| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09530 | 0.05% |
GBPUSD | 1.27470 | 0.01% |
AUDUSD | 0.66790 | 0.25% |
NZDUSD | 0.62360 | 0.05% |
USDJPY | 144.900 | -0.03% |
USDCHF | 0.85180 | -0.06% |
USDCAD | 1.34080 | -0.13% |
GOLDUD | 2,047.190 | 0.18% |
COFU | 72.63 | 0.19% |
USD/IDR | 15,545 | 0.03% |
Senin, 15 Januari 2024 - Di tengah berlangsungnya libur perayaan Hari Martin Luther King di AS, harga minyak mengawali pembukaan pekan pagi ini dengan pergerakan harga terkoreksi bullish dibawah level $75 per barel. Meningkatnya ketegangan situasi di laut Merah dan pernyataan dari OPEC+ menjadi katalis positif yang mengangkat harga minyak.
Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah pada hari Minggu menuding bahwa tindakan AS di Laut Merah akan membahayakan keamanan semua pelayaran karena telah merubah jalur pelayaran Laut Merah menjadi zona konflik, dan sekaligus menegaskan bahwa Houthi Yaman yang menargetkan kapal-kapal milik Israel atau yang menuju ke pelabuhan-pelabuhannya akan terus berlanjut. Krisis Laut Merah yang sekaligus merupakan jalur pelayaran penting bagi perdagangan global tersebut memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di Timur Tengah yang akan berdampak pada pasokan sejumlah komoditas utama di pasar global, termasuk minyak mentah.
Dari OPEC+ dilaporkan bahwa kelompok aliansi produsen minyak tersebut akan berupaya membatasi tantangan yang dapat mempengaruhi stabilitas pasar minyak, termasuk diantaranya peningkatan pendapatan yang berasal dari ekspor minyak, ungkap Menteri Perminyakan Irak Hayan Abdel-Ghani pada hari Sabtu.
Sementara itu, Layanan Cuaca Nasional AS pada hari Sabtu melaporkan bahwa badai musim dingin telah menyebabkan pemutusan aliran listrik dan dikhawatirkan pembekuan yang parah akan melanda banyak negara bagian AS. Selain itu, di hari yang sama, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS juga melaporkan bahwa badai telah menyebabkan pembatalan dan penundaan penerbangan. Situasi tersebut mengisyaratkan tekanan pada sisi permintaan karena berpotensi menyebabkan penurunan aktifitas perjalanan di seluruh AS akibat badai musim dingin yang parah.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, data statistik ekonomi terbaru China menunjukkan bahwa pinjaman bank baru bulan Desember sebesar 1.17 triliun yuan, lebih rendah dari perkiraan di angka 1.40 triliun yuan, ungkap data yang dirilis oleh People Bank of China pada hari Jumat. Data tersebut mengindikasikan bahwa bank sentral China berupaya mempertahankan kebijakan yang akomodatif untuk mendukung pemulihan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini, di tengah tekanan deflasi yang terus - menerus serta pemulihan yang tidak merata.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
All Day | USA - Martin Luther King, Jr. Day |
|
|
|