Home
>
News
>
Publication
>
Harga Minyak Dibebani Oleh Lemahnya Data Ekonomi
Harga Minyak Dibebani Oleh Lemahnya Data Ekonomi
Wednesday, 03 January 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0942

-0.07%

GBPUSD

1.2617

-0.04%

AUDUSD

0.6763

-0.13%

NZDUSD

0.6252

-0.13%

USDJPY

141.98

0.04%

USDCHF

0.8497

0.02%

USDCAD

1.3321

0.04%

GOLDUD

2058.99

0.24%

COFU 

70.38

-0.11%

USD/IDR

15490

0.16%

Fokus Crude Oil:

  • Data ekonomi Amerika.
  • Tewasnya wakil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri

***************************************************************

Rabu, 3 Januari 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak turun dibebani oleh berkurangnya ekspektasi terkait penurunan suku bunga dan penguatan nilai dolar. Data ekonomi Amerika yang melemah turut membebani harga minyak.

Ekspektasi pelaku pasar terkait penurunan suku bunga yang berkurang, diharapkan dapat memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi dan mengurangi biaya pinjaman, namun kekhawatiran terkait pertumbuhan ekonomi yang lemah telah membatasi efek tersebut.

Turut mempengaruhi penurunan harga minyak adalah penguatan nilai dolar. Penguatan ini memberikan beban tambahan pada permintaan minyak mentah, karena harga minyak umumnya dinyatakan dalam mata uang dolar. Kondisi ini menciptakan tekanan pada permintaan pasar minyak global.

Menambahkan sebab turunnya harga minyak, data ekonomi Amerika terkait  Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur, yang dikumpulkan oleh S&P Global, menunjukkan peningkatan 0.5 namun tetap di bawah angka 50 uuntuk menandai pertumbuhan aktivitas ekonomi. Dalam konteks ini, S&P Global Manufacturing PMI Amerika mengalami pelemahan menjadi 46,2 pada bulan Desember, menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur di negara tersebut.

Di sisi lain, pada hari Selasa (2/1) konflik geopolitik antar Israel-Hamas memanas setelah Israel membunuh wakil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri dalam serangan pesawat tak berawak di ibu kota Lebanon, Beirut. Menurut sumber keamanan Lebanon dan Palestina peristiwa ini meningkatkan potensi risiko perang di Gaza yang dapat menyebar melampaui daerah kantong Palestina. Selain itu ketegangan di Laut Merah yang masih berlangsung menjadi tambahan yang mungkin mengganggu pasokan minyak global dan menambah ketidakpastian dalam harga pasar minyak global.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

ISM Manufacturing PMI (Dec)

-

47.1

46.7

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788