Indikator Harga
| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0938 | 0.14% |
GBPUSD | 1.2505 | 0.18% |
AUDUSD | 0.6554 | 0.26% |
NZDUSD | 0.6034 | 0.41% |
USDJPY | 148.36 | -0.28% |
USDCHF | 0.8848 | -0.17% |
USDCAD | 1.3724 | -0.08% |
GOLDUD | 1977.29 | 0.74% |
COFU | 77.65 | 0.19% |
USD/IDR | 15385 | 0.16% |
Rabu, 22 November 2023 - harga minyak dunia pagi ini menurun seharga $77,55 per barel. Kondisi ini disebabkan karena spekulasi intensif yang dilakukan oleh OPEC terkait kemungkinan pengurangan produksi minyak.
Pasar minyak dunia saat ini berada dalam tekanan akibat stok yang meningkat dan harga yang terus menurun. Data terbaru dari American Petroleum Institute pada hari ini mencatat peningkatan stok minyak mentah AS sebesar 9.047M barel pada pekan yang berakhir 17 November dari angka sebelumnya sebesar 1,335M barel. Stok minyak mentah AS yang lebih tinggi kembali menekan harga minyak mentah, dimana pada sebelumnya Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen memproyeksikan pembatasan pasokan. Selain itu, dalam berita yang beredar, pada hari Senin tiga sumber OPEC mengatakan kelompok produsen minyak tersebut bermaksud untuk mendiskusikan pembatasan suplai minyak lebih lanjut saat mereka bertemu pada tanggal 26 November.
Disisi lain, hasil pertemuan FOMC AS tadi malam menggambarkan sikap hati-hati terkait keputusan suku bunga. Fokus utama tertuju pada inflasi yang melambat, khususnya pada bulan Oktober yang tidak menunjukkan kenaikan harga konsumen. Meskipun risiko terhadap inflasi diakui, pejabat Fed menyatakan sedikit keinginan untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Meskipun tidak memberikan petunjuk tentang pembahasan pemotongan suku bunga, pasar menginterpretasikannya dengan mengestimasi kemungkinan pemotongan suku bunga pada tahun 2024
Sementara itu persiapan pertemuan OPEC yang dijadwalkan pada hari Minggu mendatang akan menjadi momentum penting, di mana kelompok produsen kemungkinan akan membahas opsi pengurangan pasokan yang lebih dalam, bahkan OPEC berpotensi mempertimbangkan perpanjangan atau bahkan menguatkan kebijakan pengurangan pasokan minyak hingga tahun depan sebagai respon terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi global.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78.56 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76.31 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:30 | API Crude Oil Stock Change | 9.047 | 1.467 | 1.335M |
20:30 | FOMC Minutes | |||
20:30 | Durable Goods Mom | -3.1% | 4.7% | |
22:00 | Michigan Consumer Sentiment Final | 60.5 | 63.8 | |
22:30 | EIA Crude Stocks Change | 3.592M |