Home
>
News
>
Publication
>
Harga Emas Tertekan Akibat Komentar Hawkish Para Pejabat Federal Reserve (Fed)
Harga Emas Tertekan Akibat Komentar Hawkish Para Pejabat Federal Reserve (Fed)
Wednesday, 26 June 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0713

-0.03%

GBPUSD

1.2685

-0.04%

AUDUSD

0.6646

0.41%

NZDUSD

0.6120

-0.08%

USDJPY

159.70

0.09%

USDCHF

0.8946

0.01%

USDCAD

1.3657

-0.04%

GOLDUD

2319.63

-0.22%

USD/IDR

16390

0.27%

Fokus Emas :

  1. Komentar Para Pejabat The Fed
  2. Pasar Menantikan Rilisnya PCE AS

Rabu, 26 Juni 2024 - Harga emas kembali melemah, beralih ke zona $2320. Pelemahan terebut dipicu oleh Indeks Pembelian Manajer (PMI) AS yang lebih kuat dari perkiraan yang dirilis minggu lalu memicu para pejabat Federal Reserve (Fed) untuk menunda pemangkasan suku bunga pertama pada tahun ini sehingga hal tersebut membatasi kenaikan emas.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh pejabat Federal Reserve (Fed) masih bernada hawkish. Baru -baru ini Gubernur Federal Reserve (Fed) Michelle Bowman menekankan bahwa kebijakan moneter harus tetap stabil sampai cukup untuk menurunkan inflasi. Dia menyatakan dia bersedia menaikkan suku bunga jika kemajuan inflasi terhenti atau bahkan berbalik. Sementara itu, rekannya Lisa Cook mengambil sikap yang lebih netral, mengatakan bahwa inflasi kemungkinan besar akan turun tajam tahun depan, menambahkan bahwa perlu untuk melonggarkan kebijakan agar mandat ganda Fed lebih seimbang.

Sebelumnya, Presiden Bank Sentral Federal San Francisco Mary Daly memberikan pendapat bahwa dia tidak yakin Fed harus memangkas suku bunga sebelum bank sentral yakin bahwa inflasi akan mencapai 2%. Daly menambahkan bahwa pasar tenaga kerja, meskipun kuat, mungkin menghadapi peningkatan pengangguran jika inflasi tetap berlanjut.

Berdasarkan data perekonomian yang telah rilis, US Conference Board mengungkapkan bahwa konsumen menjadi kurang optimis. Menurut survei, pandangan konsumen terhadap situasi saat ini membaik namun, harapan mereka terhadap pendapatan masa depan dan kondisi bisnis melemah, yang membebani Indeks Harapan secara keseluruhan.

Selain itu, para pelaku pasar juga masih menunggu data makro perekonomian yang akan rilis pada minggu ini, yakni Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal pertama (Q1) pada hari Kamis dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk bulan Mei, yang akan dirilis pada hari Jumat. Apabila data tersebut dapat memberi insyarat penurunan inflasi, maka hal tersebut berpotensi memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed di akhir 2024 yang mungkin menciptakan dorongan bagi pergerakan harga emas.

Namun, arus masuk emas sebagai aset safe haven tetap terjaga akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina. PM Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa fase paling intens dari serangan terhadap Hamas di Gaza hampir berakhir sambil menekankan perang yang lebih luas terhadap Hamas. Sementara Rusia mengecam AS atas serangan di Krimea.

Menilai dari sisi teknis harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level $2386. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level $2284. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:10

US - FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

21:00

US - New Home Sales

-

636K

634K

21:30

US - Crude Oil Inventories

-

-2.6M

-2.5M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788