| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0727 | -0.07% |
GBPUSD | 1.2484 | -0.03% |
AUDUSD | 0.6424 | -0.06% |
NZDUSD | 0.5916 | -0.10% |
USDJPY | 147.44 | -0.18% |
USDCHF | 0.8931 | 0.07% |
USDCAD | 1.3553 | -0.04% |
GOLDUD | 1906.18 | -0.08% |
COFU | 88.81 | 0.17% |
USD/IDR | 15360 | 0.03% |
Kamis, 14 September 2023 – Pergerakan harga minyak mentah dibuka menguat tipis ke zona $88.81 setelah sedikit turun pada perdagangan sebelumnya didukung oleh ekspektasi ketatnya pasokan minyak mentah untuk sisa tahun 2023 mengimbangi rilisnya data yang menunjukan lonjakan persediaan minyak mentah AS.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tetap berpegang pada perkiraannya mengenai pertumbuhan permintaan minyak global yang kuat pada tahun 2023 dan 2024, dengan mengatakan pasar minyak akan mengetat di tengah permintaan yang kuat dan produksi yang lebih rendah. Laporan bulanan OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia akan meningkat sebesar 2,25 juta barel per hari (bph) pada tahun 2024.
Menjaga persediaan tetap ketat, Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pada hari Rabu, Arab Saudi dan Rusia telah memperpanjang pengurangan produksi sebesar 1,3 juta barel per hari (bpd) minyak mentah hingga kuartal keempat akhir tahun. Hal ini memperkuat pengetatan pasokan global. Sementara itu, dari sisi Pasokan minyak mentah, Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan Persediaan minyak mentah AS naik sebesar 4 juta barel pada minggu lalu, dibanding perkirakan penurunan sebesar 1,9 juta barel.
Sentimen negative lainnya berasal dari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks harga konsumen AS naik sebesar 0,6% dari bulan ke bulan pada laju kenaikan terbesar sejak juni 2022 sebagian besar didorong oleh fluktuasi biaya energi. Secara tahunan indeks harga konsumen AS naik menjadi 3,7% dari angka sebelumnya 3,2%, melampaui konsensus pasar sebesar 3,6% di bulan Agustus. IHK inti bulanan naik ke 0,3% dari 0,2% sebelumnya, yang diprakirakan tidak berubah. Namun, tingkat inti tahunan mencetak angka 4,3% seperti yang diharapkan dari angka 4,7% sebelumnya, dimoderasi oleh penurunan harga mobil dan truk bekas. Rilisnya inflasi yang meningkat secara tidak terduga, menjaga prospek kenaikan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve tetap hidup.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $90.50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $85.50 per barel
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
2:00 | USD - Federal Budget Balance | 89.3B | -251.0B | -220.8B | |||||
20:30 | USD - Core PPI m/m | - | 0.2% | 0.3% | |||||
20:30 | USD - Core Retail Sales m/m | - | 0.4% | 1.0% | |||||
20:30 | USD - PPI m/m | - | 0.4% | 0.3% | |||||
20:30 | USD - Retail Sales m/m | - | 0.1% | 0.7% | |||||
20:30 | USD - Unemployment Claims | - | 226K | 216K | |||||