Home
>
News
>
Publication
>
Hamas Usulkan Pembekuan Senjata, Laju Minyak Ikut Teredam
Hamas Usulkan Pembekuan Senjata, Laju Minyak Ikut Teredam
Thursday, 11 December 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1685

0.19%

GBPUSD

1.3372

0.15%

AUDUSD

0.6659

0.30%

NZDUSD

0.5810

0.17%

USDJPY

156.04

-0.31%

USDCHF

0.8000

-0.16%

USDCAD

1.3799

-0.11%

GOLDUD

4,228.24

0.46%

COFU

58.91

-0.12%

USD/IDR

16,683

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Hamas usulkan pembekuan senjata sebagai imbalan gencatan senjata jangka panjang, kata pemimpin senior Hamas.
  • Trump mengkonfirmasi bahwa pasukan AS telah menyita sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela pada hari Rabu.

************************************************************

Kamis, 11 Desember 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish seiring dibebani oleh sentimen dari meningkatnya harapan kesepakatan fase kedua gencatan senjata Gaza, dan sinyal potensi Ukraina untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

Seorang pemimpin senior Hamas, Khaled Meshaal, pada hari Rabu mengatakan bahwa kelompok tersebut terbuka untuk melakukan pembekuan senjata sebagai imbalan gencatan senjata panjang. Pernyataan tersebut memicu harapan di tengah upaya pembahasan fase kedua gencatan senjata Gaza, yang akan dibahas pada akhir bulan ini.

Turut membebani harga, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa negaranya siap untuk mengadakan pemilu dalam 60 hingga 90 hari ke depan jika keamanan dapat dijamin oleh AS. Pernyataan Zelensky tersebut menyusul desakan dari Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu agar Ukraina segera mengadakan pemilu, dan sekaligus menekan Ukraina untuk segera mengakhiri konflik dengan Rusia.

Sementara itu, Presiden Trump mengkonfirmasi penyitaan terhadap sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela pada hari Rabu, karena di klaim bahwa kapal tersebut digunakan untuk mengangkut minyak yang melanggar sanksi AS dari Iran dan Venezuela. Sebagai tanggapan, pemerintah Venezuela mengecam penyitaan tersebut dan menuduh AS telah melakukan tindakan pembajakan internasional. Berita penyitaan tersebut mengisyaratkan eskalasi tensi antara AS dengan Venzuela yang berpotensi memicu AS mengenakan sanksi lebih lanjut terhadap Venezuela, yang akan memperketat pasokan minyak dari negara tersebut.

Dari sisi pasokan, stok minyak mentah AS turun sebesar 1,8 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Desember 2025, lebih rendah dari ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2,3 juta barel, ungkap EIA dalam laporan yang dirilis Rabu malam. Selain itu, untuk stok bensin dilaporkan melonjak naik sebesar 6,4 juta barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan di pasar minyak AS tidak sekuat yang diperkirakan. 

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Trade Balance

 

$-63.3B

$-59.6B

20:30

USA - Initial Jobless Claims

 

220K

191K

20:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1950K

1939K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788