| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1685 | 0.19% |
GBPUSD | 1.3372 | 0.15% |
AUDUSD | 0.6659 | 0.30% |
NZDUSD | 0.5810 | 0.17% |
USDJPY | 156.04 | -0.31% |
USDCHF | 0.8000 | -0.16% |
USDCAD | 1.3799 | -0.11% |
GOLDUD | 4,228.24 | 0.46% |
COFU | 58.91 | -0.12% |
USD/IDR | 16,683 | 0.00% |
Kamis, 11 Desember 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish seiring dibebani oleh sentimen dari meningkatnya harapan kesepakatan fase kedua gencatan senjata Gaza, dan sinyal potensi Ukraina untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
Seorang pemimpin senior Hamas, Khaled Meshaal, pada hari Rabu mengatakan bahwa kelompok tersebut terbuka untuk melakukan pembekuan senjata sebagai imbalan gencatan senjata panjang. Pernyataan tersebut memicu harapan di tengah upaya pembahasan fase kedua gencatan senjata Gaza, yang akan dibahas pada akhir bulan ini.
Turut membebani harga, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa negaranya siap untuk mengadakan pemilu dalam 60 hingga 90 hari ke depan jika keamanan dapat dijamin oleh AS. Pernyataan Zelensky tersebut menyusul desakan dari Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu agar Ukraina segera mengadakan pemilu, dan sekaligus menekan Ukraina untuk segera mengakhiri konflik dengan Rusia.
Sementara itu, Presiden Trump mengkonfirmasi penyitaan terhadap sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela pada hari Rabu, karena di klaim bahwa kapal tersebut digunakan untuk mengangkut minyak yang melanggar sanksi AS dari Iran dan Venezuela. Sebagai tanggapan, pemerintah Venezuela mengecam penyitaan tersebut dan menuduh AS telah melakukan tindakan pembajakan internasional. Berita penyitaan tersebut mengisyaratkan eskalasi tensi antara AS dengan Venzuela yang berpotensi memicu AS mengenakan sanksi lebih lanjut terhadap Venezuela, yang akan memperketat pasokan minyak dari negara tersebut.
Dari sisi pasokan, stok minyak mentah AS turun sebesar 1,8 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Desember 2025, lebih rendah dari ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 2,3 juta barel, ungkap EIA dalam laporan yang dirilis Rabu malam. Selain itu, untuk stok bensin dilaporkan melonjak naik sebesar 6,4 juta barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan di pasar minyak AS tidak sekuat yang diperkirakan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Trade Balance |
| $-63.3B | $-59.6B |
20:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 220K | 191K |
20:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1950K | 1939K |