangan AS di bawah pemerintahan Trump.

Sementara itu, bank sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga seperempat poin persentase pada pertemuannya tanggal 17-18 Desember, dan juga memberikan proyeksi terkini tentang seberapa jauh The Fed akan memangkas suku bunga pada tahun 2025, atau mungkin hingga tahun 2026, ungkap sumber yang dikutip Reuters. Pandangan optimis tersebut dipicu oleh data ekonomi terbaru yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang sehat, dengan ekspektasi tingkat pengangguran di bawah level 4,4% pada akhir tahun, sesuai target para pembuat kebijakan dalam proyeksi bulan September.

Dari Timur Tengah, Menteri Pertahanan Turki Yasar Guler pada hari Minggu menyatakan bahwa Turki siap memberikan dukungan yang diperlukan kepada pemerintah baru Suriah jika diminta, termasuk bantuan seperti pemberian pelatihan militer. Diperkirakan Turki akan menempatkan beberapa ribu tentara di kota-kota termasuk Afrin, Azez, dan Jarablus di Suriah barat laut serta Ras al Ain dan Tel Abyad di timur laut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - NY Empire State Manufacturing Index

 

6.4

31.2

21:45

USA - S&P Global Manufacturing PMI Flash

 

49.4

49.7

21:45

USA - S&P Global Services PMI Flash

 

55.7

56.1

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788