Home
>
News
>
Publication
>
Fundamental Sawit Tetap Kuat: Penguatan Harga CPO Dorong Kenaikan TBS di Daerah
Fundamental Sawit Tetap Kuat: Penguatan Harga CPO Dorong Kenaikan TBS di Daerah
Wednesday, 21 January 2026

Rabu, 21 Januari 2026 – Pergerakan harga Crude Palm Oil (CPO) dan Tandan Buah Segar (TBS) per 20 Januari 2026 menunjukkan tren positif yang menjanjikan bagi petani, pelaku usaha sawit, dan sektor agribisnis secara umum. Meskipun dinamika pasar global tetap kompleks, sejumlah indikator fundamental memberikan alasan optimis pada pasar sawit di awal tahun ini.

Perdagangan CPO pada Bursa Malaysia Derivatives selama 20 Januari 2026 ditutup dengan harga yang lebih tinggi, didorong oleh performa ekspor yang kuat dan sentimen positif pada perdagangan minyak sawit di berbagai pusat keuangan dunia. Para pelaku pasar mencatat bahwa penguatan ini juga ditopang oleh rebound pada kontrak terkait di beberapa bursa regional.

Laporan penutupan harga menunjukkan kontrak CPO periode terdekat mencatat penguatan dibandingkan pekan sebelumnya. Misalnya, kontrak Februari dan Maret menunjukkan peningkatan harga dibanding posisi awal serta level terendah sesi perdagangan.

Gambaran Singkat Harga CPO:

  • Kontrak Feb’26: naik sekitar +33–+45 MYR/ton dibandingkan pembukaan hari itu.
  • Kontrak Mar’26: peningkatan +29–+39 MYR/ton. Hal ini mencerminkan aliran permintaan yang sehat serta daya tahan pasar di tengah kondisi global yang bervariasi.

Interpretasi Positif pada Kenaikan harga CPO memberi sinyal kepercayaan pasar terhadap prospek konsumsi minyak nabati pada awal 2026, terutama permintaan komoditas pangan dan industri. Hal ini memberi peluang pendapatan lebih baik bagi eksportir dan petani sawit Indonesia.

Selain dorongan dari harga CPO, harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani plasma dan mitra swadaya juga mencatat tren kenaikan untuk periode 21–27 Januari 2026:

  • Di Riau, harga TBS untuk petani plasma kembali naik, dengan beberapa kelompok umur tanaman mencatat peningkatan signifikan dibanding pekan sebelumnya.
  • Di Riau juga dilaporkan harga TBS mitra swadaya yang menembus Rp 3.487 per kg dan bahkan angka tertinggi sekitar Rp 3.543,36 per kg pada periode yang sama.
  • Di Jambi, kenaikan harga TBS juga terjadi, yakni sebesar sekitar Rp 76,87 per kg untuk periode 16–22 Januari 2026.

Kenaikan harga TBS di berbagai wilayah ini erat kaitannya dengan penguatan harga CPO di pasar global, yang berdampak langsung pada perhitungan harga acuan TBS di daerah. Selain itu, indikator permintaan ekspor dan proyeksi kuantitas buah sawit yang stabil juga memberi dukungan terhadap harga TBS di tingkat petani.

Secara umum, tren pada 20 Januari 2026 menunjukkan kenaikan positif pada harga CPO dan TBS. Namun, pelaku pasar tetap mencermati faktor lain yang dapat memengaruhi harga ke depan:

  • Ada dinamika kebijakan energi, seperti pembahasan terkait blending biodiesel yang sempat menjadi fokus pasar global. Faktanya, beberapa kebijakan yang sempat direncanakan—seperti peningkatan mandat biodiesel B50 di Indonesia—telah mengalami peninjauan ulang, namun ini juga memberi ruang bagi fleksibilitas tata niaga ekspor CPO.
  • Tekanan global lain seperti persaingan dengan minyak nabati lain (misalnya minyak kedelai) turut menjadi faktor yang selalu dipantau pelaku pasar, meski pada periode ini CPO tetap menunjukkan fundamental yang kuat.

Meski demikian, penguatan yang terjadi menunjukkan sentimen pasar yang bertahan positif menjelang akhir pekan ini.

Melihat dari data hari ini dan tren global, pasar CPO diperkirakan masih akan berkonsolidasi pada level yang relatif kuat, dengan potensi sedikit penguatan harga lagi jika permintaan ekspor tetap solid dan stok global tetap terkendali. Sementara itu, harga TBS di tingkat petani akan terus dipengaruhi oleh permintaan pabrik serta efektivitas rantai pasok di fase panen.

Analisis teknikal dan fundamental saat ini mengindikasikan bahwa harga CPO kemungkinan akan berada pada kisaran yang menguntungkan jika permintaan hortikultura dan manufaktur tetap stabil - memberikan ruang bagi petani untuk merencanakan produksi dan pemasaran dengan optimisme di awal 2026.

 

Penulis: Yohanes Ferdinan Silaen

 

Disclaimer On:

Tulisan ini disusun berdasarkan data pasar, laporan lapangan, dan analisis independen. Informasi disajikan untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan bisnis atau finansial yang diambil berdasarkan artikel ini. Data dan kebijakan dapat berubah sesuai dinamika pasar dan keputusan pemerintah.


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788