Home
>
News
>
Publication
>
EURUSD Menguat di Tengah Pelemahan Data AS dan Sikap Hati-hati ECB
EURUSD Menguat di Tengah Pelemahan Data AS dan Sikap Hati-hati ECB
Wednesday, 17 December 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1745

0.06%

GBPUSD

1.3411

0.11%

AUDUSD

0.6619

0.24%

NZDUSD

0.5776

0.21%

USDJPY

154.87

-0.23%

USDCHF

0.7944

-0.10%

USDCAD

1.3750

-0.01%

GOLDUD

4303.60

0.56%

USD/IDR

16,688

0.00%

Fokus EUR/USD:

  1. Kinerja DXY menguat ke zona 98.29
  2. The Fed tetap condong dovish

Rabu, 17 Desember 2025 - Euro dibuka di 1.1745 dan menguat 0.06%. EUR/USD tetap berada dalam tren penguatan meskipun sempat mengalami koreksi terbatas, seiring melemahnya momentum ekonomi Amerika Serikat yang semakin jelas tercermin dalam data terbaru. Aktivitas bisnis sektor swasta AS masih berada di zona ekspansi, namun laju pertumbuhannya melambat, dengan penurunan PMI manufaktur dan jasa yang mengindikasikan bahwa dorongan pertumbuhan ekonomi AS mulai kehilangan tenaga. Kondisi ini diperkuat oleh melemahnya pasar tenaga kerja, tercermin dari kenaikan tingkat pengangguran ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun serta perlambatan pertumbuhan upah. Kombinasi ini membuat dolar AS kembali tertekan, karena pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve tidak memiliki ruang yang cukup untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam jangka panjang.

Dari sisi kebijakan moneter, ekspektasi pasar terhadap arah The Fed tetap condong dovish, meskipun sejumlah pejabat Fed mencoba meredam spekulasi pemangkasan suku bunga yang agresif. Data Nonfarm Payrolls yang hanya menunjukkan pemulihan terbatas, ditambah revisi ke bawah pada data ketenagakerjaan bulan-bulan sebelumnya, memperkuat narasi bahwa pendinginan ekonomi AS bersifat struktural, bukan sementara. Pasar kini tetap memproyeksikan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026, sementara ketidakpastian terkait calon pengganti Ketua The Fed turut menambah tekanan pada dolar AS. Dalam kondisi ini, setiap reli dolar cenderung tertahan dan bersifat teknis semata, bukan didukung oleh fundamental yang kuat.

Sementara itu, euro mendapatkan dukungan dari persepsi bahwa European Central Bank telah mendekati akhir siklus pelonggaran kebijakan. Meskipun ECB diperkirakan menahan suku bunga dalam waktu dekat, perdebatan internal terkait prospek inflasi justru memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter akan tetap restriktif lebih lama. Proyeksi inflasi jangka menengah yang sempat turun di bawah target tidak serta-merta mendorong konsensus untuk pemangkasan dini, terutama di tengah ketahanan ekonomi kawasan euro yang relatif solid. Dengan latar belakang dolar AS yang rapuh dan ECB yang cenderung berhati-hati, keseimbangan risiko EUR/USD tetap mengarah ke atas, membuka ruang bagi kelanjutan penguatan euro selama tekanan fundamental terhadap dolar belum mereda.

Support terdekat berada di 1.1720, sementara resistance berada di 1.1775.

GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3411 dan naik 0.11%. Poundsterling menguat terhadap dolar AS seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa ekonomi Inggris masih menunjukkan ketahanan yang lebih baik dari kekhawatiran sebelumnya. Rilis awal PMI Inggris yang berada di atas ekspektasi memperkuat persepsi bahwa sektor jasa, sebagai tulang punggung ekonomi Inggris, tetap ekspansif meskipun suku bunga berada pada level restriktif. Data ketenagakerjaan yang masih relatif solid dan perlambatan inflasi yang berlangsung bertahap membuat pelaku pasar menilai bahwa Bank of England memang akan memangkas suku bunga, namun dengan ritme yang lebih terukur dan berhati-hati. Di sisi lain, dolar AS justru kehilangan daya tarik setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan pelemahan struktural, ditandai dengan kenaikan tingkat pengangguran dan perlambatan pertumbuhan upah. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga pada 2026, terlepas dari perbedaan pandangan internal di tubuh FOMC. Kombinasi ketahanan ekonomi Inggris dan melemahnya narasi “higher for longer” di AS menjadi faktor utama yang menopang penguatan GBP/USD dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3385, dengan resistance di 1.3450.

AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.6619 dan menguat 0.24%. Dolar Australia mendapatkan dukungan dari perubahan ekspektasi kebijakan moneter domestik, di mana Reserve Bank of Australia semakin dipersepsikan sebagai salah satu bank sentral terakhir yang akan melonggarkan kebijakan. Inflasi yang masih membandel dan keterbatasan kapasitas ekonomi membuat peluang kenaikan suku bunga RBA tetap terbuka, bahkan ketika bank sentral negara maju lain mulai condong ke arah pelonggaran. Hal ini menciptakan diferensial kebijakan yang relatif menguntungkan bagi AUD. Di saat yang sama, tekanan terhadap dolar AS akibat melemahnya data ekonomi dan meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga Fed membuat AUD/USD tetap terjaga meski sentimen risiko global tidak sepenuhnya kondusif. Walaupun data China masih menjadi faktor penghambat karena Australia sangat bergantung pada permintaan Negeri Tirai Bambu, pasar menilai bahwa sikap RBA yang lebih hawkish dibandingkan Fed cukup untuk menjaga AUD tetap atraktif dalam konteks mata uang utama. Support terdekat berada di 0.6595, sedangkan resistance berada di 0.6650.

NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5776 dan naik 0.21%. Kiwi dollar menguat seiring sikap Reserve Bank of New Zealand yang masih tegas mempertahankan suku bunga pada level restriktif dalam jangka waktu yang lebih lama. RBNZ secara konsisten menekankan bahwa inflasi belum sepenuhnya jinak, sehingga ruang untuk pelonggaran kebijakan masih sangat terbatas. Pendekatan ini menciptakan kontras yang jelas dengan Federal Reserve, yang mulai menghadapi tekanan untuk kembali melonggarkan kebijakan akibat pelemahan pasar tenaga kerja. Selain itu, melemahnya dolar AS akibat ekspektasi suku bunga yang lebih rendah ke depan membuat NZD/USD tetap mendapat aliran dukungan meski sentimen global belum sepenuhnya pulih. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi China memang membatasi potensi penguatan lebih agresif, namun selama RBNZ mempertahankan narasi suku bunga tinggi lebih lama, kiwi cenderung tetap resilien terhadap dolar AS.  Support terdekat berada di 0.5755, dengan resistance di 0.5805.

USDJPY - Yen Jepang dibuka di 154.87 dan melemah -0.23% terhadap dolar AS. Dolar AS melemah terhadap yen Jepang di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan akan melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya. Kenaikan inflasi domestik yang lebih stabil serta sinyal kuat dari otoritas BoJ mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan membuat yen kembali diminati. Pasar menilai bahwa era kebijakan ultra-longgar Jepang benar-benar mendekati akhir, sebuah perubahan struktural besar bagi pasar valuta asing global. Di sisi AS, data ketenagakerjaan yang melemah dan perlambatan pertumbuhan upah mengurangi daya tarik dolar sebagai aset berbasis imbal hasil. Ketika perbedaan arah kebijakan antara BoJ yang semakin hawkish dan Fed yang cenderung dovish semakin jelas, tekanan terhadap USD/JPY pun meningkat. Yen juga diuntungkan oleh perannya sebagai aset safe haven ketika ketidakpastian global meningkat. Support terdekat berada di 154.50, sementara resistance berada di 155.25.

USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.7944 dan melemah -0.10%. Dolar AS juga melemah terhadap franc Swiss, didorong oleh kombinasi melemahnya fundamental dolar dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Meskipun Swiss National Bank mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dan inflasi Swiss sangat jinak, franc tetap menarik ketika pasar global menghadapi ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter AS kehilangan arah yang jelas. Ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed pada 2026 serta ketidakpastian politik terkait kepemimpinan The Fed menambah tekanan terhadap dolar AS. Dalam konteks ini, USD/CHF cenderung bergerak melemah karena investor memilih franc sebagai lindung nilai, terlepas dari rendahnya imbal hasil di Swiss. Support terdekat berada di 0.7925, sedangkan resistance berada di 0.7970.

USDCAD - Dolar Kanada dibuka di 1.3750 dan turun tipis -0.01%. Pasangan USD/CAD tertekan oleh kombinasi melemahnya dolar AS dan stabilnya fundamental Kanada. Inflasi Kanada yang tetap terkendali dan sinyal Bank of Canada bahwa siklus pelonggaran kemungkinan telah mendekati akhir membuat dolar Kanada relatif stabil. Penyempitan selisih suku bunga antara AS dan Kanada mengurangi keunggulan struktural dolar AS yang selama ini menopang pasangan ini. Selain itu, pasar energi yang relatif stabil turut mendukung dolar Kanada, mengingat peran penting sektor komoditas dalam perekonomian Kanada. Dengan ekspektasi Fed yang semakin condong ke arah penurunan suku bunga lanjutan, USD/CAD cenderung tetap berada dalam tekanan selama tidak ada kejutan signifikan dari sisi ekonomi AS. Support terdekat berada di 1.3725, dan resistance di 1.3780.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:45am

CAD

BOC Gov Macklem Speaks

-

-

-

3:00am

NZD

Westpac Consumer Sentiment

96.5

-

90.9

4:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

4:45am

NZD

Current Account

-8.37B

-7.62B

-1.30B

6:30am

AUD

MI Leading Index m/m

0.0%

-

0.1%

6:50am

JPY

Core Machinery Orders m/m

7.0%

-1.8%

4.2%

6:50am

JPY

Trade Balance

0.06T

-0.20T

0.07T

7:00am

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

2:00pm

GBP

CPI y/y

-

3.5%

3.6%

2:00pm

GBP

Core CPI y/y

-

3.4%

3.4%

2:00pm

GBP

PPI Input m/m

-

0.4%

-0.3%

2:00pm

GBP

PPI Output m/m

-

0.1%

0.0%

2:00pm

GBP

RPI y/y

-

4.2%

4.3%

4:00pm

EUR

German ifo Business Climate

-

88.2

88.1

4:30pm

GBP

HPI y/y

-

2.4%

2.6%

5:00pm

EUR

Final Core CPI y/y

-

2.4%

2.4%

5:00pm

EUR

Final CPI y/y

-

2.2%

2.2%

6:00pm

GBP

CBI Industrial Order Expectations

-

-35

-37

8:15pm

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

8:30pm

CAD

Foreign Securities Purchases

-

21.84B

31.32B

9:00pm

CHF

SNB Quarterly Bulletin

-

-

-

9:05pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

10:30pm

USD

Crude Oil Inventories

 

-2.4M

-1.8M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788