Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Meningkat Terdorong Oleh Risiko Geopolitik dan Stimulus Tiongkok
Harga Minyak Meningkat Terdorong Oleh Risiko Geopolitik dan Stimulus Tiongkok
Tuesday, 10 December 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0554

-0.04%

GBPUSD

1.2749

-0.02%

AUDUSD

0.6439

-0.22%

NZDUSD

0.5864

-0.26%

USDJPY

151.15

0.03%

USDCHF

0.8786

0.05%

USDCAD

1.4168

0.03%

GOLDUD

2658.78

0.35%

COFU 

68.19

0.09%

USD/IDR

15835

0.13%

Fokus Crude Oil:

  • Ketegangan geopolitik Timur Tengah akibat pergantian rezim di Suriah.
  • Komitmen Tiongkok dalam memberikan stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

***********************************************************

Selasa, 10 Desember 2024 – Harga minyak menguat pada pagi ini ke level $68.19 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah kejatuhan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan janji Tiongkok untuk melonggarkan kebijakan moneter guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dalam berita yang beredar, penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad menciptakan ketidakpastian baru di kawasan Timur Tengah. Meski Suriah bukan produsen minyak utama, posisinya yang strategis dan hubungannya dengan Rusia dan Iran berpotensi meningkatkan ketidakstabilan regional. Pemberontakan di negara tersebut menandai akhir dari perang saudara selama 13 tahun dan dinasti Assad yang berkuasa lebih dari lima dekade.

Di sisi lain, Tiongkok memberikan sinyal pelonggaran kebijakan moneter untuk pertama kalinya dalam 14 tahun guna mendukung pertumbuhan ekonominya. Langkah ini, yang termasuk memperluas jumlah uang beredar dan meningkatkan konsumsi domestik, diharapkan menjadi pendorong utama bagi harga minyak mentah, mengingat Tiongkok adalah salah satu importir minyak terbesar dunia. Sementara itu, pada pertemuan sebelumnya, perlambatan inflasi China yang sedang berlangsung, dengan IHK turun 0,6%, menunjukkan bahwa ekonomi mungkin menghadapi tantangan lebih lanjut. Pada pagi ini, data perdagangan China di bulan November menunjukkan kinerja yang beragam, dengan ekspor tumbuh 6,7% year-on-year, meskipun lebih lambat dari yang diharapkan, sementara impor turun 3,9%, mengindikasikan lemahnya permintaan domestik. Surplus perdagangan melebar menjadi 97,44 miliar dollar AS.

Di Amerika Serikat, perusahaan jasa ladang minyak meningkat mempekerjakan pada bulan November, menambah 1.890 pekerjaan di sektor ini, menurut data dari kelompok perdagangan Energy Workforce & Technology Council, yang merupakan indikasi adanya lebih banyak pengeboran dan produksi minyak yang lebih tinggi. Fokus pasar kedepan menunggu laporan mingguan stok minyak dari American Petroleum Institute (API) dan pertemuan OPEC.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $63.50 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:00 PM

USA - NFIB Small Business Index

-

94.6

93.7

All Day

ALL - OPEC+ Meetings

-

-

-

8:30 PM

USA - Revised Nonfarm Productivity q/q

-

2.3%

2.2%

8:30 PM

USA - Revised Unit Labor Costs q/q

-

1.3%

1.9%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788