| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0867 | 0.21% |
GBPUSD | 1.2785 | 0.15% |
AUDUSD | 0.6648 | 0.39% |
NZDUSD | 0.6184 | 0.34% |
USDJPY | 156.08 | -0.26% |
USDCHF | 0.8936 | -0.29% |
USDCAD | 1.3693 | -0.18% |
GOLDUD | 2354.78 | 0.60% |
USD/IDR | 16280 | 0.03% |
Fokus Emas :
Kamis, 6 Juni 2024 – Harga emas melonjak, beralih ke level $2368 didorong oleh ekspektasi global akan pemangkasan suku bunga oleh bank central Amerika yang diperkirakan akan terjadi pada tahun ini. Ekspektasi tersebut didukung oleh data makro AS yang mengindikasikan perekonomian yang melemah. Data tersebut juga membuat imbal hasil treasury AS tertekan yang berpotensi menguntungkan bagi emas sebagai asset tanpa imbal hasil.
Pergerakan harga emas tidak membuat pergerakan yang signifikan selama satu minggu kebelakang, dimana tampaknya para pelaku pasar masih memperhatikan keadaan pasar dan memperhatikan rincian data perekonomian AS yang akan rilis dalam waktu dekat seperti data ketenagakerjaan bulanan AS dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP). Sementara itu, Laporan Survei Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja, atau JOLTS, menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan turun lebih dari yang diharapkan, sebesar 296 ribu menjadi 8,059 juta pada bulan April, atau terendah dalam lebih dari tiga tahun.
Data PMI Jasa ISM AS, yang rilis minggu ini, menunjukkan aktivitas di sektor yang solid yang didorong oleh kenaikan pesanan baru yang naik menjadi 54,1 dari 52,2 pada bulan April, sementara komponen Harga yang Dibayar menurun menjadi 58,1 dari 59,2, dimana hal tersebut menunjukkan sedikit penurunan dalam inflasi Jasa yang tinggi.
Kondisi ekonomi global menunjukan tingkat inflasi global berpotensi menurun dan beberapa bank sentral dunia sedang bersiap untuk memangkas suku bunganya. Data inflasi secara umum telah melampaui target secara global. Data inti PCE AS meleset dari ekspektasi begitupun dengan inflasi Swiss, setelah keluar pada 0,3% M0M pada bulan Mei dibawah perkiraan sebesar 0,4%. Di Australia, data pertumbuhan PDB kuartal pertama lebih rendah dari estimasi 0,2% MoM dan 1,2% YoY, masing-masing keluar pada 0,1% dan 1,1%. Hal ini merupakan sentimen positif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, sebagai asset pilihan para pelaku pasar.
Logam mulia emas juga didorong oleh harga komoditas yang stabil setelah penurunan pada pada awal minggu ini, yang mengalami penurunan lebih dari 4% . Data PMI Caixin juga menunjukan hasil yang optimis dari Tiongkok, mengisyaratkan bahwa ekonomi Tiongkok yang merupakan salah satu konsumen terbesar emas berpotensi terus tumbuh. Demand emas juga masih terjaga setelah beberapa negara di Asia menggunakannya sebagai asset lindung nilai depresiasi mata uang. Selain itu, risiko geopolitik yang berasal dari konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah mengangkat harga Emas sebagai aset safe haven.
Menilai dari sisi teknis, harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level $2425 . Namun, apabila menemui katalis negatif, maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level $2292.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
18:30 | US - Challenger Job Cuts y/y | - | - | -3.3% | |||||
19:30 | US - Unemployment Claims | - | 220K | 219K | |||||
19:30 | US - Revised Nonfarm Productivity q/q | - | 0.1% | 0.3% | |||||
19:30 | US - Revised Unit Labor Costs q/q | - | 4.8% | 4.7% | |||||
19:30 | US - Trade Balance | - | -76.2B | -69.4B | |||||