Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Merosot, Dampak Rencana Pemotongan Produksi Sukarela
Harga Minyak Merosot, Dampak Rencana Pemotongan Produksi Sukarela
Tuesday, 05 December 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0834

-0.04%

GBPUSD

1.2627

-0.02%

AUDUSD

0.6619

-0.08%

NZDUSD

0.6164

-0.06%

USDJPY

147.16

0.05%

USDCHF

0.8723

0.03%

USDCAD

1.3534

0.13%

GOLDUD

2029.89

-0.20%

COFU 

73.38

-0.37%

USD/IDR

15480

0.19%

Fokus Crude Oil:

  • Rencana OPEC+ pemotongan sukarela
  • Ketegangan Israel dan Hamas kembali mamanas

***************************************************************

Selasa, 5 Desember 2023 - Pergerakan minyak mentah pada pagi ini masih mengalami penurunan disebabkan oleh keraguan pasar terkait rencana pengurangan pasokan sukarela oleh OPEC+.

Rencana pemotongan produksi OPEC+ yang bersifat sukarela menjadi perhatian. Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan dalam wawancaranya (30/11), bahwa ia memperkirakan OPEC dan sekutunya akan melakukan pengurangan produksi minyak mentah sebesar 2,2 juta barrel. 

Dari Rusia, ekspor lintas laut yang dilakukan bulan November meningkat seiring dengan dicabutnya larangan ekspor (4/12). Menurut data data yang beredar hal ini menghasilkan dampak pada produksi yang meningkat dan memberikan dorongan ekspor solar dan gas oil yang melonjak sebanyak 8,5% dibanding dengan bulan sebelumnya yang mencapai 2,8 juta ton. Hal ini membuat kontradiktif dengan apa yang OPEC rencanakan terkait pemotongan sukarela pada pertemuan November lalu.

Sementara itu, ketegangan antara Israel dan Hamas kembali meningkat setelah Israel menemukan 800 persembunyian milik Hamas. Hal ini memicu serangkaian serangan udara dan roket yang saling bertukar sejak gencatan senjata berhenti. Tindakan ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak, terutama setelah terjadi tiga serangan terhadap kapal komersial di Laut Merah oleh Houthi. Kekhawatiran terkait stabilitas geopolitik di Timur Tengah akan menjadi faktor penentu harga minyak dalam waktu dekat.

Sentimen positif lain datang dari China, dimana data terbaru dirilis oleh Caixin menunjukkan adanya peningkatan pada indeks pembelian manufaktur, mencapai angka 50.7 dibandingkan dengan periode sebelumnya. Angka ini mengindikasikan adanya ekspansi yang berlangsung dalam sektor manufaktur, menandakan pertumbuhan ekonomi yang mulai positif. 

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:45

USD - Final Services PMI

-

50.8

50.8

22:00

USD - ISM Services PMI

-

52.2

51.8

22:00

USD - JOLTS Job Openings

-

9.31M

9.55M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788