Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Jatuh Menyusul Kesepakatan Terbaru AS - Venezuela
Harga Minyak Jatuh Menyusul Kesepakatan Terbaru AS - Venezuela
Wednesday, 07 January 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1701

-0.11%

GBPUSD

1.3512

-0.10%

AUDUSD

0.6735

0.25%

NZDUSD

0.5784

0.14%

USDJPY

156.59

0.13%

USDCHF

0.7955

0.04%

USDCAD

1.3813

0.09%

GOLDUD

4,498.54

-0.86%

COFU

57.00

-1.11%

USD/IDR

16,757

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak ke AS, yang akan dijual dengan harga pasar, kata Trump.
  • Trump akan bertemu dengan para eksekutif perusahaan energi AS di Gedung Putih pada hari Kamis atau Jumat.

************************************************************

Rabu, 07 Januari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak melesu tertekan oleh sentimen dari potensi tambahan pasokan di AS hingga 50 juta barel dari Venezuela, serta isyarat Venezuela untuk membuka diri terhadap investasi perusahaan energi AS.

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengumumkan bahwa Venezuela akan menyerahkan antara 30 dan 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi. Minyak itu akan dijual dengan harga pasar, tambah Trump. Kesepakatan penyerahan minyak tersebut mengisyaratkan bahwa pemerintah Venezuela memenuhi tuntutan Trump agar mereka membuka diri terhadap perusahaan minyak AS, dan sekaligus mengindikasikan potensi minyak Venezuela kembali mencapai puncak produksi di pertengahan tahun 2000-an yang mencapai sekitar 3 juta bph.

Masih dari AS, Trump dijadwalkan akan bertemu dengan para eksekutif perusahaan energi di Gedung Putih untuk membahas investasi signifikan di sektor minyak Venezuela, pada hari Kamis atau Jumat, yang kemungkinan akan di dampingi oleh Menteri Energi Chris Wright, Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, ungkap dua sumber pada hari Selasa.

Sementara itu, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 2,8 juta barel pada pekan yang berakhir 2 Januari, menandai penurunan setelah tren kenaikan selama dua minggu berturut-turut. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh EIA.

Dari Timur Tengah, aksi unjuk rasa yang berlangsung di Iran kemungkinan masih akan terus berlanjut setelah jumlah korban tewas mencapai 25 orang selama sembilan hari pertama protes, dan mata uang rial yang jatuh ke titik terendah sepanjang masa pada hari Selasa, ungkap Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) pada hari Selasa. Media semi resmi Iran pada Selasa malam melaporkan seorang polisi ditembak mati di Malekshahi, provinsi Ilam bagian barat, di mana aksi protes meluas.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $59 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $54 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USA - ISM Services PMI

 

52.3

52.6

22:00

USA - JOLTs Job Openings

 

7.64M

7.670M

22:00

USA - Factory Orders MoM

 

-1.2%

0.2%

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-1.2M

-1.934M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

5.845M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788