| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.11120 | -0.06% |
GBPUSD | 1.33450 | 0.04% |
AUDUSD | 0.68380 | 0.07% |
NZDUSD | 0.62660 | 0.05% |
USDJPY | 143.590 | -0.06% |
USDCHF | 0.84740 | -0.08% |
USDCAD | 1.35380 | -0.10% |
GOLDUD | 2,628.420 | 0.04% |
COFU | 70.76 | 0.20% |
USD/IDR | 15,170 | 0.10% |
Selasa, 24 September 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen akan gangguan pasokan di Timur Tengah akibat meningkatnya konflik antara Israel dengan Hizbullah, dan ancaman badai yang akan kembali melanda Teluk Meksiko AS pada akhir minggu ini. Selain itu, rencana penurunan suku bunga China juga mendukung pergerakan harga lebih lanjut.
Konflik Israel dan kelompok Hizbullah kian memuncak pasca serangan pasukan Israel pada Senin malam yang menargetkan pemimpin senior Hizbullah Ali Karaki di pinggiran selatan Beirut, telah menewaskan 492 orang dan memaksa puluhan ribu warga sipil mulai mengungsi dari Lebanon selatan. Nasser Yassin, menteri Lebanon yang mengoordinasikan respons krisis, mengatakan bahwa sekitar 89 tempat penampungan sementara telah diaktifkan pada hari Senin.
Turut mendukung pergerakan harga, ancaman badai besar kedua dalam dua minggu yang berpotensi kembali melanda Teluk Meksiko. Pusat Badai Nasional AS pada hari Senin mengatakan bahwa badai tropis yang dinamakan Helene itu diperkirakan akan berkembang menjadi badai besar pada hari Rabu dan menguat dalam 72 jam ke depan saat bergerak melintasi Teluk Meksiko bagian timur. Beberapa produsen minyak utama AS termasuk Chevron, Equinor dan Shell, pada hari Senin mulai mengevakuasi staf dari fasilitas yang berlokasi di Teluk Meksiko.
Sentimen positif lainnya datang dari rencana bank sentral China yang akan memangkas rasio persyaratan cadangan bank sebesar 50 basis poin dan selanjutnya menurunkan suku bunga acuan untuk mendukung pemulihan harga, kata gubernur bank sentral, Pan Gongsheng pada hari Selasa. Penurunan suku bunga pinjaman akan menstimulus lebih banyak likuiditas yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Sementara itu, tensi antara Uni Eropa dan China kembali memanas dipicu oleh tindakan Komisi Eropa yang pada hari Senin melayangkan keberatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas penyelidikan yang dilakukan oleh China terhadap produk susu UE, yang telah dimulai pada bulan Agustus lalu sebagai balasan atas keputusan Uni Eropa yang mengenakan tarif impor tinggi pada kendaraan listrik China.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:00 | USA - S&P/Case Shiller Home Price YoY |
| 5.8% | 6.5% |
20:00 | USA - House Price Index MoM |
| 0.2% | -0.1% |
21:00 | USA - CB Consumer Confidence |
| 103.8 | 103.3 |
21:00 | USA - Richmond Fed Manufacturing Index |
| -17 | -19 |