| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1896 | 0.15% |
GBPUSD | 1.3671 | 0.18% |
AUDUSD | 0.7076 | 0.27% |
NZDUSD | 0.6042 | 0.22% |
USDJPY | 156.29 | -0.40% |
USDCHF | 0.7677 | -0.34% |
USDCAD | 1.3568 | -0.12% |
GOLDUD | 5057.53 | -1.39% |
USD/IDR | 16,833 | 0.00% |
Fokus EUR/USD:
10 Februari 2026 - Euro dibuka di 1.1896 dan menguat 0.15%. EURUSD mempertahankan momentum penguatan dan bergerak stabil di kisaran 1,19 setelah mencatat kenaikan signifikan dalam dua hari terakhir. Penguatan ini terutama dipicu oleh tekanan yang masih membayangi dolar AS, seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga setidaknya dua kali sepanjang tahun ini. Di tengah lingkungan risk-on global, daya tarik dolar AS sebagai aset lindung nilai juga cenderung berkurang, sehingga membuka ruang bagi euro untuk tetap berada di jalur apresiasi meskipun terjadi konsolidasi jangka pendek.
Sentimen terhadap dolar AS semakin tertekan setelah muncul laporan bahwa otoritas Tiongkok menganjurkan lembaga keuangan untuk mengurangi eksposur terhadap obligasi pemerintah AS. Langkah tersebut dipandang mencerminkan kekhawatiran atas volatilitas pasar keuangan global serta isu independensi bank sentral AS. Kondisi ini memperkuat persepsi negatif terhadap dolar AS di mata investor global. Di sisi lain, euro memperoleh dukungan tambahan dari membaiknya sentimen ekonomi kawasan Eropa, tercermin dari kenaikan tajam indeks kepercayaan investor yang mengindikasikan fase pemulihan ekonomi mulai terbentuk.
Dari sisi kebijakan moneter, perbedaan arah antara Federal Reserve dan European Central Bank menjadi faktor fundamental utama yang menopang EUR/USD. ECB dinilai berada dalam posisi yang relatif lebih hawkish setelah menghentikan siklus pemangkasan suku bunga, seiring pertumbuhan ekonomi yang terbukti lebih tangguh dari perkiraan. Sebaliknya, The Fed semakin dekat dengan fase pelonggaran kebijakan akibat tanda-tanda perlambatan pasar tenaga kerja AS. Dengan latar belakang tersebut, arah pergerakan EUR/USD masih cenderung positif, sementara setiap koreksi terbatas berpotensi dipandang pelaku pasar sebagai penyesuaian sementara dalam tren penguatan yang lebih luas.
Penguatan masih terjaga meski terbatas, dengan support terdekat di 1.1865 dan resistance di 1.1935.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3671 dan naik 0.18%. Pasangan GBP/USD cenderung menguat seiring melemahnya dolar AS di pasar global, meskipun pergerakannya masih dibayangi dinamika politik domestik Inggris. Tekanan terhadap dolar AS muncul akibat meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis data ketenagakerjaan dan inflasi Amerika Serikat yang sempat tertunda. Selain itu, kekhawatiran atas arah kebijakan fiskal dan perdagangan Amerika Serikat turut menurunkan minat investor terhadap dolar AS dalam jangka pendek. Kondisi ini memberikan ruang bagi pound sterling untuk tetap bertahan di zona penguatan meskipun volatilitas masih relatif tinggi. Dari sisi Inggris, penguatan pound masih dibatasi oleh ketidakpastian politik menyusul pengunduran diri pejabat senior pemerintah dan meningkatnya spekulasi terkait stabilitas kepemimpinan Perdana Menteri. Pasar juga mencermati arah kebijakan Bank of England yang mulai membuka peluang pelonggaran moneter secara bertahap tahun ini. Kombinasi antara pelemahan dolar AS dan kehati-hatian terhadap prospek ekonomi Inggris membuat GBP/USD bergerak menguat secara terbatas, dengan kecenderungan stabil selama tidak muncul eskalasi risiko politik yang lebih besar. Pergerakan cenderung positif moderat, dengan support di 1.3635 dan resistance terdekat di 1.3715.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7076 dan menguat 0.27%. AUD/USD menunjukkan penguatan yang relatif solid, didorong oleh membaiknya sentimen risiko global dan sikap kebijakan moneter Bank Sentral Australia yang dinilai masih cenderung ketat. Pernyataan otoritas moneter Australia yang menegaskan bahwa tekanan kapasitas ekonomi masih tinggi telah memperkuat persepsi bahwa pelonggaran kebijakan tidak akan dilakukan secara agresif dalam waktu dekat. Hal ini meningkatkan daya tarik dolar Australia di tengah melemahnya dolar AS secara luas. Selain faktor domestik, membaiknya sentimen geopolitik global dan berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap potensi guncangan eksternal turut mendukung mata uang berbasis siklus seperti AUD. Di sisi lain, pelemahan dolar AS dipicu oleh meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve serta kekhawatiran terhadap kredibilitas kebijakan ekonomi AS. Dengan latar belakang tersebut, AUD/USD berpotensi tetap berada dalam tren penguatan moderat selama sentimen global relatif kondusif. Momentum penguatan masih bertahan, dengan support terdekat di 0.7045 dan resistance di 0.7110.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.6042 dan naik 0.22%. Penguatan NZD/USD didorong oleh tekanan yang masih membayangi dolar AS, seiring meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve pada paruh kedua tahun ini. Ketidakpastian jadwal rilis data ekonomi AS akibat gangguan administratif turut mendorong investor bersikap lebih defensif terhadap dolar AS. Kondisi ini membuka ruang apresiasi bagi dolar Selandia Baru meskipun fundamental domestik masih menunjukkan sinyal yang beragam. Dari dalam negeri, data ketenagakerjaan Selandia Baru yang mencerminkan kenaikan tingkat pengangguran membatasi potensi penguatan yang lebih agresif. Namun, inflasi yang masih berada di atas target serta prospek kebijakan moneter yang cenderung berhati-hati membuat NZD tetap menarik di mata investor jangka menengah. Dengan kombinasi pelemahan dolar AS dan ekspektasi kebijakan RBNZ yang stabil, NZD/USD berpeluang mempertahankan bias positif secara bertahap. Pergerakan masih berada dalam rentang penguatan terbatas, dengan support di 0.6010 dan resistance terdekat di 0.6080.
USDJPY – Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 156.29 dan turun -0.40%. USD/JPY bergerak melemah seiring menguatnya yen Jepang, didukung oleh dinamika politik domestik Jepang dan meningkatnya kewaspadaan otoritas terhadap pergerakan nilai tukar yang terlalu tajam. Kemenangan besar partai berkuasa dalam pemilu memberikan kepastian politik, namun juga memicu spekulasi mengenai potensi tekanan inflasi akibat agenda fiskal ekspansif. Hal ini mendorong pasar untuk kembali memperhitungkan kemungkinan penyesuaian kebijakan moneter Jepang dalam jangka menengah. Di sisi lain, pelemahan dolar AS akibat ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi AS turut memperkuat tekanan terhadap USD/JPY. Pernyataan otoritas Jepang yang menegaskan komitmen untuk memantau pasar valuta asing juga berperan menahan pelemahan yen lebih lanjut. Secara keseluruhan, kombinasi faktor domestik Jepang dan melemahnya sentimen dolar AS membuat USD/JPY cenderung bergerak turun secara bertahap. Koreksi masih berlanjut, dengan support terdekat di 155.80 dan resistance di 156.90.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7677 dan melemah -0.34%. USD/CHF bergerak melemah seiring tekanan luas terhadap dolar AS dan meningkatnya minat investor terhadap mata uang safe haven alternatif seperti franc Swiss. Ketidakpastian global, termasuk dinamika kebijakan ekonomi AS dan penundaan rilis data penting, mendorong investor untuk mengurangi eksposur terhadap dolar AS. Dalam konteks ini, franc Swiss tetap dipandang sebagai aset lindung nilai yang stabil. Dari sisi Swiss, kebijakan moneter yang sangat berhati-hati dengan fokus utama pada stabilitas harga menjaga daya tarik CHF di tengah volatilitas global. Sementara Federal Reserve semakin dekat dengan fase pelonggaran kebijakan, Swiss National Bank tetap menekankan komitmen menjaga stabilitas inflasi. Perbedaan persepsi kebijakan ini membuat USD/CHF berada dalam tekanan, dengan kecenderungan melemah selama ketidakpastian global masih bertahan. Tekanan jual masih mendominasi pergerakan, dengan support di 0.7645 dan resistance di 0.7715.
USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3568 dan turun -0.12%. USD/CAD mengalami tekanan turun seiring menguatnya dolar Kanada yang didukung oleh harga minyak yang relatif stabil dan ekspektasi kebijakan moneter Bank of Canada yang lebih berhati-hati dibandingkan Federal Reserve. Sebagai mata uang berbasis komoditas, dolar Kanada mendapat manfaat dari pemulihan harga energi serta arus masuk modal asing yang mencari imbal hasil relatif lebih menarik di Kanada. Sementara itu, dolar AS masih dibayangi oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan kekhawatiran terhadap prospek fiskal Amerika Serikat. Data ketenagakerjaan AS yang melambat turut memperkuat pandangan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga tahun ini. Dengan latar belakang perbedaan arah kebijakan moneter dan dukungan dari sektor energi, USD/CAD cenderung bergerak melemah dalam jangka pendek. Pergerakan cenderung melemah terbatas, dengan support terdekat di 1.3535 dan resistance di 1.3605.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | EUR | ECB President Lagarde Speaks | - | - | - |
1:30am | USD | FOMC Member Waller Speaks | - | - | - |
2:30am | GBP | MPC Member Mann Speaks | - | - | - |
2:30am | USD | FOMC Member Miran Speaks | - | - | - |
3:15am | USD | FOMC Member Bostic Speaks | - | - | - |
5:00am | USD | FOMC Member Miran Speaks | - | - | - |
5:15am | GBP | MPC Member Mann Speaks | - | - | - |
6:30am | AUD | Westpac Consumer Sentiment | -2.6% | - | -1.7% |
6:50am | JPY | M2 Money Stock y/y | 1.6% | 1.7% | 1.7% |
7:01am | GBP | BRC Retail Sales Monitor y/y | 2.3% | 1.3% | 1.0% |
7:30am | AUD | NAB Business Confidence | 3 | - | 2 |
1:00pm | JPY | Prelim Machine Tool Orders y/y | - | - | 10.9% |
Tentative | CNY | M2 Money Supply y/y | - | 8.3% | 8.5% |
Tentative | CNY | New Loans | - | 5000B | 910B |
6:00pm | USD | NFIB Small Business Index | - | 99.8 | 99.5 |
Tentative | USD | ADP Weekly Employment Change | - | - | 7.8K |
8:30pm | USD | Core Retail Sales m/m | - | 0.3% | 0.5% |
8:30pm | USD | Retail Sales m/m | - | 0.4% | 0.6% |
8:30pm | USD | Employment Cost Index q/q | - | 0.8% | 0.8% |
8:30pm | USD | Import Prices m/m | - | 0.1% | 0.4% |
10:00pm | USD | Business Inventories m/m | - | 0.2% | 0.3% |