Home
>
News
>
Publication
>
EURUSD Melemah Imbas Tingkat Inflasi Jerman Yang Meningkat
EURUSD Melemah Imbas Tingkat Inflasi Jerman Yang Meningkat
Wednesday, 11 December 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0526

-0.06%

GBPUSD

1.2768

-0.12%

AUDUSD

0.6377

-0.11%

NZDUSD

0.5798

-0.10%

USDJPY

151.96

-0.21%

USDCHF

0.8823

0.07%

USDCAD

1.4174

0.02%

GOLDUD

2693.81

0.23%

USD/IDR

15860

0.22%

Fokus EURUSD:

  1. Inflasi Jerman
  2. Jelang rilis data CPI AS

Rabu, 11 Desember 2024 - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0530. Pasangan mata uang Euro menunjukan penurunan setelah penurunan inflasi Jerman yang tetap stabil. Inflasi tahunan Jerman tercatat 2,2% pada bulan November, naik dari 2% pada bulan Oktober, namun sesuai dengan estimasi awal. Data ini menunjukkan bahwa tekanan harga di ekonomi terbesar Eropa tetap tinggi, meskipun pertumbuhan ekonomi melambat dan ketidakpastian politik meningkat setelah jatuhnya pemerintahan koalisi.

Disisi lain, pelaku pasar memproyeksikan European Central Bank (ECB) akan memangkas suku bunga utamanya sebesar 25 basis poin pada pengumuman kebijakan mendatang. Jika terealisasi, ini akan menjadi pemangkasan keempat dalam tahun ini. Sementara itu, ketidakpastian politik di zona euro, seperti situasi di Prancis dan Jerman, menambah tekanan pada euro. Prospek tarif perdagangan dari Presiden AS terpilih Donald Trump juga berisiko mengganggu ekspor zona euro, memperburuk situasi ekonomi yang sudah rapuh.

Sementara itu, di Amerika Serikat, Indeks Optimisme Bisnis NFIB melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2021, mencerminkan pandangan positif terhadap ekonomi domestik. Pelaku pasar sekarang menanti data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada hari Rabu. Inflasi tahunan AS diperkirakan meningkat menjadi 2,7% dari 2,6% di bulan sebelumnya. Data ini akan menjadi penentu utama bagi kebijakan suku bunga Federal Reserve, yang direncanakan pada minggu depan. Kombinasi antara kekuatan dolar AS dan kelemahan di Eropa menambah tekanan pada EURUSD, yang berada di bawah tekanan menjelang pengumuman kebijakan besar dari kedua sisi Bank Sentral.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD turun. Support terdekatnya di zona 1.0490 dan resistance terdekatnya di zona 1.0590. Support lanjutan di zona 1.0440 dan dilanjutkan ke zona 1.0390. Resistance lanjutan di zona 1.0630 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.0660.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2760. Kerapuhan pada mata uang Poundsterling menjelang rilis data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS pada Rabu bawa tekanan pada GBPUSD. Dengan minimnya data ekonomi signifikan dari Inggris, pergerakan pasangan mata uang ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global. Inflasi inti AS diperkirakan naik dari 2,6% menjadi 2,7% secara tahunan, sementara inflasi keseluruhan diproyeksikan tetap stabil di 3,3%. Jika data ini mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperlambat laju pemangkasan suku bunga, Dolar AS berpotensi mendapatkan dorongan lebih lanjut, menekan pergerakan Pound. Dengan prospek kenaikan inflasi AS yang dapat mengurangi peluang pemangkasan suku bunga Fed pada pertemuan mendatang, GBPUSD menghadapi tekanan lebih lanjut. Support terdekatnya di area 1.2720 dan resistance terdekatnya di zona 1.2800.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6380. Kinerja mata uang Aussie melemah ditekan oleh Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 4,35% dalam pertemuan kebijakan terbarunya. Langkah tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar, dengan RBA tetap pada kebijakan “higher for longer”. Pernyataan kebijakan yang dirilis menunjukkan nada yang sedikit dovish, mengindikasikan bahwa inflasi mulai bergerak mendekati target. Namun, risiko kenaikan inflasi tetap ada, dan ketidakpastian tentang prospek ekonomi global masih tinggi. Pernyataan RBA kali ini menimbulkan spekulasi pasar bahwa penurunan suku bunga bisa dimulai pada Februari 2024, lebih awal dari perkiraan sebelumnya di Mei. Spekulasi ini telah mendorong pelemahan lebih lanjut pada dolar Australia. Sementara itu, pasar juga memperhatikan langkah pemerintah China yang berkomitmen melonggarkan kebijakan moneter untuk mendorong ekonomi domestik. Support terdekatnya di zona 0.6350 dan resistance terdekatnya di zona 0.6420

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5800. Pasangan mata uang Kiwi ditekan oleh menguatnya kinerja USD imbas suasana pasar yang saat ini sedang menanti data CPI AS serta data China yang buruk. Data ekonomi China yang lemah memberikan tekanan tambahan pada Kiwi. Pertumbuhan ekspor China melambat menjadi 6,7% secara tahunan pada November, jauh di bawah ekspektasi 8,5%. Impor bahkan mencatat kontraksi 3,9%, menunjukkan lemahnya permintaan domestik dan global. Karena China merupakan mitra dagang utama Selandia Baru, penurunan ini mengindikasikan potensi dampak negatif pada ekspor Selandia Baru, terutama di sektor manufaktur. Dengan potensi tarif dari Presiden AS terpilih Donald Trump yang membayangi, prospek perdagangan global semakin suram, dan NZDUSD menjadi semakin rentan.  Support terdekatnya di area 0.5780 dan resistance terdekatnya di zona 0.5830.

USDJPY – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 151.96 akibat kinerja yen yang menguat. Di sisi Jepang, Inflasi grosir Jepang meningkat selama tiga bulan berturut-turut karena perusahaan terus meneruskan kenaikan biaya bahan mentah dan tenaga kerja, data menunjukkan pada hari Rabu, membuat bank sentral berada di bawah tekanan untuk menaikkan suku bunga lagi. Fokus pasar kedepan menunggu pertemuan kebijakan dua hari Bank Sentral Jepang yang berakhir pada 19 Desember, dengan pelaku pasar memperkirakan Bank Sentral Jepang kemungkinan menaikkan suku bunga jangka pendek dari 0,25% saat ini. Support terdekatnya di zona 151.80 dan resistance terdekatnya di zona 152.65.

USDCAD – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 1.4174. Di sisi Kanada, pelaku pasar menunggu dengan kehati-hatian karena pelaku pasar bertaruh pada penurunan suku bunga besar-besaran lagi pada minggu ini dari Bank Kanada sebesar setengah poin persentase menjadi 3,25% pada hari Rabu, setelah melakukan penurunan sebesar itu pada bulan Oktober untuk pertama kalinya dalam 15 tahun di luar era pandemi. Support terdekatnya di zona 1.4100 dan resistance terdekatnya di zona 1.4185.

USDCHF - Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 0.8830. Pasangan mata uang Swiss menguat didukung oleh meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketegangan yang terus meningkat di Timur Tengah. Ketegangan tersebut memuncak setelah Presiden Suriah Bashar al-Assad dan keluarganya melarikan diri ke Moskow untuk mendapatkan suaka politik, mengakhiri 50 tahun rezim diktator brutal di Suriah. Di sisi kebijakan moneter, perhatian pasar tertuju pada keputusan suku bunga Swiss National Bank (SNB) pada Kamis. SNB diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%, berdasarkan jajak pendapat Reuters yang menunjukkan lebih dari 85% ekonom memperkirakan langkah ini. Meski begitu, pandangan dovish dari SNB dapat membebani Franc Swiss dan memberikan dukungan bagi USDCHF. Support terdekatnya di zona 0.8800 dan resistance terdekatnya di zona 0.8890.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:45 AM

NZD

Manufacturing Sales q/q

-0.1%

-

0.9%

6:50 AM

JPY

BSI Manufacturing Index

6.3

1.8

4.5

6:50 AM

JPY

PPI y/y

3.7%

3.4%

3.6%

2:00 PM

AUD

RBA Deputy Gov Hauser Speaks

-

-

-

Tentative

CNY

New Loans

-

950B

500B

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

7.6%

7.5%

Tentative

GBP

10-y Bond Auction

4.48

-

2.8 (BTC)

8:30 PM

USD

Core CPI m/m

-

0.3%

0.3%

8:30 PM

USD

CPI m/m

-

0.3%

0.2%

8:30 PM

USD

CPI y/y

-

2.7%

2.6%

9:45 PM

CAD

BOC Rate Statement

-

-

 

9:45 PM

CAD

Overnight Rate

-

3.25%

3.75%

10:30 PM

CAD

BOC Press Conference

-

-

-

10:30 PM

USD

Crude Oil Inventories

-

-1.0M

-5.1M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788