Home
>
News
>
Publication
>
Gejolak Laut Merah Dorong Minyak Menguat
Gejolak Laut Merah Dorong Minyak Menguat
Monday, 15 January 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09530

0.05%

GBPUSD

1.27470

0.01%

AUDUSD

0.66790

0.25%

NZDUSD

0.62360

0.05%

USDJPY

144.900

-0.03%

USDCHF

0.85180

-0.06%

USDCAD

1.34080

-0.13%

GOLDUD

2,047.190

0.18%

COFU

72.63

0.19%

USD/IDR

15,545

0.03%

Fokus Crude Oil:

  • Keamanan semua kapal di jalur Laut Merah dirugikan akibat serangan AS, kata Hizbullah Lebanon.
  • Badai musim dingin AS sebabkan aliran listrik terputus dan pembekuan parah, ujar Layanan Nasional Cuaca.

***************************************************************

Senin, 15 Januari 2024 - Di tengah berlangsungnya libur perayaan Hari Martin Luther King di AS, harga minyak mengawali pembukaan pekan pagi ini dengan pergerakan harga terkoreksi bullish dibawah level $75 per barel. Meningkatnya ketegangan situasi di laut Merah dan pernyataan dari OPEC+ menjadi katalis positif yang mengangkat harga minyak.

Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah pada hari Minggu menuding bahwa tindakan AS di Laut Merah akan membahayakan keamanan semua pelayaran karena telah merubah jalur pelayaran Laut Merah menjadi zona konflik, dan sekaligus menegaskan bahwa Houthi Yaman yang menargetkan kapal-kapal milik Israel atau yang menuju ke pelabuhan-pelabuhannya akan terus berlanjut. Krisis Laut Merah yang sekaligus merupakan jalur pelayaran penting bagi perdagangan global tersebut memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di Timur Tengah yang akan berdampak pada pasokan sejumlah komoditas utama di pasar global, termasuk minyak mentah.

Dari OPEC+ dilaporkan bahwa kelompok aliansi produsen minyak tersebut akan berupaya membatasi tantangan yang dapat mempengaruhi stabilitas pasar minyak, termasuk diantaranya peningkatan pendapatan yang berasal dari ekspor minyak, ungkap Menteri Perminyakan Irak Hayan Abdel-Ghani pada hari Sabtu. 

Sementara itu, Layanan Cuaca Nasional AS pada hari Sabtu melaporkan bahwa badai musim dingin telah menyebabkan pemutusan aliran listrik dan dikhawatirkan pembekuan yang parah akan melanda banyak negara bagian AS. Selain itu, di hari yang sama, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS juga melaporkan bahwa badai telah menyebabkan pembatalan dan penundaan penerbangan. Situasi tersebut mengisyaratkan tekanan pada sisi permintaan karena berpotensi menyebabkan penurunan aktifitas perjalanan di seluruh AS akibat badai musim dingin yang parah.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, data statistik ekonomi terbaru China menunjukkan bahwa pinjaman bank baru bulan Desember sebesar 1.17 triliun yuan, lebih rendah dari perkiraan di angka 1.40 triliun yuan, ungkap data yang dirilis oleh People Bank of China pada hari Jumat. Data tersebut mengindikasikan bahwa bank sentral China berupaya mempertahankan kebijakan yang akomodatif untuk mendukung pemulihan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini, di tengah tekanan deflasi yang terus - menerus serta pemulihan yang tidak merata.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

All Day

USA - Martin Luther King, Jr. Day

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788