Home
>
News
>
Publication
>
Geopolitik dan Pelemahan Dolar Angkat Emas Menuju All Time High
Geopolitik dan Pelemahan Dolar Angkat Emas Menuju All Time High
Wednesday, 21 January 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1716

0.15%

GBPUSD

1.3433

0.17%

AUDUSD

0.6729

0.21%

NZDUSD

0.5820

0.26%

USDJPY

158.28

-0.27%

USDCHF

0.7905

-0.22%

USDCAD

1.3840

-0.12%

GOLDUD

4762.81

1.71%

USD/IDR

16,976

0.00%

Fokus Emas:

  1. Eskalasi geopolitik AS–Eropa dan meningkatnya permintaan safe-haven
  2. Pelemahan dolar AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed

Rabu, 21 Januari 2026 – melanjutkan reli dan bergerak mendekati rekor tertinggi sepanjang masa dengan diperdagangkan di kisaran US$4.762 per troy ons pada awal sesi hari ini. Penguatan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global, menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana pengenaan tarif tambahan terhadap negara-negara Eropa yang menolak ambisi Washington untuk mengambil alih kendali Greenland. Eskalasi ini meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai, di tengah kekhawatiran potensi konflik dagang baru antara AS dan Eropa menjelang pertemuan Trump dengan para pemimpin bisnis dunia di World Economic Forum, Davos.

Dari sisi moneter, pelemahan dolar AS turut memberikan dukungan tambahan bagi pergerakan emas. Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,75% ke level 98,64, mencatatkan penurunan harian terdalam sejak Agustus 2025. Dolar yang melemah membuat emas menjadi relatif lebih terjangkau bagi pembeli non-AS.

Selain faktor geopolitik dan nilai tukar, ekspektasi kebijakan moneter juga tetap menjadi perhatian utama pasar. Pelaku pasar saat ini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga The Federal Reserve masing-masing 25 basis poin mulai pertengahan 2026, seiring melandainya tekanan inflasi dan tanda perlambatan ekonomi AS. Sentimen tersebut diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang membuka peluang penunjukan Ketua The Fed baru dalam waktu dekat, sehingga kembali memunculkan isu independensi bank sentral. Ke depan, pasar juga akan mencermati rilis PMI awal AS serta data PCE inflation pekan ini yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi arah suku bunga dan pergerakan emas jangka pendek.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.693 hingga $4.622, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.800 hingga $4.836. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.515, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.943.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

8:30pm

USD

President Trump Speaks

-

-

-

10:00pm

USD

Pending Home Sales m/m

-

-0.3%

3.3%

10:00pm

USD

Construction Spending m/m

-

0.1%

-

Sep Data

USD

Construction Spending m/m

-

-

0.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788