Home
>
News
>
Publication
>
Estimasi Peningkatan Permintaan Buat Minyak Melaju Bullish
Estimasi Peningkatan Permintaan Buat Minyak Melaju Bullish
Wednesday, 12 June 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07400

-0.01%

GBPUSD

1.27400

-0.02%

AUDUSD

0.66040

-0.06%

NZDUSD

0.61410

-0.07%

USDJPY

157.060

0.05%

USDCHF

0.89710

0.07%

USDCAD

1.37580

-0.07%

GOLDUD

2,315.080

-0.10%

COFU

78.22

0.09%

USD/IDR

16,290

0.03%

Fokus Crude Oil:

  • OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia akan meningkat sebesar 2,3 juta bph pada paruh kedua tahun ini.
  • EIA melihat potensi pemulihan harga minyak pada paruh kedua tahun ini, naik ke rata-rata $85 per barel.

***********************************************************

Rabu, 12 Juni 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi naik tipis didukung oleh sentimen pasca rilisnya sejumlah laporan positif mengenai pasar minyak. Meski demikian, sinyal masih lesunya ekonomi China membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Pertumbuhan ekonomi global yang stabil akan terus berlanjut, yang akan mendorong peningkatan permintaan minyak dunia sebesar 2,3 juta bph pada paruh kedua tahun ini, di mana kontributor utama yang mendukung konsumsi berasal dari aktivitas perjalanan dan sektor pariwisata, ungkap laporan bulanan OPEC yang dirilis pada hari Selasa. OPEC masih optimis bahwa permintaan minyak dunia akan meningkat sebesar 2,25 juta bph pada tahun 2024 dan sebesar 1,85 juta bph pada tahun 2025, tidak berubah dari estimasi OPEC yang dirilis bulan lalu.

Selain OPEC, Energy Information Administration (EIA) dalam laporan Outlook Energi Jangka Pendek bulan Juni yang dirilis hari Selasa juga memproyeksikan pemulihan harga minyak pada paruh kedua tahun ini, naik ke rata-rata $85 per barel, yang dipicu oleh penurunan produksi minyak OPEC+ untuk sisa tahun 2024. EIA meningkatkan estimasi konsumsi bahan bakar global sebesar 140,000 bph menjadi 102.98 juta bph pada tahun 2024, dan naik sebesar 250,000 bph menjadi 104.51 juta bph pada tahun depan.

Masih dari AS, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah dan bensin AS dalam sepekan merosot turun masing-masing sebesar 2,43 juta barel dan 2,55 juta barel untuk pekan yang berakhir 7 Juni. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh EIA.

Sementara itu, inflasi konsumen China bulan Mei dilaporkan naik 0,3% dari tahun sebelumnya, namun tetap stabil atau tidak mengalami perubahan dibanding bulan April, ungkap data dari Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Rabu. Data tersebut memicu kekhawatiran bahwa masih dibutuhkan lebih banyak stimulus dari pemerintah untuk menjaga perekonomian tetap pada jalurnya untuk mencapai target pertumbuhan PDB tahun ini, dan mendorong pemulihan yang berkelanjutan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Inflation Rate YoY

 

3.4%

3.4%

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-1.750M

1.233M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

0.250M

2.102M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788