Home
>
News
>
Publication
>
Fluktuasi Sehat di Pasar Sawit, Petani Diuntungkan oleh Stabilitas Harga CPO
Fluktuasi Sehat di Pasar Sawit, Petani Diuntungkan oleh Stabilitas Harga CPO
Wednesday, 10 December 2025

Rabu, 10 Desember 2025 - Harga komoditas kelapa sawit pada periode ini menunjukkan sejumlah dinamika yang bisa menjadi angin segar bagi petani dan pelaku industri. Berikut hasil pantauan terbaru pada pergerakan pada 9 Desember 2025:

  • Tender Crude Palm Oil (CPO) mengalami naik tipis, tercatat sebesar Rp 14.325 per kilogram, naik sekitar Rp 10/kg dari pekan sebelumnya
  • Sementara itu, di Provinsi Riau, harga Tandan Buah Segar (TBS) petani swadaya untuk kelompok umur 9 tahun periode 3–9 Desember 2025 turun tipis, menjadi Rp 3.401,47/kg, atau turun sekitar 0,31% (−Rp 10,67/kg).
  • Namun disisi lain, bagi petani plasma di Riau, kelompok umur 9 tahun pada periode yang sama tercatat sedikit meningkat pada TBS yaitu diharga Rp 3.460,77/kg.
  • Di Provinsi Jambi periode 5–11 Desember 2025, harga TBS untuk umur 10–20 tahun naik menjadi Rp 3.418,53/kg.


Faktor penyebab pergerakan kenaikan tipis pada harga CPO domestik menunjukkan adanya optimisme pasar domestik, meskipun di pasar global atau komoditas substitusi masih menghadapi tekanan.


Sementara itu, fluktuasi harga TBS di berbagai provinsi dipengaruhi oleh kombinasi antara harga CPO & kernel di tingkat perusahaan, serta kondisi rendemen dan faktor lokal seperti jenis kemitraan (plasma atau swadaya). Di Riau, penurunan TBS petani swadaya disebabkan oleh “melemahnya harga CPO dan kernel di tingkat perusahaan”. Di Provinsi Jambi, kenaikan TBS bisa menjadi refleksi optimisme terhadap stabilitas permintaan, dan menjadi sinyal positif bagi petani setempat.


Dengan tren CPO yang menunjukkan kenaikan, walaupun tipis, ini bisa menjadi sinyal pasar domestik mulai stabil. Jika permintaan internal atau ekspor tetap solid, ada peluang bahwa harga CPO bisa mempertahankan atau bahkan menguat, Untuk petani, terutama di wilayah seperti Jambi dan bagi TBS plasma di Riau, pergerakan positif bisa mendorong optimisme menjelang panen berikutnya, namun prediksi jangka menengah menunjukkan bahwa harga CPO global berpotensi menghadapi tekanan menuju 2026 dipengaruhi oleh pemulihan produksi global dan normalisasi stok sehingga dibutuhkan strategi cermat dari petani dan pelaku industri.

 

Kesimpulannya, terlepas dari fluktuasi terutama pada harga TBS di beberapa wilayah data 9 Desember 2025 menunjukkan bahwa CPO domestik berada dalam kondisi cukup sehat, dan sebagian petani merasakan efek positif dari stabilisasi harga. Bagi petani dan pelaku industri sawit, saat ini adalah momentum untuk bersiap menjaga kualitas panen, memperhatikan fasilitas kemitraan (swadaya/plasma), dan mewaspadai perkembangan pasar global di akhir 2025 hingga 2026.


Penulis: Yohanes Ferdinan Silaen

 

 

Disclaimer On:

Tulisan ini disusun berdasarkan data pasar, laporan lapangan, dan analisis independen. Informasi disajikan untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan bisnis atau finansial yang diambil berdasarkan artikel ini. Data dan kebijakan dapat berubah sesuai dinamika pasar dan keputusan pemerintah.

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788