Home
>
News
>
Publication
>
Harga Emas Melemah, Pelaku Pasar Menanti Rilisnya Data Perekonomian AS
Harga Emas Melemah, Pelaku Pasar Menanti Rilisnya Data Perekonomian AS
Thursday, 27 June 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0678

-0.07%

GBPUSD

1.2623

-0.02%

AUDUSD

0.6646

-0.09%

NZDUSD

0.6089

-0.16%

USDJPY

160.79

-0.22%

USDCHF

0.8969

0.03%

USDCAD

1.3699

0.04%

GOLDUD

2299.43

-0.05%

USD/IDR

16385

0.21%

Fokus Emas : 

  1. Pasar Menanti Data PCE AS
  2. Komentar Hawkish Pejabat Federal Reserve

Kamis, 27 Juni 2024 – Harga emas kembali merosot dan beralih pada level $2298. Para pelaku pasar emas saat ini sedang dalam posisi menunggu angka inflasi utama yang akan dirilis akhir minggu ini, yang dapat memberikan petunjuk penting tentang arah kebijakan moneter di masa mendatang.

Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang akan datang, diperkirakan akan menunjukkan sedikit perlambatan pada bulan Mei, yang berpotensi menguatkan spekulai penurunan inflasi setelah rilissnya laporan Indeks Harga Konsumen dan Produsen. Para pelaku pasar juga memantau indikator ekonomi lainnya seperti klaim pengangguran awal, penjualan rumah yang tertunda, dan angka PDB kuartal pertama, yang akan membantu mengukur kekuatan ekonomi AS. Titik-titik data ini akan sangat penting dalam menentukan apakah Fed akan memangkas suku bunganya pada tahun ini.

Mengenai kebijakan moneter yang akan diambil, para pejabat Fed tetap bersikap hawkish akan kebijakan yang akan diambil. Gubernur Fed Lisa Cook mengatakan bahwa mempertahankan suku bunga pada level saat ini adalah strategi yang tepat saat ini. Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan pada hari Selasa bahwa belum tepat untuk memangkas suku bunga. Data inflasi harus bergerak lebih berkelanjutan menuju target Fed sebesar 2,0%.

Sebelumnya, Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengatakan ia tidak sepakat bahwa Fed harus memangkas suku bunga sebelum lebih yakin bahwa inflasi menuju 2,0%. Namun ia juga memperingatkan untuk tidak terlalu fokus pada inflasi yang merugikan pasar tenaga kerja. Dengan komentar hawkish dari para pejabat Fed tersebut, imbal hasil treasury AS meningkat. Imbal hasil obligasi treasury 10 tahun naik lima setengah basis poin (bps) di 4,304% sehingga membuat harga emas yang merupakan asset tanpa timbal balik terteka.

Sementara itu, risiko meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan, memberikan sedikit dukungan pada harga Emas yang merupakan aset safe haven dan membantu membatasi penurunan.

Menilai dari sisi teknis, harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level $2387. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level $2283. 

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

US - Final GDP q/q

-

1.4%

1.3%

19:30

US - Unemployment Claims

-

236K

238K

19:30

US - Core Durable Goods Orders m/m

-

0.2%

0.4%

19:30

US - Durable Goods Orders m/m

-

-0.5%

0.6%

19:30

US - Final GDP Price Index q/q

-

3%

3%

19:30

US - Goods Trade Balance

-

-96.0B

-99.4B

19:30

US - Prelim Wholesale Inventories m/m

-

0.1%

0.1%

21:00

US - Pending Home Sales m/m

-

0.6%

-7.7%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788