Home
>
News
>
Publication
>
Harapan Kesepakatan AS - Iran Segera Tercapai, Minyak Ikut Meredup
Harapan Kesepakatan AS - Iran Segera Tercapai, Minyak Ikut Meredup
Thursday, 15 May 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1173

0.20%

GBPUSD

1.3248

0.03%

AUDUSD

0.6418

0.14%

NZDUSD

0.5885

0.20%

USDJPY

146.74

-0.45%

USDCHF

0.8414

-0.18%

USDCAD

1.3981

-0.15%

GOLDUD

3,181.10

-0.03%

COFU

62.88

-1.62%

USD/IDR

16,563

-0.11%

Fokus Crude Oil:

  • Iran bersedia menyetujui kesepakatan nuklir dengan AS sebagai imbalan atas pencabutan sanksi ekonomi.
  • OPEC pangkas perkiraan pertumbuhan pasokan dari non-OPEC+ untuk tahun 2025 sebesar 100.000 bph.

***********************************************************

Kamis, 15 Mei 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari potensi tambahan pasokan Iran ke pasar global, data penurunan tajam impor bahan bakar di Asia, dan laporan stok EIA. Meski demikian, pandangan optimis OPEC akan pertumbuhan permintaan membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Harapan akan segera tercapainya kesepakatan nuklir Iran memicu potensi peningkatan pasokan minyak ke pasar minyak global. Ali Shamkhani, seorang penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari Rabu mengatakan bahwa Iran bersedia menyetujui kesepakatan dengan AS sebagai imbalan atas pencabutan sanksi ekonomi. Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud menyatakan dukungan penuh dari Arab Saudi terhadap negosiasi kesepakatan nuklir AS - Iran yang sedang berjalan dan berharap untuk hasil yang positif.

Turut membebani harga, data terbaru yang dirilis oleh analis komoditas Kpler menunjukkan impor bahan bakar olahan utama di Asia seperti bensin dan solar turun menjadi 166,37 juta barel pada bulan April, dari 195,54 juta barel pada bulan Maret, dan sekaligus merupakan level terendah sejak April 2020. Penurunan tajam tersebut sebagian besar disebabkan oleh pengiriman yang lebih lemah dari eksportir utama produk olahan seperti India dan China, ungkap Kpler.

Dari sisi pasokan, dalam laporan yang dirilis Rabu oleh badan statistik EIA menunjukkan stok minyak mentah melonjak naik sebesar 3,45 juta barel, di luar prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1 juta barel. Laporan EIA untuk penutupan pekan yang berakhir 9 Mei tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS.

Sementara itu, OPEC pada hari Rabu memangkas proyeksi pertumbuhan pasokan minyak dari AS dan produsen non OPEC+ lain turun sebesar 100.000 bph menjadi 800.000 bph pada tahun 2025. Dalam Laporan Pasar Minyak Bulanan untuk Mei 2025 itu, OPEC juga memperkirakan bahwa pertumbuhan permintaan minyak global untuk 2025 diperkirakan masih akan tetap pada 1,3 juta bph, atau tidak berubah dari proyeksi yang dirilis bulan lalu, didukung oleh permintaan yang kuat di sektor perjalanan udara, transportasi jalan raya dan lainnya.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $64 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $59 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - PPI MoM

 

0.2%

-0.4%

19:30

USA - Retail Sales MoM

 

0%

1.5%

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

229K

228K

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1890K

1879K

19:30

USA - NY Empire States Manufacturing Index

 

-10

-8.10

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788