Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Mentah Menguat, Pasar Fokus pada Ketatnya Pasokan Global
Harga Minyak Mentah Menguat, Pasar Fokus pada Ketatnya Pasokan Global
Tuesday, 14 January 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0271

-0.27%

GBPUSD

1.2251

-0.43%

AUDUSD

0.6176

0.29%

NZDUSD

0.5595

-0.34%

USDJPY

157.19

0.41%

USDCHF

0.9155

0.33%

USDCAD

1.4346

0.26%

COFU

78.62

0.42%

GOLDUD

2670.2

-0.39%

USD/IDR

16236

0.24%

Fokus Crude Oil:

  • Sanksi AS terhadap Rusia
  • Data ekonomi China positif dukung kenaikan minyak

***********************************************************

Selasa, 14 Januari 2025 - Harga minyak mentah global mengalami penguatan pada Selasa, melanjutkan kenaikan dari hari sebelumnya. Minyak mentah Brent diperdagangkan di level $80,79 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik ke $78,66 per barel. Penguatan ini didorong oleh sanksi baru pemerintah AS terhadap perusahaan minyak Rusia, seperti Gazprom Neft dan Surgutneftegas, serta 183 kapal tanker yang tergabung dalam "shadow fleet" Rusia. Sanksi ini diperkirakan dapat memangkas pasokan global hingga 700.000 barel per hari, menciptakan tekanan pada keseimbangan pasar di tengah ekspektasi berlanjutnya pemangkasan produksi OPEC+.

China, sebagai konsumen minyak terbesar kedua di dunia, memberikan sinyal positif bagi pasar minyak melalui data ekonomi yang kuat. Pada Desember 2024, surplus perdagangan China mencapai rekor tertinggi $990 miliar, didukung oleh lonjakan ekspor dan impor. Data ini memberikan harapan peningkatan permintaan minyak dari negara tersebut. Di sisi lain, pasar juga masih mencermati penguatan Dolar AS, yang didorong oleh laporan ketenagakerjaan yang solid di AS. Meskipun penguatan Dolar AS dapat membatasi kenaikan harga minyak, kekhawatiran terhadap pengetatan pasokan tetap menjadi pendorong utama kenaikan harga.

Para analis memproyeksikan harga minyak akan terus berada di tren positif dalam waktu dekat. Goldman Sachs memperkirakan harga Brent dapat mencapai $85 per barel jika tekanan pasokan semakin kuat, terutama jika produksi Rusia dan Iran turun secara bersamaan. Dengan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, seperti sanksi tambahan terhadap Rusia dan tekanan Uni Eropa untuk menurunkan batas harga minyak Rusia, volatilitas pasar minyak diperkirakan akan tetap tinggi, memberikan peluang strategis bagi para pelaku pasar.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

Tentative

CNY

New Loans

-

890B

580B

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

7.3%

7.1%

8:30pm

USD

Core PPI m/m

-

0.2%

0.2%

8:30pm

USD

PPI m/m

-

0.004

0.4%

10:00pm

USD

FOMC Member Schmid Speaks

-

-

-

Tentative

USD

RCM/TIPP Economic Optimism

-

55.1

54.0

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788