| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0725 | -0.04% |
GBPUSD | 1.2533 | 0.07% |
AUDUSD | 0.6562 | -0.18% |
NZDUSD | 0.5958 | -0.15% |
USDJPY | 153.64 | 0.06% |
USDCHF | 0.9101 | 0.03% |
USDCAD | 1.3672 | 0.11% |
GOLDUD | 2302.82 | 0.02% |
USD/IDR | 16060 | 0.09% |
Fokus Emas :
Senin, 13 May 2024 – Harga emas menlonjak hingga ke level $2360 walaupun The Fed masih melontarkan pernyataan hawkish. Harga emas mulai bergerak naik setelah rilisnya data pasar pekerja Amerika yang lemah yang juga mengindikasikan perekonomian Amerika melemah diduga akan memaksa bank sentral untuk segera menurunkan suku bunganya. Disamping itu, situasi terkini situasi geopolitik di Timur Tengah juga menjadi pelumas positif bagi harga emas.
Peningkatan permintaan emas global memberikan sentiment positif terhadap harga emas, pembelian yang terus-menerus oleh bank sentral, dan meningkatnya permintaan dari pembeli di Asia yang dilaporkan oleh WGC menjadi faktor pendorong meningkatnya permintaan akan emas.
Indeks Sentimen Konsumen awal oleh Universitas Michigan AS turun menjadi 67,4 di bulan Mei dari 77,2 di bulan April dan di bawah konsensus pasar sebesar 76,0. Angka akhir inflasi CPI AS untuk bulan April diperkirakan akan turun menjadi 3,4% YoY di bulan April dari angka sebelumnya sebesar 3,5%. Berdasarkan data tersebut mungkin mengurangi harapan penurunan suku bunga AS dan menyeret harga emas lebih rendah.
Pejabat Federal Reserve terus memberikan pernyataan mengenai kebijakan moneter mereka. Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic tetap bersikap hawkish, dengan mengatakan bahwa The Fed berada di jalur yang tepat untuk melakukan satu kali penurunan suku bunga pada tahun 2024. Lalu, Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan bahwa kebijakan perlu tetap “stabil” dan tidak melihat penurunan suku bunga sebagai hal yang diperlukan pada tahun ini, sementara Lorie Logan dari Fed Dallas mengabaikan gagasan pemotongan suku bunga, dan yang terkini Neel Kashkari dari Fed Minneapolis baru-baru ini mengatakan dia akan memantau keadaan dan menunggu untuk berbicara tentang kebijakan moneter masa depan.
Akhir pekan ini, Indeks Harga Konsumen (CPI), Indeks Harga Produsen (PPI), dan Penjualan Ritel AS akan menjadi sorotan dan mungkin memberikan beberapa petunjuk mengenai prospek ekonomi dan lintasan inflasi.
Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah pun menjadi sorotan dan mempengaruhi nilai emas sebagai safe-haven asset. Pasukan Israel mengerahkan tank dan melepaskan tembakan di dekat kawasan pembangunan di Rafah pada hari Kamis setelah Presiden Joe Biden mengatakan AS akan menahan senjata dari Israel jika pasukannya melakukan invasi besar-besaran ke kota Gaza selatan.
Meninjau dari sisi teknis harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level $2390, namun apabila menemui katalis negatif, maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level $2290.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
20:00 | USD - FOMC Member Jefferson Speaks | - | - | - | |||||
20:00 | USD - FOMC Member Mester Speaks | - | - | - | |||||
- | USD - Mortgage Delinquencies | - | - | 3.88% | |||||