Home
>
News
>
Publication
>
Emas Terkoreksi Usai Inflasi AS Lebih Jinak
Emas Terkoreksi Usai Inflasi AS Lebih Jinak
Friday, 19 December 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1716

0.10%

GBPUSD

1.3371

0.11%

AUDUSD

0.6609

0.21%

NZDUSD

0.5768

0.26%

USDJPY

155.44

0.23%

USDCHF

0.7948

-0.15%

USDCAD

1.3781

-0.09%

GOLDUD

4335.85

-0.62%

USD/IDR

16,717

0.00%

Fokus Emas:

  1. Inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi
  2. Peran risiko geopolitik dan ekspektasi suku bunga rendah

Jumat, 19 Desember 2025 – Harga emas turun pada level $4.332 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, seiring pasar merespons rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tercatat naik 2,7% secara tahunan (yoy) pada November, di bawah konsensus survei Reuters sebesar 3,1%. Meredanya tekanan inflasi ini mengurangi urgensi pasar untuk menjadikan emas sebagai lindung nilai inflasi dalam jangka pendek, sehingga memicu aksi penyesuaian posisi setelah reli sebelumnya.

Meski demikian, inflasi yang lebih jinak turut memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve. Kontrak berjangka suku bunga dana federal menunjukkan kenaikan probabilitas pemangkasan suku bunga pada pertemuan Januari 2026. The Fed sendiri telah memangkas suku bunga tiga kali masing-masing 25 basis poin sepanjang tahun ini, dan pasar kini memperkirakan pemangkasan lanjutan sebesar 25 bps pada Januari, dengan peluang tambahan pada April. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menahan tekanan koreksi harga emas, mengingat emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Di luar faktor moneter, risiko geopolitik masih menjadi penopang struktural harga emas. Ketegangan di Venezuela meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang dikenai sanksi, menambah tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolás Maduro. Meski Meksiko dan Brasil menyatakan kesiapan menjadi mediator, eskalasi risiko kawasan menjaga minat terhadap aset safe haven. Ke depan, pasar akan mencermati data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS serta perkembangan komentar pejabat The Fed yang berpotensi menjadi penentu arah lanjutan harga emas menjelang pergantian tahun.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.302 hingga $4.272, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.368 hingga $4.404. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.206, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.470.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:00am

USD

TIC Long-Term Purchases

17.5B

122.7B

173.2B

8:30pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

10:00pm

USD

Existing Home Sales

-

4.15M

4.10M

10:00pm

USD

Revised UoM Consumer Sentiment

-

53.5

53.3

10:00pm

USD

Revised UoM Inflation Expectations

-

-

4.1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788