Home
>
News
>
Publication
>
Harapan De-eskalasi Konflik Timur Tengah Bebani Pergerakan Minyak
Harapan De-eskalasi Konflik Timur Tengah Bebani Pergerakan Minyak
Tuesday, 29 October 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08120

0.03%

GBPUSD

1.29720

0.01%

AUDUSD

0.65810

-0.11%

NZDUSD

0.59790

0.03%

USDJPY

153.280

-0.22%

USDCHF

0.86540

-0.08%

USDCAD

1.38910

-0.02%

GOLDUD

2,743.320

0.51%

COFU

68.02

-0.43%

USD/IDR

15,725

0.10%

Fokus Crude Oil:

  • Menteri Pertahanan AS dan Israel berbicara via telepon membahas kemungkinan de-eskalasi konflik regional di Timur Tengah.
  • AS membutuhkan minyak hingga 3 juta barel untuk pengiriman mulai bulan April hingga Mei tahun depan.

***********************************************************

Selasa, 29 Oktober 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak tertekan dipicu oleh sentimen dari harapan de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Meski demikian, aksi balasan Iran atas serangan Israel pekan lalu dan meningkatnya kebutuhan AS untuk mengisi kembali cadangan minyaknya, berpotensi mendorong harga kembali bangkit.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant melakukan komunikasi via telepon pada hari Senin untuk membahas "peluang untuk de-eskalasi regional", kata sumber dari Pentagon. Berita tersebut menyusul pertemuan sebelumnya antara Direktur CIA dengan pihak Israel dan Qatar untuk membahas usulan baru gencatan senjata Gaza, memicu harapan akan potensi meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Meski demikian, potensi konflik berlanjut juga masih cukup kuat pasca juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada hari Senin menegaskan bahwa Iran akan menggunakan semua alat yang tersedia untuk menanggapi serangan Israel pada akhir pekan lalu. AS memperingatkan konsekuensi berat bagi Iran apabila sampai melakukan tindakan agresif lebih lanjut terhadap Israel atau personel AS di Timur Tengah, kata Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Senin.

Sementara itu, Departemen Energi AS pada hari Senin mengumumkan sedang mencari hingga 3 juta barel minyak guna mengisi Cadangan Minyak Strategis yang dijadwalkan untuk pengiriman mulai April hingga bulan Mei tahun depan. Langkah tersebut menandai upaya terbaru AS untuk meningkatkan kembali cadangan minyaknya pasca penjualan terbesar pada tahun 2022 lalu sebesar 180 juta barel, dan sekaligus memicu harapan akan mendorong peningkatan permintaan dari AS selaku konsumen minyak terbesar pertama dunia itu.

Indikator yang dipantau dalam waktu dekat adalah rilisnya laporan mingguan stok minyak mentah versi grup industri API pada hari Selasa dan laporan resmi versi pemerintah yang dirilis pada Rabu malam oleh badan statistik EIA. Laporan API biasanya dijadikan indikasi awal untuk melihat gambaran permintaan di pasar energi AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $70 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $65 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Goods Trade Balance

 

$-96.1B

$-94.26B

20:00

USA - S&P/Case Shiller Home Price MoM

 

0.2%

0.1%

21:00

USA - JOLTs Job Opening

 

7.99M

8.04M

21:00

USA - CB Consumer Confidence

 

99.3

98.7

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788