INDIKATOR HARGA
| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1806 | -0.06% |
GBPUSD | 1.3654 | -0.11% |
AUDUSD | 0.7007 | -0.20% |
NZDUSD | 0.6008 | -0.20% |
USDJPY | 156.70 | 0.18% |
USDCHF | 0.7757 | 0.23% |
USDCAD | 1.3654 | 0.12% |
GOLDUD | 4995.96 | 0.56% |
USD/IDR | 16,795 | -0.18% |
Fokus EUR/USD:
Kamis, 04 Februari 2026 – Euro dibuka di 1.1806 dan terkoreksi tipis 0.06%. EUR/USD bergerak relatif datar di sekitar level 1,1800, mencerminkan fase konsolidasi setelah reli kuat sepanjang satu tahun terakhir. Penguatan euro yang mencapai sekitar 14% dalam 12 bulan terakhir terutama didorong oleh menyempitnya selisih kebijakan suku bunga antara Eropa dan Amerika Serikat, serta melemahnya dolar AS secara struktural. Meski demikian, euro kini mulai kehilangan momentum jangka pendek seiring pasar menilai bahwa sebagian besar sentimen positif tersebut telah tercermin dalam harga. Data inflasi dan aktivitas jasa di kawasan euro yang cenderung melemah turut membatasi ruang apresiasi lanjutan, membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam menambah eksposur terhadap euro di level saat ini.
Fokus utama pasar kini tertuju pada pertemuan European Central Bank (ECB), di mana suku bunga diperkirakan tetap dipertahankan. ECB secara konsisten menegaskan bahwa kebijakan moneter berada di posisi yang “tepat”, dengan inflasi mendekati target dan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil. Namun, inflasi terbaru yang turun ke bawah target 2% menimbulkan perdebatan baru di kalangan investor mengenai arah kebijakan selanjutnya. Di satu sisi, euro yang terlalu kuat berpotensi menekan inflasi lebih jauh melalui penurunan harga impor. Di sisi lain, ECB masih menilai risiko global termasuk ketegangan perdagangan dan ketidakpastian geopolitik sebagai faktor yang dapat dengan cepat mengubah keseimbangan ekonomi kawasan euro.
Dari sisi eksternal, arah EUR/USD masih sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS. Pemerintah AS kembali menegaskan komitmen terhadap kebijakan dolar kuat, sementara penunjukan figur yang cenderung berhati-hati dalam pelonggaran moneter sebagai calon pimpinan The Fed memberikan dukungan tambahan bagi greenback. Meski data ketenagakerjaan AS tertahan akibat penundaan rilis selama penutupan pemerintah, ketiadaan data negatif justru membantu menjaga sentimen positif terhadap dolar. Dalam kondisi ini, pergerakan EUR/USD lebih mencerminkan tarik-menarik antara stabilitas kebijakan ECB dan ketahanan fundamental AS, sehingga pasangan ini cenderung bergerak terbatas sambil menunggu katalis baru yang lebih tegas dari kedua sisi Atlantik.
Dengan support di 1.1765 dan resistance di 1.1855.
GBPUSD – Pound dibuka di 1.3654, turun 0.11%. Pasangan GBP/USD cenderung melemah dan bergerak tanpa arah yang jelas karena pelaku pasar memilih bersikap menunggu kejelasan kebijakan dari Bank of England (BoE). Ketidakpastian ini mencerminkan keraguan investor terhadap prospek ekonomi Inggris ke depan, terutama setelah keputusan penurunan suku bunga sebelumnya yang diambil dengan selisih suara sangat tipis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa di internal BoE sendiri masih terdapat perbedaan pandangan terkait urgensi pelonggaran lanjutan, sehingga pasar menilai kebijakan moneter Inggris belum memiliki arah yang benar-benar solid. Di sisi lain, dolar AS mendapat dukungan dari ketahanan ekonomi Amerika Serikat yang relatif lebih baik. Data ketenagakerjaan dan aktivitas bisnis AS, meskipun tidak selalu konsisten kuat, tetap cukup untuk menjaga ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga. Kombinasi antara sikap wait and see BoE dan ketahanan ekonomi AS membuat GBP/USD lebih rentan bergerak melemah dalam jangka pendek, terutama saat sentimen global kembali condong ke aset berdenominasi dolar AS. Dengan support di 1.3605 dan resistance di 1.3705.
AUDUSD – Aussie dibuka di 0.7007 dan melemah 0.20%. AUD/USD menunjukkan kecenderungan melemah meskipun data domestik Australia relatif positif. Surplus perdagangan yang membesar, pemulihan ekspor, serta aktivitas sektor jasa yang ekspansif seharusnya menjadi faktor pendukung bagi dolar Australia. Namun, pasar justru menilai bahwa sentimen global saat ini lebih dominan dibandingkan kekuatan fundamental domestik Australia, sehingga dampak data positif tersebut menjadi terbatas. Selain itu, meskipun Reserve Bank of Australia masih membuka peluang pengetatan lanjutan, investor global tetap berhati-hati terhadap mata uang berisiko seperti AUD. Penguatan dolar AS yang didorong oleh persepsi stabilitas kebijakan The Fed dan membaiknya sentimen risiko global membuat AUD/USD sulit melanjutkan penguatan. Akibatnya, tekanan pada pasangan ini lebih mencerminkan pergeseran aliran dana global ketimbang melemahnya kondisi ekonomi Australia itu sendiri. Bias koreksi masih kebawa, dengan support terdekat di 0.6960 dan resistance di 0.7055.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.6008, turun 0.20%. NZD/USD juga berada dalam tekanan seiring pasar menilai kondisi ekonomi Selandia Baru masih belum cukup kuat untuk mendorong perubahan kebijakan moneter. Data ketenagakerjaan yang menunjukkan peningkatan jumlah tenaga kerja memang memberi sinyal perbaikan, namun kenaikan tingkat pengangguran dan lemahnya pertumbuhan upah justru memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi domestik tetap terkendali. Situasi ini membuat dolar Selandia Baru menjadi lebih sensitif terhadap pergerakan dolar AS dan sentimen global. Dengan Reserve Bank of New Zealand diperkirakan mempertahankan kebijakan yang akomodatif, investor cenderung mengurangi eksposur pada NZD ketika dolar AS menguat. Alhasil, NZD/USD lebih mudah bergerak melemah saat pasar global kembali mencari keamanan di mata uang utama. Masih mengalami tekanan dengan support psikologis di 0.6000 dan resistance di 0.6055.
USDJPY – Dolar AS lanjut menguat ke 156.70, naik 0.18%. USD/JPY menguat signifikan seiring melemahnya yen Jepang akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Jepang. Kebijakan belanja pemerintah yang ekspansif serta rencana stimulus lanjutan memicu kekhawatiran pasar terhadap peningkatan utang negara, sehingga menekan kepercayaan terhadap yen. Faktor politik, khususnya menjelang pemilu, turut memperburuk sentimen karena pasar memperkirakan kelanjutan kebijakan fiskal longgar. Dari sisi dolar AS, sentimen justru cenderung positif. Persepsi bahwa kebijakan moneter AS akan tetap relatif ketat, ditambah stabilitas politik dan ekonomi AS, membuat dolar semakin menarik. Meskipun terdapat potensi intervensi dari otoritas Jepang, pasar menilai langkah tersebut bersifat sementara, sehingga USD/JPY tetap mendapatkan dorongan penguatan dari perbedaan fundamental kedua negara. Yen masih kepencet, dengan support di 156.10 dan resistance terdekat di 157.30.
USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7757 dan naik 0.23%. USD/CHF cenderung menguat secara bertahap meskipun pergerakannya relatif terbatas. Franc Swiss masih berfungsi sebagai aset lindung nilai, namun rendahnya tekanan inflasi di Swiss membuat Swiss National Bank tidak memiliki urgensi untuk memperketat kebijakan. Kondisi ini membatasi potensi penguatan CHF secara signifikan. Sementara itu, dolar AS tetap mendapatkan dukungan dari stabilitas kebijakan dan ekspektasi suku bunga yang relatif tinggi. Ketika pasar global berada dalam fase berhati-hati, arus dana cenderung lebih memilih dolar AS dibanding franc Swiss. Hal ini menjadikan USD/CHF lebih condong menguat, meskipun tanpa dorongan agresif, seiring dominasi sentimen dolar di pasar global. Dengan support di 0.7720 dan resistance di 0.7805.
USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3654 dan menguat 0.12%. USD/CAD bergerak menguat dengan dukungan dari penguatan dolar AS dan melemahnya dolar Kanada yang sensitif terhadap harga minyak. Penurunan harga minyak global mengurangi daya tarik CAD, mengingat Kanada merupakan salah satu eksportir energi utama. Hal ini membuat aliran dana cenderung keluar dari mata uang Kanada, terutama ketika prospek permintaan energi global masih dibayangi ketidakpastian. Di sisi lain, meskipun data manufaktur Kanada menunjukkan perbaikan, pasar tetap menilai bahwa arah kebijakan moneter AS lebih menentukan. Dengan The Fed dipersepsikan akan bersikap lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga dibanding bank sentral Kanada, perbedaan kebijakan ini mendorong USD/CAD tetap berada dalam tren penguatan moderat. Dengan support di 1.3610 dan resistance di 1.3700.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:30am | USD | FOMC Member Cook Speaks | - | - | - |
7:30am | AUD | Goods Trade Balance | 3.37B | 3.42B | 2.60B |
Tentative | AUD | NAB Quarterly Business Confidence | - | - | 2 |
10:35am | JPY | 30-y Bond Auction | - | - | 3.45|3.1 |
2:00pm | EUR | German Factory Orders m/m | - | -1.8% | 5.6% |
2:45pm | EUR | French Industrial Production m/m | - | 0.2% | -0.1% |
4:00pm | EUR | Italian Retail Sales m/m | - | -0.4% | 0.5% |
4:30pm | GBP | Construction PMI | - | 42.2 | 40.1 |
5:00pm | EUR | Retail Sales m/m | - | -0.2% | 0.2% |
Tentative | EUR | Spanish 10-y Bond Auction | - | - | 3.20|1.9 |
Tentative | EUR | French 10-y Bond Auction | - | - | 3.53|2.0 |
7:00pm | GBP | BOE Monetary Policy Report | - | - | - |
7:00pm | GBP | Monetary Policy Summary | - | - | - |
7:00pm | GBP | MPC Official Bank Rate Votes | - | 0-2-7 | 0-5-4 |
7:00pm | GBP | Official Bank Rate | - | 3.75% | 3.75% |
7:30pm | GBP | BOE Gov Bailey Speaks | - | - | - |
7:30pm | USD | Challenger Job Cuts y/y | - | - | -8.3% |
8:15pm | EUR | Main Refinancing Rate | - | 2.15% | 2.15% |
8:15pm | EUR | Monetary Policy Statement | - | - | - |
8:30pm | USD | Unemployment Claims | - | 212K | 209K |
8:45pm | EUR | ECB Press Conference | - | - | - |
10:00pm | USD | JOLTS Job Openings | - | - | - |
10:30pm | USD | Natural Gas Storage | - | -379B | -242B |
10:50pm | USD | FOMC Member Bostic Speaks | - | - | - |