| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.10790 | 0.30% |
GBPUSD | 1.29370 | 0.28% |
AUDUSD | 0.67590 | 0.86% |
NZDUSD | 0.62090 | 0.92% |
USDJPY | 140.210 | -0.58% |
USDCHF | 0.86070 | -0.30% |
USDCAD | 1.32040 | -0.29% |
GOLDUD | 1,971.740 | 0.42% |
COFU | 78.90 | 0.87% |
USD/IDR | 15,000 | -0.13% |
Kamis, 27 Juli 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh ekspektasi Saudi memperpanjang pemangkasan produksinya, isyarat memanasnya tensi Rusia dengan AS, serta potensi eskalasi geopolitik di Eropa timur.
Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Bloomberg terhadap 22 sumber pedagang menunjukkan bahwa 15 pedagang optimis bahwa Arab Saudi diperkirakan akan memperpanjang pemangkasan produksi sebesar 1 juta barel hingga bulan September untuk mendukung rebound harga minyak. Seorang analis di broker PVM Oil Associates Ltd di London, Tamas Varga melihat bahwa alasan perpanjangan tersebut adalah karena harga minyak saat ini masih belum menyentuh level yang diinginkan oleh Saudi, yakni di level $90 per barel dan potensi perbaikan data ekonomi di China yang tentunya akan berdampak positif pada permintaan minyak.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, isyarat memanasnya tensi baru antara Rusia dengan AS kembali muncul pasca juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre pada hari Rabu menyatakan bahwa pesawat tempur Rusia terbang sangat dekat dengan drone milik AS di atas Suriah, yang sekaligus merupakan kali kedua dalam minggu ini setelah beberapa hari drone AS dirusak oleh pesawat jet tempur Rusia. Memanasnya tensi AS dengan Rusia berpotensi mendorong AS menerapkan sanksi tambahan kepada Rusia terutama di sektor energi.
Sentimen positif lainnya datang dari eskalasi tensi geopolitik di Eropa timur. Rusia menargetkan wilayah Kyiv, Khmelnytskiy dan Kirovohrad dalam serangan rudal kedua di Ukraina pada hari Rabu.
Sementara itu, dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 600 ribu barel, lebih rendah dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 2.35 juta barel. Untuk stok bensin turun sebesar 786 ribu barel, lebih rendah dari prediksi awal yang memperkirakan stok turun sebesar 1.68 juta barel. Laporan EIA tersebut mengisyaratkan situasi permintaan di pasar energi AS tidak sebaik yang diperkirakan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Durable Goods Orders MoM |
| 1.0% | 1.7% |
19:30 | USA - GDP Growth Rate QoQ |
| 1.8% | 2.0% |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1750K | 1754K |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 235K | 228K |
21:00 | USA - Pending Home Sales MoM |
| -0.5% | -2.7% |