Home
>
News
>
Publication
>
Harga Emas Melemah, Dampak Penguatan Dollar AS dan Penurunan Permintaan Global
Harga Emas Melemah, Dampak Penguatan Dollar AS dan Penurunan Permintaan Global
Thursday, 08 August 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1,0921

-0,04%

GBPUSD

1,2690

-0,04%

AUDUSD

0,6516

0,32%

NZDUSD

0,5993

0,17%

USDJPY

146,65

0,02%

USDCHF

0,8616

0,15%

USDCAD

1,3759

-0,20%

GOLDUD

2381,98

-0,05%

USD/IDR

16000

-0,16%

Fokus Emas:

  1. Penguatan Dollar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS
  2. Penurunan permintaan agregat emas secara global

Kamis, 08 Agustus 2024 – Harga emas melemah dan memasuki zona $2381 per troy ons. Harga emas kembali turun dibandingkan perdagangan kemarin, dipicu oleh penguatan Dollar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Selain itu, tekanan pada harga emas juga didorong oleh penurunan permintaan agregat emas secara global pada bulan Juli lalu.

Pergerakan harga emas sangat sensitif terhadap pergerakan Dollar AS dan tingkat suku bunga AS. Penguatan kinerja Dollar AS kembali terjadi di tengah membaiknya defisit neraca perdagangan AS, yang turun sebesar $1,9 miliar menurut data terbaru. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS 10 tahun juga naik ke level 3,96%. Peningkatan tersebut terjadi setelah Departemen Keuangan AS melihat permintaan penjualan obligasi AS 10 tahun senilai $42 miliar menurun dan perusahaan-perusahaan yang saat ini sedang bergegas untuk menjual obligasi AS seiring dengan membaiknya selera risiko. Oleh karena itu, saat pergerakan Dollar AS menguat dan imbal hasil obligasi AS naik, maka investor cenderung tidak memandang emas sebagai aset safe haven yang menawarkan return lebih baik daripada produk keuangan lainnya seperti Dollar AS dan obligasi AS.

Sementara itu, menurut data terkini, jumlah kepemilikan emas People's Bank of China tidak berubah dari akhir bulan Juni lalu, yaitu sebesar 72,8 juta troy ons. Level tersebut menandakan bahwa sudah tiga bulan People's Bank of China tidak melaporkan adanya pembelian emas, yang juga mengakhiri aksi beli emas yang dilakukan selama 18 bulan sebelumnya. Kondisi ini tentunya berdampak besar terhadap permintaan agregat emas secara global, sehingga memengaruhi penurunan harga emas yang terjadi dalam beberapa hari ke belakang.

Harga emas melemah dengan support saat ini beralih ke area $2375 dan resistance terdekat berada di area $2395. Support terjauhnya berada di area $2370 hingga ke area $2365, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area $2405 hingga ke area $2415.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

0:01

US - 10-y Bond Auction

3.96|2.3

-

4.28|2.6

2:00

US - Consumer Credit m/m

8.9B

9.8B

13.9B

19:30

US - Unemployment Claims

-

241K

249K

21:00

US - Final Wholesale Inventories m/m

-

0.2%

0.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788