Home
>
News
>
Publication
>
Emas Naik Memasuki Tenggat Tarif Baru AS, Pasar Beralih ke Aset Aman
Emas Naik Memasuki Tenggat Tarif Baru AS, Pasar Beralih ke Aset Aman
Friday, 01 August 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1428

-0.20%

GBPUSD

1.3213

-0.16%

AUDUSD

0.6428

-0.11%

NZDUSD

0.5888

-0.22%

USDJPY

150.59

0.21%

USDCHF

0.8111

0.42%

USDCAD

1.3839

0.23%

GOLDUD

3291.7

0.11%

USD/IDR

16454

0.00%

Fokus Emas:

  1. Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS menjelang 1 Agustus
  2. Dampak data inflasi PCE dan prospek kebijakan suku bunga The Fed

Jumat, 1 Agustus 2025 – Harga emas naik ke level $3.291 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketidakpastian global menjelang tenggat waktu kebijakan tarif baru yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.

Pasar dibayangi kekhawatiran atas potensi ketegangan perdagangan lanjutan, setelah Trump mengumumkan rencana penerapan tarif impor tambahan terhadap Brasil dan Korea Selatan, menyusul perpanjangan kesepakatan dagang dengan Meksiko selama 90 hari. Langkah tersebut menambah ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS, mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas.

Ketegangan tarif ini juga memicu kekhawatiran pasar atas potensi tekanan inflasi yang lebih tinggi di AS. Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) mencatat kenaikan sebesar 0,3% pada Juni 2025, meningkat dari 0,2% pada bulan sebelumnya. Lonjakan tersebut mencerminkan dampak dari tarif impor terhadap biaya barang konsumsi. Kenaikan inflasi berisiko menekan daya beli rumah tangga dan dapat memperumit keputusan kebijakan moneter bank sentral ke depan.

Sementara itu, Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 4,25%–4,50%, sesuai ekspektasi pasar. Namun, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang cenderung hati-hati membuat prospek pemangkasan suku bunga pada September menjadi lebih kabur. Powell menekankan bahwa tekanan inflasi belum mereda sepenuhnya dan pasar tenaga kerja masih tangguh. Ketidakpastian arah kebijakan ini memperkuat minat terhadap emas sebagai aset aman di tengah lingkungan suku bunga tinggi.

Fokus investor kini beralih ke rilis data penggajian non-pertanian AS (Nonfarm Payrolls/NFP) yang dijadwalkan hari ini. Data tersebut menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed, terutama menjelang rapat FOMC berikutnya. 

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $3.273 hingga $3.255, sedangkan resistance terdekat terletak di $3.311 hingga $3.331. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $3.217, sementara resistance jangka menengah berada di area $3.369.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:30pm

USD

Average Hourly Earnings m/m

-

0.3%

0.2%

7:30pm

USD

Non-Farm Employment Change

-

106K

147K

7:30pm

USD

Unemployment Rate

-

4.2%

4.1%

8:45pm

USD

Final Manufacturing PMI

-

49.7

49.5

9:00pm

USD

ISM Manufacturing PMI

-

49.5

49

9:00pm

USD

ISM Manufacturing Prices

-

69.9

69.7

9:00pm

USD

Revised UoM Consumer Sentiment

-

62

61.8

9:00pm

USD

Construction Spending m/m

-

0.0%

-0.3%

9:00pm

USD

Revised UoM Inflation Expectations

-

-

4.40%

All Day

USD

Wards Total Vehicle Sales

-

16.0M

15.3M

7:30pm

USD

Core PCE Price Index m/m

-

0.3%

0.2%

7:30pm

USD

Employment Cost Index q/q

-

0.8%

0.9%

7:30pm

USD

Unemployment Claims

-

222K

217K

7:30pm

USD

Personal Income m/m

-

0.2%

-0.4%

7:30pm

USD

Personal Spending m/m

-

0.4%

-0.1%

8:45pm

USD

Chicago PMI

-

41.9

40.4

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788