Home
>
News
>
Publication
>
EURUSD Terkoreksi Oleh Penguatan Dolar AS dan Ketidakpastian Politik Jerman
EURUSD Terkoreksi Oleh Penguatan Dolar AS dan Ketidakpastian Politik Jerman
Wednesday, 13 November 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0622

-0.19%

GBPUSD

1.2747

-0.29%

AUDUSD

0.6534

-0.37%

NZDUSD

0.5925

-0.42%

USDJPY

154.60

0.19%

USDCHF

0.8815

0.06%

USDCAD

1.3944

0.08%

GOLDUD

2606.2

-0.30%

USD/IDR

15740

0.19%

Fokus EURUSD:

  1. DXY menguat ke area 105.90
  2. Ketidakpastian politik di Jerman

Rabu, 13 November 2024 - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0620. Pasangan mata uang Euro mengalami tekanan akibat penguatan kinerja mata uang USD. Kurangnya data ekonomi yang berpusat pada UE telah membuat kuatnya arus tekanan mata uang USD. Penguatan Dolar AS didorong oleh rencana kebijakan proteksionis Presiden terpilih Donald Trump, termasuk potensi kenaikan tarif impor hingga 10%. Kebijakan ini diperkirakan memicu kenaikan inflasi dan mempengaruhi hubungan dagang AS-Eropa.

Di sisi lain, ketidakpastian politik di Jerman pasca pemecatan Menteri Keuangan oleh Kanselir Olaf Scholz dan ancaman pemilu ulang di bulan Februari semakin menekan nilai Euro, menambah tekanan pada Bank Sentral Eropa (ECB) untuk melakukan pemotongan suku bunga pada Desember. Indeks sentimen ekonomi ZEW zona euro turun pada bulan November menjadi 12,5, turun tajam dari 20,1 pada bulan Oktober dan jauh di bawah perkiraan pasar sebesar 20,5. Hal serupa terjadi pada rilis ZEW Jerman, yang turun dari 13,1 menjadi 7,4, tidak mencapai konsensus 13.

Investor dan analis pesimistis terhadap prospek ekonomi karena dua alasan. Pertama, kemenangan Trump dapat menandakan tarif baru terhadap produk-produk Eropa dan bahkan memicu perang dagang, hal yang tidak mampu dilakukan oleh perekonomian zona euro yang lemah. Kekhawatiran kedua adalah runtuhnya koalisi pemerintah Jerman, dengan pemilihan umum cepat yang akan diadakan pada tanggal 23 Februari.

Saat ini, pelaku pasar menanti rilis data inflasi CPI AS untuk bulan Oktober dijadwalkan akan dirilis pada hari Rabu, dan pasar memperkirakan adanya rebound dalam pertumbuhan harga konsumen utama tahunan. Data inflasi diperkirakan akan meningkat menjadi 2,6% YoY dibandingkan dengan angka bulan September sebesar 2,4%. Inflasi CPI inti diperkirakan akan tetap stabil di 3,3% YoY. Angka bulanan untuk kedua kategori inflasi diperkirakan akan tetap datar dari bulan ke bulan.

Harga pada pasangan mata uang ini melemah. Support terdekatnya di zona 1.0580 dan resistance terdekatnya di zona 1.0680. Support lanjutan di zona 1.0530 dan dilanjutkan ke zona 1.0480. Resistance lanjutan di zona 1.0720 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.0780.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2740. Pasangan mata uang Poundsterling terdorong oleh Dolar AS yang tetap kuat didukung oleh sentimen positif terhadap perekonomian AS dan ekspektasi kebijakan yang agresif dari Federal Reserve. Di sisi lain, Pound Inggris tertekan setelah laporan ketenagakerjaan menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran Inggris menjadi 4,3% untuk periode tiga bulan hingga September, tertinggi sejak Mei. Meski jumlah pekerja bertambah sebesar 220 ribu, tingkat pengangguran yang meningkat menimbulkan kekhawatiran bahwa Bank of England (BoE) mungkin mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada pertemuan 19 Desember mendatang. Sementara itu, pertumbuhan upah yang hanya mencapai 4,8% terus memicu inflasi layanan yang tinggi, jauh dari target BoE sebesar 2%. Ketidakpastian kebijakan moneter di Inggris turut memperberat pelemahan Pound, terutama di tengah proyeksi ekonomi yang tidak merata. Investor kini akan fokus pada rilis data inflasi AS dan pidato sejumlah pejabat Fed yang diharapkan memberikan sinyal terkait arah suku bunga ke depan. Support terdekatnya di area 1.2680 dan resistance terdekatnya di zona 1.2790.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6530. Turunnya pasangan mata uang Aussie terdorong melemah oleh penguatan mata uang USD didukung ekspektasi inflasi yang tinggi dan kebijakan ekonomi dari pemerintahan Trump yang terpilih. Kenaikan Dolar ini juga diiringi harapan peningkatan investasi dan permintaan tenaga kerja jika kebijakan Trump berhasil diimplementasikan, memicu ekspektasi Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ketat di Desember. Di sisi lain, Dolar Australia (AUD) mengalami pelemahan signifikan, terutama setelah laporan Wage Price Index Australia yang lebih rendah dari perkiraan, menunjukkan kenaikan upah hanya 3,5% YoY untuk Q3. Pelemahan ini diperparah oleh prediksi perlambatan ekonomi mitra dagang utama Australia, yaitu Tiongkok, yang baru-baru ini meluncurkan paket kebijakan fiskal senilai 10 triliun Yuan tanpa langkah-langkah stimulus langsung. Walaupun RBA mempertahankan suku bunga, data tenaga kerja Australia yang akan datang bisa mempengaruhi kebijakan RBA di Desember. Support terdekatnya di zona 0.6490 dan resistance terdekatnya di zona 0.6570

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5920. Kinerja mata uang Kiwi melemah di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan tarif tinggi yang diusulkan Presiden Terpilih Donald Trump terhadap barang-barang China dapat menekan NZD. Analisis Morgan Stanley menunjukkan bahwa tarif akan menjadi fokus utama kebijakan ekonomi Trump, dengan prediksi kenaikan tarif global sebesar 10% dan kenaikan tajam sebesar 60% untuk impor China, yang dapat mengganggu perdagangan utama Selandia Baru dengan China. Tekanan tambahan pada NZD datang dari paket stimulus ekonomi China yang baru-baru ini mengecewakan pasar, di mana paket utang senilai 10 triliun Yuan diumumkan tanpa langkah-langkah stimulus ekonomi langsung. Kurangnya kebijakan stimulus langsung ini mengurangi prospek permintaan dari China, yang merupakan mitra dagang terbesar Selandia Baru. Support terdekatnya di area 0.5890 dan resistance terdekatnya di zona 0.5970.

USDJPY - Pasangan mata uang Yen naik ke zona 154.70. Pasangan mata uang USDJPY terus menguat seiring dengan penguatan Dolar AS (USD) yang didorong oleh optimisme kebijakan ekspansioner AS dan kekhawatiran atas prospek ekonomi Jepang. Sentimen positif terhadap USD meningkat setelah rilis data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, yang mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam waktu dekat. Selain itu, ketidakpastian politik di Jepang dan ekspektasi pasar bahwa Bank of Japan (BoJ) akan kesulitan menaikkan suku bunga di tengah ketidakstabilan ekonomi menambah tekanan pada Yen Jepang (JPY). Meskipun BoJ mencatat kenaikan dalam harga produsen, pelemahan Yen dipandang sebagai risiko bagi pengeluaran rumah tangga, yang membuat ruang untuk pengetatan moneter semakin sempit. Support terdekatnya di zona 153.70 dan resistance terdekatnya di zona 155.50.

USDCAD - Pasangan mata uang Loonie naik ke area 1.3950. Naiknya kinerja mata uang ini menguat seiring dengan menguatnya Dolar AS (USD). Kekuatan USD didorong oleh optimisme terkait kebijakan ekonomi yang diharapkan dari pemerintahan Trump. Sementara itu, Dolar Kanada (CAD) tertekan oleh penurunan harga minyak mentah, yang menjadi komoditas utama ekspor Kanada ke Amerika Serikat. Harga minyak yang lebih rendah memberikan dampak negatif terhadap CAD, sementara ketiadaan data ekonomi penting dari Kanada membuat mata uang tersebut sulit untuk bertahan dari tekanan penguatan USD. Dalam kondisi ini, USD/CAD diperkirakan akan terus melanjutkan tren penguatannya, terutama jika data CPI AS yang dirilis menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan. Support terdekatnya di area 1.3920 dan resistance terdekatnya di zona 1.3980.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8820. Mata uang USDCHF menguat didorong oleh optimisme terkait kebijakan ekonomi yang diharapkan dari pemerintahan Trump. Dari Swiss, Wakil Ketua Swiss National Bank (SNB) Antoine Martin mengatakan pada hari Senin bahwa bank sentral tidak terkunci pada penurunan suku bunga di bulan Desember. “Tidaklah berguna bagi bank sentral untuk mengunci diri mereka sendiri dalam komunikasi berwawasan ke depan, karena antara saat ini dan keputusan berikutnya, mungkin ada perubahan kondisi yang membuat komunikasi saat ini menjadi tidak valid,” kata Martin. Pasar memperkirakan SNB akan memangkas setidaknya 25 basis poin (bps) dari level 1% saat ini pada pertemuan berikutnya pada 12 Desember. Support terdekatnya di zona 0.8790 dan resistance terdekatnya di zona 0.8850.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00am

USD

FOMC Member Kashkari Speaks

-

-

-

2:00am

USD

Loan Officer Survey

-

-

-

4:45am

NZD

Visitor Arrivals m/m

1.1%

-

-2.1%

5:00am

USD

FOMC Member Harker Speaks

-

-

-

5:30am

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

6:50am

JPY

PPI y/y

3.4%

2.9%

3.1%

7:30am

AUD

Wage Price Index q/q

0.8%

0.9%

0.8%

10:35am

JPY

30-y Bond Auction

-

-

2.15|3.3

4:45pm

GBP

MPC Member Mann Speaks

-

-

-

Tentative

EUR

German 10-y Bond Auction

-

-

2.31|2.3

8:30pm

USD

Core CPI m/m

-

0.3%

0.3%

8:30pm

USD

CPI m/m

-

0.2%

0.2%

8:30pm

USD

CPI y/y

-

2.6%

2.4%

8:30pm

USD

FOMC Member Kashkari Speaks

-

-

-

9:45pm

USD

FOMC Member Logan Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788