Home
>
News
>
Publication
>
EUR/USD Menguat di Tengah Perlambatan Ekonomi AS dan Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan
EUR/USD Menguat di Tengah Perlambatan Ekonomi AS dan Ketidakpastian Kebijakan Perdagangan
Monday, 23 February 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1792

-0.12%

GBPUSD

1.3477

-0.17%

AUDUSD

0.7073

-0.40%

NZDUSD

0.5970

-0.27%

USDJPY

154.95

0.19%

USDCHF

0.7749

0.15%

USDCAD

1.3678

0.12%

GOLDUD

5118.71

0.28%

USD/IDR

16,879

0.24%

Fokus EUR/USD:

  1. DXY mengalami pelemahan ke zona 97.40
  2. PDB AS menunjukan perlambatan

Senin, 23 Februari 2026 – Euro dibuka di 1.1792 dan menguat 0.36%. Pergerakan EUR/USD pada awal pekan menunjukkan penguatan lanjutan seiring tekanan yang masih membayangi Dolar AS. Mata uang tunggal Eropa mendapatkan dukungan terutama dari memburuknya sentimen terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian ekspektasi kebijakan moneter. Koreksi pada Indeks Dolar AS mencerminkan respons pasar terhadap kombinasi data makroekonomi yang melemah serta meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan. Dalam konteks ini, apresiasi Euro bukan semata didorong oleh kekuatan internal kawasan Eropa, melainkan lebih kepada pergeseran persepsi risiko terhadap fundamental ekonomi AS.

Estimasi awal Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal IV 2025 menunjukkan perlambatan signifikan menjadi 1,4% secara tahunan dari 4,4% pada kuartal sebelumnya, jauh di bawah konsensus pasar. Perlambatan ini sebagian dipengaruhi oleh gangguan aktivitas pemerintahan yang berkepanjangan, namun tetap menegaskan bahwa momentum ekonomi AS memasuki fase moderasi. Di sisi lain, tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Indeks Core Personal Consumption Expenditures (PCE), yang menjadi acuan utama kebijakan Federal Reserve, tercatat meningkat 0,4% secara bulanan dan 3,0% tahunan—menunjukkan bahwa tekanan harga masih relatif tinggi. Kondisi ini menciptakan dilema kebijakan bagi The Fed: pertumbuhan melambat, namun inflasi belum sepenuhnya kembali ke target 2%. Meski bank sentral cenderung berhati-hati, pelaku pasar tetap menilai peluang pemangkasan suku bunga pada pertengahan tahun masih terbuka, yang pada akhirnya membebani Dolar AS.

Faktor geopolitik dan perdagangan turut memperbesar volatilitas. Donald Trump kembali menegaskan agenda tarifnya dengan kerangka baru sebesar 15%, meskipun Mahkamah Agung AS sebelumnya membatasi kewenangan tarif resiprokal berdasarkan IEEPA. Kebijakan tersebut memunculkan kembali kekhawatiran eskalasi perang dagang dan potensi dampaknya terhadap pertumbuhan global. Dari sisi Eropa, dinamika politik juga menjadi perhatian setelah pejabat Parlemen Eropa menyatakan kemungkinan pembekuan proses ratifikasi perjanjian dagang dengan AS hingga terdapat kejelasan arah kebijakan Washington. Presiden European Central Bank, Christine Lagarde, turut mengingatkan bahwa perubahan mendadak dalam kebijakan perdagangan AS dapat kembali mengganggu stabilitas bisnis dan investasi kawasan. Dengan latar belakang tersebut, arah EUR/USD dalam jangka pendek sangat ditentukan oleh keseimbangan antara ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS dan risiko eksternal yang dapat menekan sentimen terhadap Euro.

Rebound cukup solid terjadi setelah tekanan sebelumnya, dengan support terdekat di 1.1760 dan resistance di 1.1835.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3477 dan naik 0.42%. GBP/USD bergerak menguat di tengah kombinasi pelemahan Dolar AS dan perbaikan data ekonomi Inggris. Putusan Mahkamah Agung AS yang membatasi kewenangan tarif darurat Presiden Donald Trump meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS dan menekan Dolar. Di sisi lain, data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal IV melambat tajam menjadi 1,4% dari 4,4% sebelumnya, mencerminkan perlambatan ekonomi yang signifikan. Meskipun inflasi inti PCE masih relatif tinggi, pasar mulai mempertimbangkan kembali ruang pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve. Dari Inggris, data penjualan ritel dan aktivitas bisnis menunjukkan perbaikan, memberikan dukungan bagi Pound Sterling. Namun, tingkat pengangguran yang meningkat ke 5,2% serta perlambatan pertumbuhan upah menjaga ekspektasi bahwa Bank of England masih berpeluang memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Dengan demikian, penguatan GBP/USD saat ini lebih didorong oleh pelemahan Dolar AS dan sentimen risiko global, sementara arah jangka menengah tetap dipengaruhi divergensi kebijakan moneter kedua bank sentral. Penguatan moderat masih berlanjut, dengan support di 1.3440 dan resistance terdekat di 1.3525.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7073 dan menguat 0.54%. AUD/USD menunjukkan penguatan seiring tekanan terhadap Dolar AS dan ekspektasi kebijakan yang relatif hawkish dari Reserve Bank of Australia. Kenaikan suku bunga terbaru ke 3,85% serta notulen rapat yang menegaskan risiko inflasi masih tinggi memperkuat pandangan bahwa RBA belum sepenuhnya mengakhiri siklus pengetatan. Data ketenagakerjaan Australia yang tetap solid, dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%, mempertegas ketahanan pasar tenaga kerja. Di sisi eksternal, perlambatan pertumbuhan ekonomi AS dan ketidakpastian kebijakan tarif menekan Greenback dan mendorong minat terhadap mata uang berbasis komoditas seperti Dolar Australia. Walaupun inflasi inti PCE AS masih tinggi dan membatasi ruang pelonggaran agresif oleh The Fed, pasar tetap menilai adanya potensi penurunan suku bunga pada paruh kedua tahun ini. Kombinasi fundamental domestik Australia yang relatif kuat dan melemahnya sentimen terhadap USD menjadi katalis utama penguatan AUD/USD. Momentum bullish terlihat dominan pada sesi awal, dengan support terdekat di 0.7035 dan resistance di 0.7115.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5970 dan naik 0.55%. NZD/USD menguat didukung oleh pelemahan Dolar AS serta data domestik yang cukup solid. Penjualan ritel Selandia Baru tumbuh 0,9% kuartalan pada Q4 2025, melampaui ekspektasi pasar, mencerminkan daya beli yang tetap terjaga. Meskipun Reserve Bank of New Zealand mempertahankan suku bunga di 2,25% dan mengisyaratkan pendekatan kebijakan yang lebih hati-hati, inflasi diproyeksikan kembali ke kisaran target dalam waktu dekat. Namun, panduan suku bunga yang cenderung dovish membatasi potensi apresiasi Kiwi secara agresif. Pergerakan NZD/USD dalam jangka pendek lebih banyak dipengaruhi dinamika Dolar AS, terutama setelah data PDB AS yang melemah dan meningkatnya ketidakpastian perdagangan global. Selama ekspektasi pelonggaran The Fed tetap hidup, NZD berpeluang mempertahankan bias penguatan moderat. Penguatan cukup signifikan dibanding mayor lainnya, dengan support di 0.5935 dan resistance terdekat di 0.6015.

USDJPY – USDJPY dibuka di 154.95 dan turun -0.62%. USD/JPY cenderung melemah seiring tekanan terhadap Dolar AS akibat kombinasi perlambatan ekonomi dan ketidakpastian kebijakan perdagangan. Data PDB AS yang melambat serta penurunan indeks sentimen konsumen memperkuat pandangan bahwa momentum ekonomi mulai mendingin. Meski notulen rapat Federal Reserve menunjukkan kewaspadaan terhadap inflasi, pasar tetap memperhitungkan kemungkinan penurunan suku bunga dalam beberapa kuartal mendatang. Dari sisi Jepang, inflasi melambat ke 1,5% tahunan, memberikan ruang bagi Bank of Japan untuk tetap berhati-hati dalam normalisasi kebijakan. Walau inflasi inti masih berada di sekitar target 2%, perlambatan harga headline mengurangi urgensi kenaikan suku bunga cepat. Dengan demikian, pelemahan USD/JPY lebih dipicu oleh faktor eksternal dari sisi AS dibanding penguatan fundamental Yen secara agresif. Pelemahan dolar terhadap yen cukup tajam, dengan support terdekat di 154.30 dan resistance di 155.60.

USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7749 dan melemah -0.49%. USD/CHF mengalami tekanan seiring pelemahan Dolar AS dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian geopolitik terkait tensi AS–Iran serta kebijakan perdagangan mendorong arus dana ke Franc Swiss. Di saat yang sama, meskipun data klaim pengangguran AS cukup solid, perlambatan pertumbuhan ekonomi menahan penguatan Dolar lebih lanjut. Dari sisi domestik, inflasi Swiss yang tetap positif di 0,1% memperkuat ekspektasi bahwa Swiss National Bank tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga. Stabilitas kebijakan moneter Swiss dan reputasi Franc sebagai aset lindung nilai menjaga tekanan turun pada USD/CHF dalam jangka pendek, terutama jika ketidakpastian global terus meningkat. Tekanan jual terlihat dominan, dengan support di 0.7710 dan resistance terdekat di 0.7785.

USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3678 dan turun -0.22%. USD/CAD melemah di tengah koreksi Dolar AS dan dinamika harga komoditas energi. Perlambatan pertumbuhan ekonomi AS serta keputusan hukum terkait tarif memperlemah sentimen terhadap USD. Di sisi lain, meskipun data penjualan ritel Kanada menunjukkan kontraksi bulanan, hasil tersebut masih lebih baik dari ekspektasi, sehingga membatasi tekanan terhadap Dolar Kanada. Pergerakan harga minyak mentah yang relatif stabil juga menopang CAD sebagai mata uang berbasis komoditas. Namun demikian, inflasi AS yang tetap tinggi membuat kebijakan Federal Reserve masih bersifat hati-hati, sehingga volatilitas USD/CAD tetap bergantung pada keseimbangan antara ekspektasi suku bunga AS dan prospek pertumbuhan global. Koreksi berlangsung moderat, dengan support terdekat di 1.3645 dan resistance di 1.3720.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:45am

NZD

Retail Sales q/q

0.9%

0.6%

1.9%

4:45am

NZD

Core Retail Sales q/q

1.5%

0.4%

1.2%

All Day

JPY

Bank Holiday

-

-

-

All Day

CNY

Bank Holiday

-

-

-

9:00am

NZD

Credit Card Spending y/y

-

-

-0.3%

2:30pm

CHF

PPI m/m

-

0.1%

-0.2%

4:00pm

EUR

German ifo Business Climate

-

88.4

87.6

6:00pm

GBP

MPC Member Taylor Speaks

-

-

-

8:00pm

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

9:00pm

EUR

Belgian NBB Business Climate

-

-7.5

-8.8

10:00pm

USD

Factory Orders m/m

-

-0.4%

2.7%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788