| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0942 | -0.07% |
GBPUSD | 1.2617 | -0.04% |
AUDUSD | 0.6763 | -0.13% |
NZDUSD | 0.6252 | -0.13% |
USDJPY | 141.98 | 0.04% |
USDCHF | 0.8497 | 0.02% |
USDCAD | 1.3321 | 0.04% |
GOLDUD | 2058.99 | 0.24% |
COFU | 70.38 | -0.11% |
USD/IDR | 15490 | 0.16% |
Rabu, 3 Januari 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak turun dibebani oleh berkurangnya ekspektasi terkait penurunan suku bunga dan penguatan nilai dolar. Data ekonomi Amerika yang melemah turut membebani harga minyak.
Ekspektasi pelaku pasar terkait penurunan suku bunga yang berkurang, diharapkan dapat memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi dan mengurangi biaya pinjaman, namun kekhawatiran terkait pertumbuhan ekonomi yang lemah telah membatasi efek tersebut.
Turut mempengaruhi penurunan harga minyak adalah penguatan nilai dolar. Penguatan ini memberikan beban tambahan pada permintaan minyak mentah, karena harga minyak umumnya dinyatakan dalam mata uang dolar. Kondisi ini menciptakan tekanan pada permintaan pasar minyak global.
Menambahkan sebab turunnya harga minyak, data ekonomi Amerika terkait Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur, yang dikumpulkan oleh S&P Global, menunjukkan peningkatan 0.5 namun tetap di bawah angka 50 uuntuk menandai pertumbuhan aktivitas ekonomi. Dalam konteks ini, S&P Global Manufacturing PMI Amerika mengalami pelemahan menjadi 46,2 pada bulan Desember, menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur di negara tersebut.
Di sisi lain, pada hari Selasa (2/1) konflik geopolitik antar Israel-Hamas memanas setelah Israel membunuh wakil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri dalam serangan pesawat tak berawak di ibu kota Lebanon, Beirut. Menurut sumber keamanan Lebanon dan Palestina peristiwa ini meningkatkan potensi risiko perang di Gaza yang dapat menyebar melampaui daerah kantong Palestina. Selain itu ketegangan di Laut Merah yang masih berlangsung menjadi tambahan yang mungkin mengganggu pasokan minyak global dan menambah ketidakpastian dalam harga pasar minyak global.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
22:00 | ISM Manufacturing PMI (Dec) | - | 47.1 | 46.7 | |||||