| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1746 | 0.09% |
GBPUSD | 1.3361 | 0.16% |
AUDUSD | 0.6648 | -0.45% |
NZDUSD | 0.5789 | -0.54% |
USDJPY | 155.24 | -0.33% |
USDCHF | 0.7963 | -0.25% |
USDCAD | 1.3781 | -0.13% |
GOLDUD | 4307.67 | 0.24% |
USD/IDR | 16,664 | 0.00% |
Fokus GBP/USD:
Selasa, 16 Desember 2025 - Poundsterling dibuka di 1.3361 dan naik 0.16%. GBP/USD menunjukkan kecenderungan melemah dengan volatilitas yang tertahan, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar menjelang rangkaian rilis data krusial Inggris dan Amerika Serikat. Pergerakan yang cenderung sideways di area pertengahan 1.33 menegaskan bahwa sterling kehilangan momentum untuk melanjutkan penguatan, terutama karena pasar semakin yakin Bank of England akan memulai siklus pelonggaran kebijakan dalam waktu dekat. Data ekonomi Inggris yang melemah, mulai dari kontraksi GDP bulanan, perlambatan aktivitas tiga bulanan, hingga inflasi inti yang terus menurun meski masih di atas target, memperkuat narasi bahwa tekanan pertumbuhan kini menjadi prioritas utama kebijakan moneter. Dalam kondisi ini, sterling sulit menarik minat beli baru karena setiap reli cenderung dipandang sebagai peluang jual menjelang keputusan BoE.
Tekanan tambahan datang dari ekspektasi pasar yang hampir sepenuhnya mematok pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan jalur suku bunga 2026 yang dinilai semakin landai. Ketidakpastian bukan lagi pada apakah BoE akan memangkas, melainkan seberapa dovish arah komunikasi Gubernur Bailey ke depan. Jika bank sentral menekankan risiko pertumbuhan dan membuka ruang pelonggaran lanjutan, sterling berisiko mengalami repricing lebih dalam karena kurva suku bunga harus menyesuaikan skenario pemangkasan yang lebih agresif. Kondisi positioning pasar yang masih menyimpan eksposur jual besar terhadap pound memang membuka peluang short covering, namun tanpa kejutan data positif, sentimen tersebut justru memperbesar risiko penurunan bertahap ketimbang reli berkelanjutan.
Di sisi lain, pelemahan dolar AS masih belum cukup kuat untuk sepenuhnya mengimbangi tekanan dari faktor domestik Inggris. Meskipun Federal Reserve telah memasuki fase pelonggaran dan imbal hasil AS cenderung menurun, pasar menilai Fed tetap lebih kredibel dalam menjaga keseimbangan antara inflasi dan pertumbuhan dibandingkan BoE. Selama data AS tidak menunjukkan pelemahan tajam, dolar masih memiliki bantalan fundamental yang membatasi penurunan GBP/USD. Dengan kombinasi risiko dovish BoE, data Inggris yang rapuh, serta sentimen global yang cenderung defensif, bias jangka pendek GBP/USD tetap condong ke bawah, dengan potensi pelemahan lanjutan jika komunikasi bank sentral mengecewakan ekspektasi sterling bulls.
Support terdekat berada di 1.3335, dengan resistance di 1.3390.
EURUSD – Euro dibuka di 1.1746 dan menguat 0.09%. EUR/USD melanjutkan penguatan dan semakin mengukuhkan posisinya di level tertinggi beberapa bulan terakhir, mencerminkan perubahan sentimen pasar yang semakin jelas terhadap Dolar AS. Dorongan utama datang dari data kawasan euro yang menunjukkan ketahanan ekonomi di tengah perlambatan global, terutama melalui lonjakan produksi industri yang jauh melampaui ekspektasi. Data ini menjadi sinyal bahwa sektor manufaktur Eropa mulai menemukan pijakan yang lebih stabil setelah periode tekanan panjang, sekaligus meredakan kekhawatiran pasar akan risiko resesi yang lebih dalam. Dalam konteks ini, euro memperoleh dukungan fundamental yang nyata, bukan sekadar dorongan spekulatif jangka pendek. Di sisi lain, pelemahan Dolar AS semakin dipertegas oleh ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang cenderung lebih longgar ke depan. Pasar melihat ruang yang semakin sempit bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat, terutama jika data tenaga kerja dan inflasi AS terus menunjukkan tanda-tanda pendinginan. Faktor politik juga mulai berperan, dengan meningkatnya spekulasi mengenai perubahan kepemimpinan The Fed yang berpotensi membawa arah kebijakan lebih dovish. Kombinasi antara fundamental Eropa yang membaik dan ketidakpastian kebijakan AS membuat EUR/USD berada dalam jalur penguatan yang lebih berkelanjutan, meskipun investor tetap menahan diri menjelang rilis data kunci AS dan keputusan ECB. Support terdekat berada di 1.1725, sementara resistance berada di 1.1770.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6648 dan melemah -0.45%. AUD/USD berada dalam tekanan berkelanjutan akibat memburuknya sentimen global, terutama yang bersumber dari perlambatan ekonomi China. Data penjualan ritel dan produksi industri China yang jauh di bawah ekspektasi kembali menghidupkan kekhawatiran pasar terhadap lemahnya permintaan domestik di negara tersebut. Mengingat keterkaitan ekonomi Australia dengan China sangat kuat, terutama melalui ekspor komoditas, setiap indikasi perlambatan di China langsung tercermin pada pelemahan dolar Australia. Situasi ini diperparah oleh meningkatnya sikap risk-off global, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap mata uang berisiko. Dari sisi domestik, Reserve Bank of Australia memang masih mempertahankan nada kebijakan yang relatif ketat, dengan menegaskan bahwa risiko inflasi belum sepenuhnya hilang. Namun, data ketenagakerjaan yang mulai melemah membuat pasar semakin ragu terhadap prospek kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Ekspektasi kenaikan suku bunga kini bergeser lebih jauh ke depan, mengurangi daya tarik AUD di mata investor global. Selama sentimen terhadap China belum membaik dan pasar global masih dibayangi ketidakpastian, AUD/USD cenderung tetap berada dalam tekanan meskipun pelemahan Dolar AS memberikan bantalan terbatas. Support terdekat berada di 0.6620, sedangkan resistance berada di 0.6680.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5789 dan turun -0.54%. NZD/USD melanjutkan pelemahan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global, khususnya yang terkait dengan China. Data ekonomi China yang mengecewakan memberikan dampak langsung terhadap dolar Selandia Baru, mengingat ketergantungan ekspor negara tersebut terhadap permintaan China. Pelemahan konsumsi dan produksi industri di China tidak hanya mencerminkan masalah siklus jangka pendek, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran struktural yang lebih luas, sehingga menekan sentimen terhadap mata uang berbasis komoditas. Dari sisi kebijakan domestik, Reserve Bank of New Zealand mengambil pendekatan yang sangat hati-hati. Bank sentral menilai pemulihan ekonomi berjalan sesuai jalur, namun tetap membuka kemungkinan penyesuaian kebijakan jika kondisi memburuk. Sikap ini memberikan stabilitas, tetapi tidak cukup kuat untuk menarik arus modal baru ke NZD. Selama ketidakpastian eksternal masih mendominasi dan pasar global tetap sensitif terhadap risiko, NZD/USD cenderung bergerak defensif dengan bias melemah, meskipun tekanan tersebut tidak selalu berlangsung secara agresif. Support terdekat berada di 0.5760, dengan resistance di 0.5820.
USDJPY – Yen Jepang dibuka di 155.24 dan melemah terhadap dolar AS sebesar -0.33%. USD/JPY mengalami tekanan turun seiring menguatnya Yen Jepang, yang didukung oleh ekspektasi kebijakan moneter Bank of Japan yang semakin tegas. Data sentimen bisnis dan prospek ekonomi Jepang yang membaik memperkuat keyakinan bahwa bank sentral siap melanjutkan normalisasi kebijakan, termasuk kenaikan suku bunga lanjutan. Perubahan arah kebijakan ini menjadi katalis utama bagi penguatan Yen, terutama setelah bertahun-tahun berada dalam kebijakan ultra-longgar. Di sisi Amerika Serikat, Dolar AS kehilangan daya dorong akibat meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan The Fed dan potensi pelemahan ekonomi. Pasar menilai bahwa ruang bagi Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat semakin terbatas, terutama jika data tenaga kerja menunjukkan perlambatan yang lebih tajam. Perbedaan arah kebijakan yang semakin jelas antara BoJ yang cenderung hawkish dan Fed yang semakin dovish membuat USD/JPY berada dalam tekanan struktural, dengan potensi pelemahan lanjutan jika narasi ini terus berlanjut. Support terdekat berada di 154.90, sementara resistance berada di 155.60.
USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7963 dan melemah -0.25%. USD/CHF berada dalam tren melemah seiring menguatnya Franc Swiss yang kembali diminati sebagai aset safe haven. Keputusan Swiss National Bank untuk mempertahankan suku bunga di level nol, disertai proyeksi inflasi yang tetap rendah namun stabil, memberikan kejelasan arah kebijakan yang menenangkan pasar. SNB juga menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak memerlukan kembalinya kebijakan suku bunga negatif, sebuah pernyataan yang memperkuat kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi Swiss. Di sisi lain, Dolar AS terus berada di bawah tekanan akibat kebijakan The Fed yang semakin akomodatif dan meningkatnya kehati-hatian investor global. Dalam lingkungan pasar yang sarat ketidakpastian, Franc Swiss kembali menjadi pilihan utama sebagai mata uang lindung nilai. Selama sentimen risk-off masih mendominasi dan ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tetap tinggi, USD/CHF berpotensi melanjutkan pelemahan dengan dukungan fundamental yang kuat bagi CHF. Support terdekat berada di 0.7940, sedangkan resistance berada di 0.7990.
USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3781 dan turun -0.13%. USD/CAD bergerak melemah seiring menguatnya dolar Kanada yang didukung oleh stabilitas kebijakan Bank of Canada. Bank sentral Kanada menilai bahwa tingkat suku bunga saat ini sudah cukup restriktif untuk menjaga inflasi tetap terkendali, sehingga mengurangi ekspektasi pelonggaran kebijakan lebih lanjut. Sikap ini memberikan kepastian bagi pasar dan meningkatkan daya tarik dolar Kanada, terutama di tengah ketidakpastian global. Sementara itu, tekanan terhadap Dolar AS tetap berasal dari ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan dan melemahnya data ekonomi. Kombinasi antara stabilitas kebijakan di Kanada dan keraguan terhadap prospek ekonomi AS membuat USD/CAD cenderung bergerak dengan bias melemah. Selama harga komoditas relatif stabil dan sentimen terhadap Kanada tidak memburuk, pasangan ini berpotensi tetap berada di bawah tekanan dalam jangka menengah. Support terdekat berada di 1.3755, dan resistance di 1.3810.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
4:45am | NZD | FPI m/m | -0.4% | - | -0.3% |
5:00am | AUD | Flash Manufacturing PMI | 52.2 | - | 51.6 |
5:00am | AUD | Flash Services PMI | 51 | - | 52.8 |
5:15am | AUD | RBA Assist Gov Jones Speaks | - | - | - |
6:00am | AUD | Westpac Consumer Sentiment | -9.0% | - | 12.8% |
7:30am | JPY | Flash Manufacturing PMI | 49.7 | 49 | 48.7 |
2:00pm | GBP | Claimant Count Change | - | 21.6K | 29.0K |
2:00pm | GBP | Average Earnings Index 3m/y | - | 4.4% | 4.8% |
2:00pm | GBP | Unemployment Rate | - | 5.1% | 5.0% |
3:15pm | EUR | French Flash Manufacturing PMI | - | 48.1 | 47.8 |
3:15pm | EUR | French Flash Services PMI | - | 51.1 | 51.4 |
3:30pm | EUR | German Flash Manufacturing PMI | - | 48.6 | 48.2 |
3:30pm | EUR | German Flash Services PMI | - | 53 | 53.1 |
4:00pm | EUR | Flash Manufacturing PMI | - | 49.9 | 49.6 |
4:00pm | EUR | Flash Services PMI | - | 53.3 | 53.6 |
4:30pm | GBP | Flash Manufacturing PMI | - | 50.3 | 50.2 |
4:30pm | GBP | Flash Services PMI | - | 51.6 | 51.3 |
5:00pm | EUR | Italian Trade Balance | - | 3.21B | 2.85B |
5:00pm | EUR | Trade Balance | - | 18.3B | 18.7B |
5:00pm | EUR | German ZEW Economic Sentiment | - | 38.4 | 38.5 |
5:00pm | EUR | ZEW Economic Sentiment | - | 26.3 | 25 |
Tentative | USD | ADP Weekly Employment Change | - | - | 4.8K |
8:30pm | USD | Average Hourly Earnings m/m | - | 0.3% | 0.2% |
8:30pm | USD | Core Retail Sales m/m | - | 0.2% | 0.3% |
8:30pm | USD | Non-Farm Employment Change | - | 51K | 119K |
8:30pm | USD | Retail Sales m/m | - | 0.1% | 0.2% |
8:30pm | USD | Unemployment Rate | - | 4.5% | 4.4% |
9:45pm | USD | Flash Manufacturing PMI | - | 52 | 52.2 |
9:45pm | USD | Flash Services PMI | - | 54 | 54.1 |
10:00pm | USD | Business Inventories m/m | - | 0.1% | 0.0% |
Tentative | NZD | GDT Price Index | - | - | -4.3% |