Home
>
News
>
Publication
>
Gangguan Pasokan Iran Picu Minyak Kembali Bullish
Gangguan Pasokan Iran Picu Minyak Kembali Bullish
Monday, 15 July 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08860

0.04%

GBPUSD

1.29920

0.05%

AUDUSD

0.67690

0.01%

NZDUSD

0.61170

0.05%

USDJPY

157.850

-0.03%

USDCHF

0.89430

-0.03%

USDCAD

1.36310

-0.02%

GOLDUD

2,410.990

-0.01%

COFU

82.16

0.18%

USD/IDR

16,120

0.22%

Fokus Crude Oil:

  • Aksi pemogokan pekerja sektor minyak dan gas di Iran meluas hingga 24.000 pekerja pada hari Jumat.
  • Pertumbuhan ekonomi China melambat pada Kuartal II dipicu oleh lesunya sektor properti dan lapangan kerja.

***********************************************************

Senin, 15 Juli 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari potensi gangguan pasokan di Iran seiring meluasnya aksi pemogokan pekerja sektor minyak. Selain itu, keraguan akan arah perundingan gencatan senjata di Gaza juga turut mendukung pergerakan harga minyak.

Aksi pemogokan pekerja sektor minyak dan gas di Iran yang dimulai sejak 19 Juni dan melibatkan 8.000 pekerja kontrak minyak dari lebih dari 60 perusahaan kontraktor, telah meluas hingga 24.000 pekerja pada hari Jumat pekan lalu. Selain itu, para pekerja di Perusahaan Minyak Lepas Pantai Iran di Pulau Lavan di Teluk Persia pada hari Sabtu juga turut melakukan protes serupa, kutip Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA). Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan di negara eksportir minyak terbesar keempat di aliansi produsen OPEC+ tersebut.

Ketidakpastian arah kelanjutan perundingan gencatan senjata di Gaza juga turut menjadi katalis positif bagi harga minyak. Dua sumber keamanan Mesir pada hari Sabtu mengatakan bahwa perundingan di Doha dan Kairo telah dihentikan setelah tiga hari perundingan yang intens. Serangan yang dilancarkan Israel dalam menargetkan pemimpin Hamas, Mohammed Deif, pada hari Sabtu di wilayah Khan Younis di Gaza, yang menewaskan sedikitnya 90 warga Palestina, membuat harapan gencatan senjata kian meredup. Meski demikian, seorang pejabat senior Hamas pada hari Minggu mengatakan bahwa kelompok tersebut belum menarik diri dari perundingan gencatan senjata dengan Israel.

Sementara itu, data resmi yang dirilis hari Senin menunjukkan pertumbuhan ekonomi China pada Kuartal II sebesar 4,7% secara tahunan, yang merupakan pertumbuhan paling lambat sejak Kuartal I tahun 2023, dan lebih rendah dari ekspansi 5,3% pada kuartal sebelumnya. Penurunan di sektor properti yang berkepanjangan dan ketidakamanan lapangan kerja membebani permintaan domestik, yang membuat para ekonom berekspektasi bahwa pemerintah perlu mengeluarkan lebih banyak stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Dari AS, ketidakpastian dalam persaingan pemilu kian menguat pasca aksi penembakan terhadap calon presiden dari Partai Republik Donald Trump saat berkampanye di Butler, Pennsylvania, pada hari Sabtu. Insiden tersebut menambah risiko politik yang mendorong Dolar bergerak menguat, sehingga membebani permintaan komoditas yang diperdagangkan dalam Dolar, termasuk minyak.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - NY Empire State Manufacturing Index

 

-6

-6

23:30

USA - Fed Chair Powell Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788