Home
>
News
>
Publication
>
Ekspektasi Kebijakan Dovish The Fed dan BoJ Hawkish Dorong Pelemahan USDJPY
Ekspektasi Kebijakan Dovish The Fed dan BoJ Hawkish Dorong Pelemahan USDJPY
Wednesday, 17 September 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1852

0.17%

GBPUSD

1.3636

0.16%

AUDUSD

0.6673

0.24%

NZDUSD

0.5975

0.25%

USDJPY

146.60

-0.27%

USDCHF

0.7871

-0.25%

USDCAD

1.3749

-0.13%

GOLDUD

3691.34

0.11%

USD/IDR

16380

0.00%

Fokus USDJPY:

  1. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed
  2. Fundamental Jepang Positif

17 September 2025 – Yen Jepang dibuka di 146.60 dengan pelemahan dolar -0.27%. USDJPY terus mengalami tekanan pelemahan karena pasar semakin yakin bahwa The Federal Reserve (Fed) akan segera memasuki fase pelonggaran kebijakan moneter. Saat ini, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan FOMC September sudah hampir sepenuhnya dipricing oleh pasar, bahkan sebagian investor masih berspekulasi adanya pemangkasan lebih agresif hingga 50 bps. Ekspektasi ini muncul seiring dengan tanda-tanda pelemahan di sektor tenaga kerja AS dan melemahnya sentimen konsumen. Menariknya, meskipun data ekonomi terbaru seperti Retail Sales dan Industrial Production mencatatkan hasil lebih baik dari perkiraan, hal ini gagal mendukung penguatan Dolar AS. Pasar jelas menaruh fokus pada arah kebijakan jangka menengah, bukan pada data jangka pendek. Indeks Dolar (DXY) bahkan sempat jatuh ke level terendah sejak Juli, menandakan tekanan jual terhadap Greenback semakin luas. Kondisi ini menjadi katalis utama pelemahan USDJPY, dengan pasangan mata uang tersebut terkoreksi ke area 146,40–146,50 pada sesi Asia.

Di sisi lain, Yen Jepang mendapatkan dorongan fundamental dari kombinasi faktor eksternal maupun domestik. Dari sisi perdagangan, laporan terbaru menunjukkan defisit neraca dagang melebar, namun tetap lebih baik dari perkiraan. Ekspor turun hanya 0,1%, jauh lebih baik dibanding proyeksi penurunan 1,9%, sementara impor anjlok 5,2%, mencerminkan lemahnya permintaan domestik. Walaupun kondisi permintaan dalam negeri masih rapuh, pasar menilai ekspor Jepang cukup resilien berkat dukungan kesepakatan perdagangan dengan AS. Sementara itu, ketidakpastian politik muncul setelah Perdana Menteri Shigeru Ishiba menyatakan pengunduran dirinya, namun hal ini justru dapat memberi alasan tambahan bagi Bank of Japan (BoJ) untuk bersikap lebih hati-hati. Meski demikian, ekspektasi bahwa BoJ akan melanjutkan proses normalisasi kebijakan moneter tetap tinggi, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga menjelang akhir tahun. Dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) yang mulai menguat, Yen berpotensi tetap menarik bagi investor yang mencari aset aman.

Perbedaan arah kebijakan antara Fed yang cenderung dovish dan BoJ yang berpotensi hawkish semakin mempersempit selisih imbal hasil AS–Jepang, yang selama ini menjadi penopang USDJPY di level tinggi. Hal ini menjadi alasan tambahan bagi pasar untuk memperbesar posisi beli Yen. Dalam waktu dekat, perhatian utama investor akan tertuju pada hasil pertemuan FOMC, termasuk pernyataan Jerome Powell serta publikasi dot-plot yang akan menggambarkan arah suku bunga The Fed hingga akhir tahun. Jika Fed menegaskan pandangan dovish dan membuka ruang pemangkasan lebih lanjut, USD kemungkinan besar akan semakin tertekan. Di sisi Jepang, pertemuan BoJ akhir pekan ini juga krusial. Meskipun diperkirakan masih menahan suku bunga di 0,5%, nada optimistis dari Gubernur Kazuo Ueda mengenai prospek ekonomi dapat menjadi sinyal bahwa ruang kenaikan suku bunga masih terbuka. Kombinasi faktor global terutama risiko geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah juga memperkuat daya tarik Yen sebagai safe haven. Dengan latar belakang ini, tren pelemahan USDJPY masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah, terutama jika sentimen pasar global berbalik risk-off.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY turun. Support terdekat berada di 146.30 sedangkan resistance berada di 146.90. Support lanjutan di zona 146.00 dan dilanjutkan ke zona 145.70. Resistance lanjutan di zona 147.20 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 147.45.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1852 dengan kenaikan 0.17%. EURUSD menguat signifikan setelah data ZEW Economic Sentiment Jerman menunjukkan lonjakan optimisme, meskipun indikator Current Situation Index masih memperlihatkan pelemahan berkelanjutan. Penguatan ini dipandang sebagai reaksi pasar terhadap membaiknya persepsi investor terhadap prospek ekonomi kawasan, di tengah tekanan inflasi yang cenderung mereda. Euro juga diuntungkan oleh sentimen global yang condong ke risk-on karena ekspektasi pelonggaran moneter dari Federal Reserve. Pasar mengabaikan sebagian data AS yang cenderung positif, termasuk penjualan ritel yang melampaui perkiraan, karena keyakinan bahwa Fed akan mengambil jalur pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan antara proyeksi kebijakan moneter Eropa dan Amerika, dengan USD cenderung berada di posisi defensif. Faktor eksternal turut memperkuat penguatan Euro. Kekhawatiran pasar terkait isu utang Prancis sementara teredam karena fokus investor lebih kepada arah kebijakan bank sentral global. Indeks Dolar AS (DXY) yang turun ke posisi terendah dua bulan mempertegas lemahnya daya tarik USD sebagai aset lindung nilai jangka pendek. Dengan momentum ini, EURUSD berpeluang mempertahankan tren bullish, meski arah selanjutnya sangat bergantung pada pernyataan Fed dan dot plot terkait jalur suku bunga ke depan. Jika Fed semakin dovish, potensi penguatan Euro bisa berlanjut menuju area psikologis lebih tinggi, meski data fundamental Eropa sendiri belum sepenuhnya solid. Support terdekat berada di 1.1825, sementara resistance berada di 1.1875.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3636 dan menguat 0.16%. Poundsterling mencatat penguatan moderat terhadap Dolar AS, bahkan ketika data pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Tingkat pengangguran bertahan di level tertinggi empat tahun, sementara pertumbuhan upah melambat dari bulan sebelumnya. Namun, GBP tetap ditopang oleh persepsi bahwa Bank of England akan mempertahankan sikap hawkish untuk menahan inflasi, meskipun risiko stagflasi semakin terlihat di perekonomian Inggris. Ekspektasi kebijakan BoE ini berfungsi sebagai bantalan fundamental bagi Sterling, terutama di tengah sentimen pasar yang condong ke risk-on akibat pelemahan USD. Faktor ini membuat GBPUSD mampu naik ke level tertinggi baru dalam beberapa minggu terakhir. Di sisi lain, kelemahan struktural dalam perekonomian Inggris tidak bisa diabaikan. Produktivitas yang stagnan, penurunan permintaan tenaga kerja, dan potensi tekanan biaya hidup memperlihatkan risiko jangka menengah yang dapat membatasi laju Sterling. Meski demikian, dalam jangka pendek, investor lebih fokus pada perbedaan sikap kebijakan moneter antara BoE dan Fed. Sementara Fed diperkirakan akan melonggarkan kebijakan secara agresif, BoE cenderung menahan suku bunga lebih lama. Kondisi inilah yang memperkuat GBPUSD, sehingga selama USD tetap berada di bawah tekanan akibat spekulasi dovish Fed, Sterling berpeluang melanjutkan tren penguatan meskipun fundamental domestik Inggris belum sepenuhnya mendukung. Support terdekat berada di 1.3605, sedangkan resistance berada di 1.3665.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6673 dengan penguatan 0.24%. Dolar Australia melanjutkan penguatan hingga mendekati 0,67, level tertinggi dalam hampir satu tahun terakhir, seiring ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga. Pelemahan Dolar AS yang tajam, dengan DXY anjlok ke titik terendah tujuh minggu, menjadi katalis utama bagi AUD. Selain itu, ekspektasi terhadap data ketenagakerjaan Australia yang stabil menambah kepercayaan pasar bahwa Reserve Bank of Australia tidak akan segera menurunkan suku bunga. Kombinasi faktor eksternal berupa pelemahan USD dan faktor domestik berupa kekuatan ekonomi Australia yang relatif lebih tangguh menjadikan AUDUSD salah satu pasangan yang paling diuntungkan. Secara fundamental, Australia memiliki basis pendukung yang cukup solid. Surplus neraca perdagangan yang kuat, pertumbuhan PDB kuartal II yang lebih baik dari ekspektasi, serta inflasi yang masih menunjukkan tekanan membuat investor memandang AUD sebagai mata uang berisiko yang menarik. Di tengah proyeksi bahwa Fed dapat menurunkan suku bunga beberapa kali hingga akhir tahun, AUDUSD mendapat ruang untuk melanjutkan tren bullish. Meski demikian, sensitivitas AUD terhadap perkembangan ekonomi China tetap menjadi faktor risiko. Jika data dari mitra dagang utama Australia melemah, potensi koreksi tetap terbuka. Namun, selama sentimen global mendukung pelemahan USD, arah AUDUSD cenderung tetap naik. Support terdekat berada di 0.6645, sementara resistance berada di 0.6700.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5975 dan naik 0.25%. NZDUSD menanjak menuju area psikologis 0,6000, didorong oleh risk appetite global yang meningkat seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed. Meski perekonomian Selandia Baru menghadapi tantangan dengan perkiraan kontraksi PDB kuartal II, Dolar Selandia Baru tetap diuntungkan oleh pelemahan USD secara luas. Tren teknikal juga memperlihatkan formasi bullish dengan pola higher highs dan higher lows sejak awal September. Hal ini mencerminkan bahwa investor lebih memprioritaskan arah kebijakan moneter AS ketimbang kelemahan ekonomi domestik Selandia Baru. Namun, risiko jangka menengah tetap signifikan bagi NZD. Kontraksi pertumbuhan, lemahnya permintaan domestik, dan kerentanan terhadap harga komoditas global bisa membatasi ruang penguatan. Meski demikian, selama fokus pasar tertuju pada prospek pelonggaran agresif Fed, NZDUSD tetap memiliki momentum naik. Jika Fed memberikan sinyal bahwa siklus pemotongan suku bunga akan berlangsung lebih panjang dari yang diantisipasi, peluang NZD menembus 0,6000 bahkan lebih tinggi terbuka lebar. Tetapi bila data domestik Selandia Baru memburuk lebih tajam, risiko koreksi juga akan meningkat. Untuk saat ini, pelemahan USD menjadi faktor dominan dalam mendukung kenaikan NZDUSD. Support terdekat berada di 0.5945, sedangkan resistance berada di 0.6005.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7871 dan melemah -0.25%. Pasangan USDCHF juga mengalami pelemahan signifikan, dengan Dolar AS merosot ke level terendah multi-tahun mendekati 0,7860. Pelemahan ini terutama dipicu oleh tekanan luas pada Greenback menjelang keputusan The Fed. Meski data ekonomi AS menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan, pasar tetap menyoroti sikap dovish bank sentral. Investor menilai kebijakan moneter AS akan semakin longgar seiring proyeksi dot plot yang berpotensi memberi sinyal penurunan lanjutan pada sisa tahun. Kondisi ini membuat USD/CHF tetap sensitif terhadap dinamika ekspektasi suku bunga AS, mengingat korelasi kuat pasangan ini dengan imbal hasil obligasi tenor 2 tahun. Di sisi Swiss, Franc kian menguat karena Swiss National Bank (SNB) belum menunjukkan urgensi untuk melawan apresiasi mata uangnya. Inflasi produsen dan impor di Swiss bahkan kembali melemah, namun SNB diyakini masih menahan diri dari langkah agresif seperti pengenalan kembali suku bunga negatif. Perbedaan sikap kebijakan antara Fed yang condong longgar dan SNB yang netral memperkuat tren penguatan CHF. Dengan USDCHF sudah menembus area psikologis penting, potensi pelemahan masih terbuka selama pasar terus memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga secara konsisten. Support terdekat berada di 0.7845, sedangkan resistance berada di 0.7895.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3749 dengan penurunan -0.13%. Pasangan USDCAD melanjutkan pelemahannya setelah Dolar Kanada (CAD) mencatat penguatan dua hari berturut-turut di tengah ekspektasi kebijakan moneter dari kedua bank sentral utama. Data inflasi Kanada untuk Agustus menunjukkan headline CPI naik tipis ke 1,9% YoY, masih berada di bawah perkiraan 2,0% dan diiringi pelemahan pada basis bulanan (-0,1%). Meskipun beberapa indikator inti tetap menunjukkan harga yang lengket di atas target BoC, pasar sudah memperhitungkan pemangkasan suku bunga 25 bps pada pertemuan Rabu ini menjadi 2,50%. Prospek ini mencerminkan bahwa BoC tetap fokus memberikan dukungan bagi ekonomi yang melambat dengan latar belakang pasar tenaga kerja yang melemah. Di sisi lain, Dolar AS juga tengah tertekan karena investor lebih memprioritaskan ekspektasi dovish The Fed daripada data ekonomi AS yang relatif kuat. Penjualan ritel dan produksi industri AS memang melampaui proyeksi, namun tidak cukup memberi dorongan pada Greenback karena pelaku pasar lebih menunggu kejelasan arah suku bunga The Fed. The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga 25 bps, membuka siklus penurunan lebih lanjut tahun ini. Dengan kombinasi tekanan dari Fed dan BoC, CAD sementara lebih unggul karena fokus investor tetap tertuju pada outlook dovish The Fed, membuat USDCAD terkoreksi ke level terendah sejak awal September di kisaran 1,3740. Support terdekat berada di 1.3720, sementara resistance berada di 1.3780.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

-

-

-

4:00am

NZD

Westpac Consumer Sentiment

90.9

-

91.2

5:45am

NZD

Current Account

-0.97B

-2.68B

-0.71B

6:50am

JPY

Trade Balance

-0.15T

-0.37T

-0.29T

7:30am

AUD

MI Leading Index m/m

0.0%

-

0.1%

8:30am

AUD

RBA Assist Gov Jones Speaks

-

-

-

1:00pm

GBP

CPI y/y

-

3.8%

3.8%

1:00pm

GBP

Core CPI y/y

-

3.7%

3.8%

1:00pm

GBP

RPI y/y

-

4.7%

4.8%

2:30pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

3:30pm

GBP

HPI y/y

-

3.6%

3.7%

4:00pm

EUR

Final Core CPI y/y

-

2.3%

2.3%

4:00pm

EUR

Final CPI y/y

-

2.1%

2.1%

Tentative

EUR

German 30-y Bond Auction

-

-

3.28|1.0

7:30pm

CAD

Foreign Securities Purchases

-

-1.32B

0.71B

7:30pm

USD

Building Permits

-

1.37M

1.35M

7:30pm

USD

Housing Starts

-

1.37M

1.43M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788