Home
>
News
>
Publication
>
Harga Emas Melonjak, Probabilitas Penurunan Suku Bunga The Fed Tembus 95%
Harga Emas Melonjak, Probabilitas Penurunan Suku Bunga The Fed Tembus 95%
Thursday, 07 August 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1649

0.14%

GBPUSD

1.3345

0.11%

AUDUSD

0.6505

0.14%

NZDUSD

0.5925

0.32%

USDJPY

147.34

-0.13%

USDCHF

0.8057

-0.09%

USDCAD

1.3739

-0.04%

GOLDUD

3372.4

0.30%

USD/IDR

16374

0.00%

Fokus Emas:

  1. Menguatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed
  2. Ketegangan geopolitik dan tarif baru AS terhadap India-Rusia

Kamis, 07 Agustus 2025 – Harga emas naik ke level $3.372 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, didorong oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed. Sentimen dovish menguat seiring dengan probabilitas pasar terhadap penurunan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan FOMC bulan September yang kini mencapai 95%, melonjak signifikan dari 48% pada minggu lalu menurut CME FedWatch Tool.

Selain itu, pasar tengah mencermati dinamika politik moneter, di mana Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan mengumumkan calon pengganti Gubernur The Fed Adriana Kugler yang baru saja mengundurkan diri, sekaligus memberi sinyal kuat bahwa pengganti Ketua The Fed Jerome Powell telah disiapkan. Ketidakpastian arah kepemimpinan The Fed menambah kegelisahan investor. 

Di sisi lain, tensi geopolitik dan perdagangan kembali memanas. Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif tambahan 25% atas produk impor dari India, menyusul dugaan pelanggaran India terkait perdagangan energi dengan Rusia. Tarif tersebut menambah beban dari tarif 25% yang telah lebih dulu diberlakukan, sehingga total menjadi 50%. India mengecam langkah tersebut, sementara Trump menyebut akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam waktu dekat untuk membahas penyelesaian konflik Ukraina, meski peluang perdamaian tetap dipertanyakan. Perlu dicatat bahwa Rusia adalah eksportir utama paladium dan platinum, sehingga tensi geopolitik turut memengaruhi sentimen emas. 

Di tengah ketegangan tersebut, defisit perdagangan AS dilaporkan menyusut pada bulan Juni, didorong penurunan tajam impor barang konsumen yang mencerminkan dampak langsung kebijakan tarif proteksionis Trump terhadap struktur perdagangan global. 

Kini pasar menanti data pekerjaan AS yang dirilis malam ini sebagai petunjuk arah suku bunga ke depan. Kompleksitas faktor geopolitik, kebijakan fiskal, dan dinamika kepemimpinan moneter AS saat ini menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $3.356 hingga $3.344, sedangkan resistance terdekat terletak di $3.383 hingga $3.398. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $3.317, sementara resistance jangka menengah berada di area $3.425.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:01am

USD

10-y Bond Auction

4.26|2.4

-

4.36|2.6

1:00am

USD

FOMC Member Collins Speaks

-

-

-

1:00am

USD

FOMC Member Cook Speaks

-

-

-

3:10am

USD

FOMC Member Daly Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

221K

218K

7:30pm

USD

Prelim Nonfarm Productivity q/q

-

1.9%

-1.5%

7:30pm

USD

Prelim Unit Labor Costs q/q

-

1.6%

6.6%

9:00pm

USD

Final Wholesale Inventories m/m

-

0.2%

0.2%

9:00pm

USD

FOMC Member Bostic Speaks

-

-

-

9:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

10B

48B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788