Home
>
News
>
Publication
>
EUR/USD Melemah Terbatas Pasca FOMC, The Fed Tegaskan Sikap Wait and See
EUR/USD Melemah Terbatas Pasca FOMC, The Fed Tegaskan Sikap Wait and See
Thursday, 29 January 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1985

-0.29%

GBPUSD

1.3834

-0.33%

AUDUSD

0.7049

-0.40%

NZDUSD

0.6070

-0.43%

USDJPY

152.76

0.43%

USDCHF

0.7646

0.50%

USDCAD

1.3554

-0.18%

GOLDUD

5446.99

2.85%

USD/IDR

16,718

0.00%

Fokus EUR/USD:

  1. Pasca Keputusan FOMC
  2. Dinamika kebijakan di Eropa

Kamis, 29 Januari 2026 – Euro dibuka di 1.1985 dan melemah -0.29%. EUR/USD bergerak melemah terbatas setelah keputusan FOMC The Fed yang mempertahankan suku bunga dan menegaskan sikap kebijakan yang berhati-hati serta sangat bergantung pada data. Setelah periode pelemahan dolar AS yang cukup dalam, pernyataan The Fed dan komunikasi pasca-rapat memberikan ruang bagi dolar untuk melakukan stabilisasi. Pasar menilai bahwa meskipun arah kebijakan ke depan masih condong ke pelonggaran, The Fed tidak berada di bawah tekanan untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat, sehingga mengurangi urgensi untuk terus menjual dolar AS secara agresif.

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell menekankan bahwa kondisi pasar tenaga kerja relatif stabil dan inflasi masih berada di atas target, meskipun tekanan harga telah menunjukkan tanda-tanda moderasi. Powell juga menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini berada di kisaran yang mendekati netral dan keputusan selanjutnya akan diambil secara meeting by meeting. Pernyataan ini dipandang pasar sebagai sinyal bahwa The Fed ingin menjaga fleksibilitas kebijakan di tengah ketidakpastian global, sekaligus menahan ekspektasi pelonggaran moneter yang terlalu cepat. Sikap ini menjadi katalis utama pemulihan terbatas dolar AS pasca-FOMC dan menekan ruang penguatan lanjutan EUR/USD.

Selain faktor The Fed, dinamika kebijakan di Eropa turut berperan dalam membatasi penguatan euro terhadap dolar AS. Sejumlah pejabat European Central Bank menyampaikan kekhawatiran bahwa apresiasi euro yang terlalu kuat berpotensi menekan inflasi lebih rendah dari target, terutama melalui jalur harga impor. ECB menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar akan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pengambilan kebijakan ke depan. Dengan demikian, meskipun pelemahan dolar AS masih menjadi tema besar pasar global, ruang apresiasi EUR/USD diperkirakan tidak lagi sekuat sebelumnya dan akan sangat dipengaruhi oleh keseimbangan komunikasi kebijakan antara The Fed dan ECB pasca-FOMC.

Tekanan jual mulai terlihat setelah penguatan sebelumnya, dengan support terdekat di 1.1945 dan resistance di 1.2035.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3834 dan turun -0.33%. Pasangan GBP/USD menunjukkan tanda-tanda pelemahan setelah sempat bertahan di area tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir. Melemahnya sterling terutama dipicu oleh meredanya tekanan pada dolar AS pasca keputusan Federal Reserve yang menahan suku bunga, sekaligus munculnya aksi ambil untung setelah reli panjang yang sebelumnya didorong oleh sentimen negatif terhadap dolar. Ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter AS memang masih membayangi, namun pasar mulai menilai bahwa pelemahan dolar yang terjadi sebelumnya sudah cukup agresif dalam waktu singkat. Di sisi Inggris, pound masih ditopang oleh pandangan bahwa Bank of England tidak terburu-buru memangkas suku bunga, seiring ketahanan konsumsi domestik dan tekanan harga yang masih relatif tinggi. Namun, tanpa katalis baru yang kuat dari Inggris, ruang penguatan sterling menjadi terbatas. Kombinasi stabilisasi dolar AS dan kehati-hatian investor menjelang perkembangan politik dan kebijakan bank sentral global membuat GBP/USD cenderung melemah secara moderat dalam jangka pendek. Koreksi cenderung berlanjut, dengan support di 1.3785 dan resistance terdekat di 1.3885.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7049 dan melemah -0.40%. AUD/USD mulai kehilangan momentum penguatannya setelah sebelumnya didorong oleh lonjakan inflasi Australia yang memicu ekspektasi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia. Pasar kini mulai menyeimbangkan kembali ekspektasi tersebut dengan sikap Federal Reserve yang tetap berhati-hati dan upaya otoritas AS menegaskan komitmen terhadap kebijakan dolar kuat. Kondisi ini membuat penguatan dolar Australia tertahan, terutama setelah reli tajam dalam beberapa sesi sebelumnya. Selain itu, investor mulai memperhitungkan risiko bahwa kenaikan suku bunga RBA, jika terjadi, bersifat terbatas dan lebih bersifat penyesuaian daripada awal siklus pengetatan baru. Ketergantungan Australia pada perdagangan global dan China juga membuat AUD sensitif terhadap sentimen risiko global. Dengan dolar AS yang mulai stabil dan pasar mengurangi posisi spekulatif, AUD/USD berpotensi bergerak melemah atau setidaknya kehilangan daya dorong kenaikannya dalam waktu dekat. Tekanan jual masih mendominasi, dengan support terdekat di 0.7005 dan resistance di 0.7095.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.6070 dan turun -0.43%. NZD/USD juga menunjukkan kecenderungan melemah setelah sempat mencatat penguatan berkat data inflasi dan neraca perdagangan Selandia Baru yang solid. Meskipun fundamental domestik Selandia Baru relatif mendukung, pergerakan pasangan ini tetap sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS. Ketika dolar mulai menemukan pijakan setelah tekanan kuat sebelumnya, mata uang dengan karakter berisiko seperti kiwi cenderung terkena aksi koreksi. Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of New Zealand memang memberikan bantalan bagi NZD, namun sentimen global tetap menjadi faktor dominan. Ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter global dan isu geopolitik membuat investor cenderung lebih selektif. Akibatnya, NZD/USD berisiko bergerak melemah secara bertahap, meskipun penurunannya diperkirakan terbatas selama data domestik tetap solid. Pelemahan berlanjut seiring koreksi pasar, dengan support di 0.6025 dan resistance terdekat di 0.6115.

USDJPY – Yen Jepang melemah terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 152.76 dan naik 0.43%. Berbeda dengan pasangan lainnya, USD/JPY justru menunjukkan penguatan seiring membaiknya sentimen terhadap dolar AS dan berkurangnya tekanan spekulatif terhadap greenback. Pernyataan pejabat AS yang menegaskan kebijakan dolar kuat membantu meredam kekhawatiran pasar akan toleransi terhadap pelemahan dolar. Hal ini mendorong arus beli dolar terhadap yen, terutama setelah posisi jual dolar yang besar mulai ditutup. Di sisi Jepang, meskipun Bank of Japan menunjukkan kecenderungan menuju normalisasi kebijakan secara bertahap, yen tetap dibayangi oleh ketidakpastian fiskal dan politik domestik. Kekhawatiran terhadap belanja pemerintah dan agenda kebijakan pasca pemilu turut menekan yen. Kombinasi stabilisasi dolar AS dan faktor domestik Jepang tersebut membuat USD/JPY cenderung menguat dalam jangka pendek, meskipun volatilitas tetap tinggi. Pergerakan masih cenderung stabil, dengan support terdekat di 152.20 dan resistance di 153.50.

USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7646 dan menguat 0.50%. USD/CHF menunjukkan penguatan dolar AS setelah sebelumnya mengalami tekanan besar akibat lonjakan permintaan safe haven ke franc Swiss. Stabilnya dolar AS menjelang keputusan dan komunikasi Federal Reserve mendorong investor untuk mengurangi posisi jual dolar, sehingga memberikan ruang pemulihan terhadap USD/CHF. Aksi penyesuaian posisi ini menjadi faktor utama penguatan pasangan tersebut dalam jangka pendek. Sementara itu, penguatan franc Swiss sebelumnya juga mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada ekonomi Swiss yang sangat bergantung pada ekspor. Potensi respons kebijakan dari Swiss National Bank turut membatasi apresiasi CHF lebih lanjut. Dengan latar belakang tersebut, USD/CHF berpeluang tetap relatif kuat selama dolar AS mampu mempertahankan stabilitasnya dan sentimen global tidak kembali memburuk secara signifikan. Penguatan cukup solid, dengan support di 0.7605 dan resistance terdekat di 0.7695.

USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3554 dan turun -0.18%. USD/CAD mengalami tekanan seiring melemahnya dolar AS sebelumnya dan menguatnya dolar Kanada yang ditopang oleh kenaikan harga minyak. Namun, dalam dinamika terbaru, pelemahan pasangan ini mulai terbatas karena dolar AS berusaha stabil setelah tekanan tajam. Pasar juga mencermati sikap Bank of Canada yang cenderung sangat berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perdagangan internasional. Di sisi Kanada, meskipun harga minyak memberikan dukungan, prospek pertumbuhan ekonomi yang melambat dan ketidakpastian kebijakan perdagangan dengan AS membatasi penguatan CAD. Dengan dolar AS yang mulai menemukan keseimbangan dan sentimen risiko global yang fluktuatif, USD/CAD cenderung bergerak melemah terbatas, tanpa dorongan kuat untuk penurunan yang lebih dalam. Pelemahan masih terbatas, dengan support terdekat di 1.3515 dan resistance di 1.3605.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00am

USD

Federal Funds Rate

3.75%

3.75%

3.75%

2:00am

USD

FOMC Statement

-

-

-

2:30am

USD

FOMC Press Conference

-

-

-

4:45am

NZD

Trade Balance

52M

30M

-335M

7:00am

NZD

ANZ Business Confidence

64.1

-

73.6

7:30am

AUD

Import Prices q/q

0.9%

-0.2%

-0.4%

12:00pm

JPY

Consumer Confidence

-

37.1

37.2

2:00pm

CHF

Trade Balance

-

4.85B

3.84B

4:00pm

EUR

M3 Money Supply y/y

-

3.0%

3.0%

4:00pm

EUR

Private Loans y/y

-

2.9%

2.9%

8:30pm

CAD

Trade Balance

-

-0.7B

-0.6B

8:30pm

USD

Unemployment Claims

-

206K

200K

8:30pm

USD

Revised Nonfarm Productivity q/q

-

4.9%

4.9%

8:30pm

USD

Revised Unit Labor Costs q/q

-

-1.9%

-1.9%

8:30pm

USD

Trade Balance

-

-43.4B

-29.4B

10:00pm

USD

Factory Orders m/m

-

1.7%

-1.3%

10:00pm

USD

Final Wholesale Inventories m/m

-

0.2%

0.2%

10:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

-237B

-120B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788