| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08260 | -0.03% |
GBPUSD | 1.29730 | -0.04% |
AUDUSD | 0.66390 | -0.14% |
NZDUSD | 0.60070 | -0.05% |
USDJPY | 151.820 | 0.92% |
USDCHF | 0.86570 | 0.29% |
USDCAD | 1.38540 | 0.02% |
GOLDUD | 2,735.650 | 0.08% |
COFU | 68.98 | -0.74% |
USD/IDR | 15,580 | 0.38% |
Senin, 28 Oktober 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi turun di bawah level $70 per barel dibebani oleh sentimen dari meredupnya potensi eskalasi lebih lanjut antara Israel dengan Iran. Selain itu, sinyal kemajuan dalam negosiasi gencatan senjata Gaza, dan potensi tambahan pasokan Libya turut memberikan tekanan pada harga minyak.
Iran menunjukkan isyarat menahan diri dari potensi eskalasi konflik lebih lanjut dengan Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Minggu mengatakan bahwa serangan udara yang dilancarkan Israel pada hari Sabtu berhasil menghantam pabrik rudal dan lokasi lain di dekat Teheran dan di Iran barat. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Sabtu memberikan respon dengan mengatakan bahwa serangan Israel hanya menyebabkan kerusakan terbatas, dan Iran akan memberikan tanggapan yang tepat. Namun, sehari setelah serangan udara, tidak ada tanda-tanda serangan itu akan memicu eskalasi berikutnya.
Masih dari Timur Tengah, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada hari Minggu mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan gencatan senjata dua hari di Gaza yang akan melibatkan pertukaran empat sandera Israel dengan beberapa tawanan Palestina. Selain itu, Sisi juga mendesak agar perundingan harus dilanjutkan dalam waktu 10 hari setelah penerapan gencatan senjata sementara dalam upaya mencapai gencatan senjata permanen.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Sabtu, Perusahaan Minyak Nasional (NOC) Libya mengatakan bahwa perusahaan energi asal Italia, Eni, dan raksasa minyak asal Inggris BP telah melanjutkan eksplorasi di Libya setelah pengeboran di darat dihentikan pada tahun 2014. Berita tersebut mengindikasikan potensi peningkatan output dari Libya ke pasar minyak global.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan China, Liao Min, pada hari Sabtu mengumumkan serangkaian kebijakan stimulus ekonomi yang akan diluncurkan oleh China, pasca pertemuan dengan Wakil Menteri Keuangan AS Jay Shambaugh pada hari Jumat. Berita tersebut meredam pandangan pesimis dari Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan kepala ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas akan pemulihan ekonomi China karena mereka belum melihat kebijakan terbaru untuk meningkatkan permintaan domestik di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:30 | USA - Dallas Fed Manufacturing Index |
| -1 | -9 |