Home
>
News
>
Publication
>
Harga Emas Tertekan Akibat Sifat Hawkish The Fed
Harga Emas Tertekan Akibat Sifat Hawkish The Fed
Friday, 14 June 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0735

-0.05%

GBPUSD

1.2759

-0.02%

AUDUSD

0.6634

-0.06%

NZDUSD

0.6168

-0.23%

USDJPY

157.02

0.08%

USDCHF

0.8935

0.04%

USDCAD

1.3744

0.03%

GOLDUD

2301.05

0.22%

USD/IDR

16265

0.28%

Fokus Emas :

  1. Sifat Hawkish Pejabat The Fed
  2. Tren Data Perekonomian AS

Jumat, 14 Juni 2024 – Harga emas merosot ke level $2306 disebabkan oleh sifat hawkish para pejabat Federal Reserve (Fed) dimana hal ini pun semakin membayangi angka inflasi konsumen AS. Saat ini para pejabat Fed memperkirakan hanya akan ada satu kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2024 dibandingkan dengan tiga pemotongan yang diproyeksikan pada awal taun, dimana hal ini mendorong para pelaku pasar untuk keluar dari lingkup emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Walaupun demikian, harga emas tetap terjaga dengan didorong oleh beberapa data perekonomian Amerika yang memberi harapan akan kebijakan penurunan suku bunga oleh bank sentral. Data Indeks Harga Produsen (PPI) AS bulan Mei menunjukkan penurunan 0,2% MoM. Sementara itu, PPI ex Food and Energy, datar pada bulan Mei MoM dibandingkan dengan kenaikan 0,5% pada bulan lalu. PPI naik 2,2% YoY pada bulan Mei dibandingkan bulan April. Data PPI, secara informal dikenal sebagai inflasi "factor gate price", yang berpotensi mendorong bank sentral untuk memangkas suku bunga. Sementara itu, data Nonfarm Payrolls (NFP) AS mencerminkan pasar tenaga kerja yang kuat dan upah yang meningkat di AS. Hal ini diharapkan dapat memberikan tekanan ke atas pada inflasi yang kemungkinan akan mendukung Emas dengan mengurangi opportunity cost untuk memegang emas.

Meskipun data-data tersebut menunjukkan bahwa Fed dapat mempersiapkan langkah untuk menurunkan suku bunga, pejabat Fed memperkirakan hanya 25 basis poin (bps) pelonggaran menjelang akhir tahun 2024, hal ini pun cukup menekan optimisme pasar. Ketua Fed Jerome Powell menyatakan bahwa mereka kurang optimis mengenai inflasi.

Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian politik yang baru di Eropa dapat membantu membatasi kerugian yang lebih dalam. Segi permintaan pun masih cukup tinggi walaupun emas sempat terhantam disebabkan berita bahwa Bank Rakyat Tiongkok menghentikan aksi beli emas batangan selama 18 bulan membebani logam mulia tersebut. Kepemilikan PBOC tetap stabil pada 72,80 juta troy ons Emas pada bulan Mei. Saat ini pelaku pasar masih akan memantau data ekonomi AS yang akan dirilis. Sementara Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun tujuh bps dari 4,310% menjadi 4,242% dimana hal ini diharapkan dapat menjadi penyokong harga emas  

Menilai dari sisi teknis, harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level $2385. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level $2266.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

US - Import Prices m/m

-

0.0%

0.9%

21:00

US - Prelim UoM Consumer Sentiment

-

72.1

69.1

21:00

US - Prelim UoM Inflation Expectations

-

-

3.3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788