Home
>
News
>
Publication
>
Fokus Utama Pasar di Tengah Tekanan Fundamental dan Dinamika Inflasi Inggris Menekan GBP/USD
Fokus Utama Pasar di Tengah Tekanan Fundamental dan Dinamika Inflasi Inggris Menekan GBP/USD
Friday, 13 February 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1870

-0.07%

GBPUSD

1.3619

-0.06%

AUDUSD

0.7097

-0.23%

NZDUSD

0.6039

-0.22%

USDJPY

152.70

0.42%

USDCHF

0.7683

0.18%

USDCAD

1.3608

0.06%

GOLDUD

4888.31

2.06%

USD/IDR

16,821

0.00%

Fokus GBP/USD:

  1. Tekanan domestik Inggris bawa Poundsterling melemah
  2. Ekonomi Inggris hanya tumbuh 0,1%

Jumat, 13 Februari 2026 - Poundsterling dibuka di 1.3619 dan turun -0.06%. GBP/USD menjadi salah satu pasangan yang paling diperhatikan saat ini seiring kombinasi tekanan domestik Inggris dan dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat. Proyeksi inflasi Inggris dari Deutsche Bank menunjukkan penurunan signifikan pada awal 2026, dengan CPI utama dan inti diperkirakan turun ke 3% secara tahunan pada Januari sebelum melandai mendekati target 2% pada kuartal kedua. Meski demikian, inflasi diperkirakan tetap sedikit lebih tinggi dibanding proyeksi resmi Bank of England, khususnya pada komponen jasa yang masih menunjukkan risiko kenaikan. Penurunan tekanan harga memang menjadi kabar positif bagi stabilitas ekonomi, namun pada saat yang sama memperkuat ekspektasi bahwa BoE memiliki ruang untuk memangkas suku bunga lebih lanjut guna menopang pertumbuhan yang mulai kehilangan momentum.

Dari sisi pertumbuhan, data terbaru menunjukkan ekonomi Inggris hanya tumbuh 0,1% pada kuartal keempat 2025, di bawah ekspektasi pasar dan proyeksi bank sentral. Kinerja sektor manufaktur dan jasa yang lemah mempertegas gambaran perlambatan aktivitas domestik. Kondisi ini mendorong pasar meningkatkan probabilitas pemangkasan suku bunga BoE dalam waktu dekat, bahkan peluang pemotongan pada pertemuan Maret meningkat signifikan. Walaupun stabilitas politik relatif terjaga di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer, faktor ekonomi tetap menjadi beban utama bagi Poundsterling, terutama ketika investor membandingkan prospek pertumbuhan Inggris dengan ketahanan ekonomi AS.

Di sisi lain, Dolar AS masih memperoleh dukungan dari data ketenagakerjaan yang solid, dengan penciptaan lapangan kerja Januari melampaui ekspektasi dan tingkat pengangguran menurun. Hal ini memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve tidak berada dalam tekanan mendesak untuk segera memangkas suku bunga. Meskipun pasar masih memperkirakan adanya pelonggaran kebijakan pada paruh kedua tahun depan, sikap hati-hati The Fed serta fokus pada data inflasi AS membuat Greenback tetap memiliki fondasi yang kuat. Dengan latar belakang tersebut, GBP/USD cenderung bergerak defensif, dan arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh rilis inflasi AS serta konfirmasi lebih lanjut mengenai siklus pelonggaran BoE.

Tekanan masih relatif terbatas dalam fase konsolidasi, dengan support di 1.3585 dan resistance terdekat di 1.3665.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1870 dan melemah -0.07%. EUR/USD bergerak dalam kecenderungan melemah secara bertahap di tengah kombinasi faktor fundamental yang kembali menguntungkan Dolar AS. Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan penciptaan lapangan kerja di atas ekspektasi serta penurunan tingkat pengangguran memperkuat persepsi bahwa ekonomi AS masih berada dalam fase ekspansi yang relatif solid. Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat. Probabilitas suku bunga tetap pada pertemuan berikutnya meningkat signifikan, sementara peluang pelonggaran kebijakan lebih condong ke pertengahan tahun dan sangat bergantung pada arah inflasi. Dengan demikian, diferensial imbal hasil masih berpihak pada Dolar AS dan menjadi faktor utama tekanan terhadap Euro. Di sisi lain, European Central Bank mempertahankan suku bunga acuan di 2,00% dan menegaskan pendekatan kebijakan berbasis data tanpa komitmen terhadap jalur tertentu. Mayoritas ekonom memperkirakan kebijakan moneter akan relatif stabil hingga 2026, mencerminkan sikap hati-hati terhadap prospek pertumbuhan yang masih moderat. Data Produk Domestik Bruto Zona Euro diproyeksikan tumbuh terbatas, sehingga ruang penguatan Euro menjadi terbatas apabila tidak disertai perbaikan signifikan pada indikator aktivitas ekonomi. Dalam konteks ini, EUR/USD cenderung bergerak defensif, dengan fokus utama pasar tertuju pada rilis inflasi AS dan sinyal lanjutan dari bank sentral masing-masing kawasan. Pergerakan terkoreksi tipis di tengah penguatan moderat dolar AS, dengan support terdekat di 1.1840 dan resistance di 1.1910.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7097 dan melemah -0.23%. AUD/USD mulai kehilangan momentum setelah reli signifikan sebelumnya, seiring kembali menguatnya Dolar AS. Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan mendorong pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga mempersempit ruang apresiasi bagi mata uang komoditas seperti Dolar Australia. Perhatian kini terfokus pada data inflasi AS yang akan menentukan apakah perbedaan kebijakan moneter antara Australia dan AS akan semakin melebar atau justru menyempit. Di sisi domestik, Reserve Bank of Australia tetap mempertahankan nada hawkish. Otoritas moneter Australia menegaskan kesiapan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut apabila inflasi tidak menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Ekspektasi inflasi konsumen yang meningkat kembali menjadi 5% memperkuat narasi bahwa tekanan harga masih menjadi tantangan utama. Namun demikian, perlambatan ekonomi Tiongkok dan dinamika harga komoditas global menjadi faktor pembatas penguatan Aussie. Dengan demikian, AUD/USD bergerak dalam keseimbangan antara fundamental domestik yang relatif ketat dan kekuatan Dolar AS yang kembali dominan. Koreksi terjadi setelah penguatan sebelumnya, dengan support terdekat di 0.7065 dan resistance di 0.7135.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.6039 dan turun -0.22%. NZD/USD menunjukkan kecenderungan melemah moderat, terutama dipengaruhi oleh kondisi domestik Selandia Baru yang kurang mendukung. Tingkat pengangguran meningkat ke level tertinggi dalam satu dekade, memperkuat pandangan bahwa siklus pengetatan telah mencapai puncaknya. Pasar memperkirakan Reserve Bank of New Zealand akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, dengan potensi kenaikan lanjutan yang masih jauh di depan. Hal ini membatasi daya tarik imbal hasil Kiwi dibandingkan Dolar AS. Sementara itu, penguatan Greenback yang didukung data ketenagakerjaan AS menambah tekanan terhadap NZD. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih lama memperlebar diferensial kebijakan. Pergerakan NZD/USD dalam waktu dekat akan sangat sensitif terhadap data inflasi AS serta sentimen risiko global, mengingat mata uang ini cenderung berkorelasi positif dengan optimisme pasar dan perdagangan global. Pergerakan cenderung melemah terbatas, dengan support di 0.6005 dan resistance terdekat di 0.6075.

USDJPY – USDJPY dibuka di 152.70 dan menguat 0.42%. USD/JPY bergerak dalam kecenderungan menguat, meskipun dinamika Yen relatif kompleks. Penguatan Dolar AS didorong oleh data tenaga kerja yang solid dan ekspektasi kebijakan moneter yang tetap ketat di AS. Namun di sisi lain, Yen memperoleh dukungan dari meningkatnya spekulasi bahwa Bank of Japan akan melanjutkan normalisasi kebijakan. Kemenangan politik Perdana Menteri Sanae Takaichi meningkatkan optimisme terhadap stimulus fiskal dan potensi peningkatan inflasi domestik, yang dapat mendorong bank sentral menaikkan suku bunga lebih lanjut. Walau demikian, selisih tingkat suku bunga antara Jepang dan AS masih cukup lebar, sehingga memberikan penopang struktural bagi USD/JPY. Risiko intervensi otoritas Jepang juga tetap menjadi faktor pengimbang yang membatasi volatilitas ekstrem. Secara keseluruhan, pasangan ini mencerminkan tarik-menarik antara fundamental AS yang solid dan prospek kebijakan Jepang yang semakin konstruktif. Penguatan dolar terhadap yen masih berlanjut, dengan support terdekat di 152.20 dan resistance di 153.30.

USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7683 dan naik 0.18%. USD/CHF bergerak dengan kecenderungan menguat seiring dukungan dari fundamental AS yang solid. Data tenaga kerja yang kuat memperkecil peluang pelonggaran kebijakan dalam waktu dekat oleh Federal Reserve, sehingga mendukung arus modal ke aset berbasis Dolar. Ekspektasi inflasi AS menjadi kunci berikutnya dalam menentukan apakah momentum ini dapat berlanjut. Di sisi Swiss, Swiss National Bank diperkirakan mempertahankan suku bunga pada level rendah karena inflasi domestik masih terkendali. Franc Swiss tetap memiliki daya tarik sebagai aset safe haven, namun selama diferensial kebijakan dan prospek pertumbuhan lebih menguntungkan AS, USD/CHF cenderung mempertahankan bias penguatan moderat dengan sensitivitas tinggi terhadap perubahan sentimen global. Rebound moderat masih bertahan, dengan support di 0.7655 dan resistance terdekat di 0.7720.

USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3608 dan menguat 0.06%. USD/CAD menunjukkan kecenderungan menguat, didorong kombinasi penguatan Dolar AS dan tekanan terhadap Dolar Kanada. Harga minyak mentah yang melemah akibat peningkatan persediaan AS menjadi faktor utama pelemahan CAD, mengingat ketergantungan ekonomi Kanada pada ekspor energi. Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS yang solid memperkuat persepsi bahwa Federal Reserve tidak akan tergesa-gesa menurunkan suku bunga. Ketidakpastian hubungan dagang Amerika Utara turut menambah tekanan terhadap sentimen CAD. Dengan volatilitas harga energi dan potensi dinamika kebijakan perdagangan, USD/CAD berpotensi mempertahankan bias penguatan selama sentimen global lebih berpihak pada Dolar AS dan harga komoditas belum menunjukkan pemulihan signifikan. Pergerakan relatif stabil dengan bias naik tipis, dengan support terdekat di 1.3575 dan resistance di 1.3645.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:40am

USD

Mortgage Delinquencies

4.26%

-

3.99%

1:01am

USD

30-y Bond Auction

4.75|2.7

-

4.83|2.4

3:30am

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

4:30am

NZD

BusinessNZ Manufacturing Index

55.2

-

56.1

4:45am

NZD

Visitor Arrivals m/m

1.7%

-

0.8%

7:00am

USD

FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

7:05am

USD

FOMC Member Miran Speaks

-

-

-

8:30am

CNY

New Home Prices m/m

-0.37%

-

-0.37%

9:00am

NZD

Inflation Expectations q/q

-

-

2.28%

2:00pm

EUR

German WPI m/m

-

0.1%

-0.2%

2:30pm

CHF

CPI m/m

-

0.0%

0.0%

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

8.3%

8.5%

Tentative

CNY

New Loans

-

5000B

910B

5:00pm

EUR

Flash Employment Change q/q

-

0.1%

0.2%

5:00pm

EUR

Flash GDP q/q

-

0.3%

0.3%

5:00pm

EUR

Trade Balance

-

11.8B

10.7B

7:00pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

8:30pm

USD

Core CPI m/m

-

0.3%

0.2%

8:30pm

USD

CPI m/m

-

0.3%

0.3%

8:30pm

USD

CPI y/y

-

2.5%

2.7%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788