Selasa, 10 Febuari 2026 - Perdagangan minyak sawit mentah CPO di Bursa Malaysia pada 9 Februari 2026 ditutup menguat, dan diperdagangan lokal sendiri menunjukkan tingkat permintaan yang tinggi dan harga penawaran tertinggi mencapai Rp 14.500 per kg. Hal ini menunjukkan sentimen pasar yang positif dan daya serap produk sawit yang kuat oleh pelaku industri.
Penguatan harga CPO didukung oleh dinamika global, termasuk prediksi kenaikan permintaan dari beberapa negara impor besar. Meskipun permintaan dari China diperkirakan akan beralih ke minyak nabati lain karena harga relatif lebih kompetitif, rebound permintaan dari India diproyeksikan meningkat di 2026 yang memberikan katalis positif bagi pasar minyak sawit secara keseluruhan.
Selain itu, analis pasar menyatakan bahwa prospek harga CPO tetap menarik di sepanjang 2026, dengan berbagai rumah riset mempertahankan asumsi harga yang stabil dan menguntungkan meskipun terdapat beberapa kebijakan yang sedang ditunggu pelaku usaha, termasuk kebijakan biodiesel domestik dan aturan ekspor.
Secara nasional, harga TBS kelapa sawit menunjukkan tren kenaikan yang menggembirakan pada periode awal Februari 2026. Di Provinsi Riau, harga TBS swadaya untuk tanaman berumur 9 tahun melonjak sebesar Rp 123,97/kg, menjadi sekitar Rp 3.668,25/kg, dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan rendemen dan nilai jual buah yang lebih tinggi karena harga CPO yang kuat.
Begitu pula di lini mitra/plasma di Riau, harga TBS mengalami kenaikan signifikan, bahkan tembus pada angka di atas Rp 3.700/kg untuk beberapa kategori umur tanaman, menambah optimisme petani akan pendapatan yang lebih baik pada periode panen berikutnya.
Data penetapan harga TBS di Kalimantan Barat juga memperlihatkan angka yang sehat, dengan harga pembelian di kisaran Rp 3.433,99/kg setelah memperhitungkan nilai CPO dan kernel yang relatif stabil.
Faktor Penyebab Pergerakan Positif
Melihat dari dinamika pasar, harga CPO diperkirakan akan tetap berada dalam kisaran kuat atau sedikit meningkat pada 10 Februari 2026, terutama jika permintaan global tidak melemah drastis dan sentimen pasar tetap optimis.
Sementara itu, bagi petani sawit dan pemangku kebijakan di hilir, pergerakan harga TBS diperkirakan mengikuti tren CPO, sehingga dalam jangka pendek stabilitas harga pada tingkat petani relatif terjaga bahkan berpotensi naik jika harga CPO berlanjut positif.
Penulis: Yohanes Ferdinan Silaen
Disclaimer On:
Tulisan ini disusun berdasarkan data pasar, laporan lapangan, dan analisis independen. Informasi disajikan untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan bisnis atau finansial yang diambil berdasarkan artikel ini. Data dan kebijakan dapat berubah sesuai dinamika pasar dan keputusan pemerintah.