| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1,1033 | -0,03% |
GBPUSD | 1,3072 | -0,10% |
AUDUSD | 0,6658 | -0,15% |
NZDUSD | 0,6145 | -0,21% |
USDJPY | 143,14 | 0,12% |
USDCHF | 0,8493 | 0,01% |
USDCAD | 1,3556 | 0,11% |
GOLDUD | 2506,54 | 0,06% |
USD/IDR | 15450 | 0,00% |
Fokus Emas:
Selasa, 10 September 2024 – Harga emas kembali melesat naik ke zona $2506 per troy ons di tengah situasi geopolitik kawasan Timur Tengah yang semakin memanas pasca serangan udara Israel ke wilayah barat Suriah pada hari Minggu (8/9). Sementara itu, perang antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut dengan pasukan militer Rusia yang terus bergerak maju di kawasan timur Ukraina dalam upaya untuk merebut seluruh wilayah Donbas, yang dikenal sebagai wilayah produsen batu bara dan baja. Pergerakan harga emas terpantau naik mengingat emas cenderung dianggap oleh investor sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Menurut laporan media pemerintah Suriah, serangan udara Israel ke wilayah Suriah beberapa hari yang lalu telah menewaskan sedikitnya 16 warga sipil dan melukai puluhan lainnya. Serangan tersebut menargetkan sebuah pusat penelitian militer yang berfokus pada produksi senjata kimia. Insiden ini telah meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut, di mana Israel kerap kali meningkatkan intensitas serangannya ke Suriah dengan menyerang fasilitas militer dan beberapa pasukan Suriah dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu dari kawasan Eropa Timur, Kementarian Pertahanan Rusia menyatakan pada hari Minggu (8/9) bahwa pasukannya telah mengambil alih kendali penuh atas kota Novohrodivka di kawasan timur Ukraina dan terus bergerak maju ke kota Pokrovsk, yang merupakan pusat logistik pasukan Ukraina di wilayah Donbas. Tidak tinggal diam dalam menanggapi serangan-serangan Rusia, pasukan Ukraina menyerang sebuah depot penyimpanan bahan bakar di wilayah perbatasan Rusia, yaitu Belgorod, dengan menggunakan pesawat nirawak sehingga memicu serangkaian kebakaran di sekitar lokasi.
Di tengah ketegangan geopolitik dunia saat ini, perhatian para investor juga sedang tertuju pada laporan inflasi AS untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai potensi besaran pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Inflasi AS diprediksi berada di level 2.6% dan diekspektasikan dapat segera turun mencapai target The Fed, yaitu sebesar 2%, dalam beberapa waktu mendatang. Data perekonomian AS yang dirilis beberapa waktu lalu menunjukkan tekanan harga di berbagai sektor cenderung mereda, terlihat dari menurunnya tingkat ekspektasi inflasi jangka pendek, merosotnya harga komoditas, melemahnya pasar tenaga kerja, dan melambatnya tekanan upah. Pasca rilisnya data ketenagakerjaan AS pada bulan Agustus lalu yang menunjukkan adanya peningkatan meskipun cenderung tidak signifikan, spekulasi para investor cenderung mengarah pada pemangkasan suku bunga dilakukan dalam level yang lebih kecil. Meskipun begitu, rilisnya data inflasi pada hari Rabu (11/9) mendatang akan dapat memengaruhi keputusan penentuan suku bunga oleh The Fed yang dijadwalkan pekan depan.
Harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area $2485 dan resistance terdekat berada di area $2520. Support terjauhnya berada di area $2470 hingga ke area $2455, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area $2525 hingga ke area $2530.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:00 | US - FOMC Member Barr Speaks | - | - | - |
23:15 | US - FOMC Member Bowman Speaks | - | - | - |