Home
>
News
>
Publication
>
Ekspektasi Kebijakan BoJ dan The Fed Pada Pertemuan Mendatang, Dorong Kenaikan USDJPY
Ekspektasi Kebijakan BoJ dan The Fed Pada Pertemuan Mendatang, Dorong Kenaikan USDJPY
Tuesday, 03 December 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0497

-0.10%

GBPUSD

1.2655

-0.09%

AUDUSD

0.6471

-0.15%

NZDUSD

0.5876

-0.12%

USDJPY

149.59

0.20%

USDCHF

0.8867

0.10%

USDCAD

1.4047

0.04%

GOLDUD

2638.69

-0.05%

USD/IDR

15900

0.25%

Fokus USDJPY:

  1. Data IHK Tokyo Jepang yang lebih panas dapat mendukung kenaikan suku bunga BoJ
  2. Menunggu data ekonomi AS serta komentar pejabat The Fed selanjutnya 

Selasa, 03 Desember 2024 – Pergerakan pasangan mata uang USDJPY naik ke zona 149.59 di tengah spekulasi pasar bahwa kemungkinan Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga lagi pada bulan Desember. Sementara itu, terpilihnya Presiden terpilih AS Donald Trump dengan kebijakan yang direncanakan untuk menaikkan tarif dan memotong pajak dapat memicu inflasi lebih lanjut, sehingga kemungkinan memperlambat siklus penurunan suku bunga The Fed.

Data ekonomi Jepang pada hari Jumat melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) utama Tokyo naik 2,6% YoY di bulan November, dibandingkan dengan 1,8% di bulan sebelumnya. Sementara itu, Tokyo IHK non Makanan Segar, Energi naik 2,2% YoY di bulan November dibandingkan 1,8% sebelumnya. IHK inti tetap berada di atas target 2% Bank of Japan. Angka inflasi konsumen yang lebih kuat pada hari Jumat dari Tokyo, ibukota Jepang, mengisyaratkan bahwa inflasi masih diatas target BoJ dan mendukung kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan di bulan Desember. Secara terpisah Tingkat Pengangguran Jepang naik tipis sesuai ekspektasi, menjadi 2,5% di bulan Oktober dan Penjualan Ritel tumbuh 1,6% YoY dibandingkan dengan 0,5% di bulan September dan ekspektasi 2,2%. Pada pertemuan sebelumnya, Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengatakan bahwa kenaikan suku bunga berikutnya semakin dekat dalam arti bahwa data ekonomi berada di jalur yang tepat, meskipun ia ingin melihat momentum seperti apa yang diciptakan oleh Suunto fiskal 2025.

Di sisi Dolar AS, sebelumnya Presiden terpilih AS Donald Trump mengancam tarif 100% terhadap negara-negara yang disebut 'BRICS' Brazil, Russia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan karena kelompok tersebut memutuskan untuk beralih dari perdagangan menggunakan USD. Selain itu, tarif besar yang dijanjikan Trump terhadap tiga mitra dagang terbesar Amerika yakni: Meksiko, Kanada, dan Tiongkok. Data ekonomi AS yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan pada hari Senin bahwa manufaktur AS meningkat lebih dari yang diharapkan di bulan November tetapi terus menunjukkan kontraksi. IMP Manufaktur ISM AS naik ke 48,4 di bulan November dibandingkan 46,5 di bulan Oktober, melampaui ekspektasi 47,5.

Di sisi lain, dalam berita yang beredar, Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Senin bahwa ia ragu-ragu apakah penurunan suku bunga diperlukan pada pertemuan bulan Desember tetapi masih percaya bahwa para pejabat The Fed harus terus menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, Presiden The Fed New York John Williams menyatakan bahwa para pejabat The Fed kemungkinan perlu menurunkan suku bunga lebih lanjut untuk memindahkan kebijakan ke posisi netral sekarang karena risiko terhadap inflasi dan lapangan kerja telah menjadi lebih seimbang. Sementara itu, Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan bahwa ia condong mendukung penurunan suku bunga pada pertemuan bulan Desember di tengah ekspektasi inflasi yang terus menurun menuju target 2% The Fed. Fokus pasar kedepan menunggu data JOLT AS untuk bulan Oktober akan dirilis. Selain itu, Adriana Kugler dan Austan Goolsbee dari Federal Reserve (The Fed) juga akan berbicara.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY naik. Support terdekatnya di zona 149.10 dan resistance terdekatnya di zona 150.65 Support lanjutan di zona 148.75 dan dilanjutkan ke zona 148.43 Resistance lanjutan di zona 150.96 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 151.50

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0480. Mata uang Euro mengalami pelemahan akibat adanya kontraksi pada sektor manufaktur zona euro. Data PMI manufaktur zona euro pada November turun menjadi 45,2 dari 46 pada Oktober, mencerminkan penurunan dalam produksi, pesanan baru, dan lapangan kerja akibat lemahnya permintaan. Jerman, sebagai ekonomi terbesar di zona euro, mencatat PMI manufaktur sebesar 43, sementara Prancis dan Italia menunjukkan angka yang serupa. Kondisi ini semakin diperburuk oleh kontraksi sektor jasa di zona euro, yang juga terlihat di Jerman dan Prancis. Tekanan ekonomi ini meningkatkan peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memangkas suku bunga dalam pertemuan pada 12 Desember mendatang, dengan Presiden ECB Christine Lagarde dijadwalkan memberikan pandangan lebih lanjut pada sidang parlemen Eropa. Faktor lain yang membebani Euro adalah krisis politik di Prancis, di mana pemerintahan minoritas Michel Barnier menghadapi ancaman mosi tidak percaya terkait kontroversi anggaran negara. Support terdekatnya di zona 1.0420 dan resistance terdekatnya di zona 1.0540.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2640. Terjadinya penurunan pada kinerja mata uang Inggris di tengah kurangnya data ekonomi dari Inggris, sementara data PMI Manufaktur AS menunjukkan peningkatan ke level tertinggi lima bulan sebesar 48,4 pada November, meskipun masih berada di zona kontraksi di bawah 50,0. Penguatan Dolar AS juga didorong oleh komentar Presiden terpilih Donald Trump, yang mengancam akan menerapkan tarif 100% pada negara-negara anggota BRICS jika mereka melanjutkan rencana untuk mengganti Dolar AS sebagai mata uang utama. Tekanan tambahan datang dari data kredit konsumen Inggris yang menurun pada Oktober, meskipun data persetujuan hipotek menunjukkan kenaikan tak terduga. Meski tertekan, GBPUSD sempat mendapatkan dukungan setelah data harga rumah Inggris dari Nationwide menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 3,7% di November, melampaui ekspektasi 2,4%. Namun, prospek suku bunga tetap menjadi perhatian utama pasar. Bank of England (BoE) dan Federal Reserve AS diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember mereka, seiring meredanya inflasi di kedua negara. Support terdekatnya di area 1.2590 dan resistance terdekatnya di zona 1.2680.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6460. Mata uang Dolar Australia menghadapi tekanan akibat penguatan Dolar AS ke level tertinggi tiga hari. Ancaman tarif dari Presiden terpilih AS Donald Trump terhadap negara-negara yang mendukung mata uang BRICS meningkatkan kekhawatiran akan perang dagang global, membebani sentimen pasar dan memperburuk tekanan pada Dolar Australia. Namun, komentar hawkish dari Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Michele Bullock, membantu menahan pelemahan lebih lanjut. Gubernur Bullock menegaskan bahwa inflasi inti masih terlalu tinggi untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat, yang mendukung daya tarik AUD. Di sisi data, penjualan ritel Australia naik 0,6% pada Oktober, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 0,3%, menambah sinyal ketahanan ekonomi domestik meskipun kondisi eksternal menantang. Support terdekatnya di zona 0.6430 dan resistance terdekatnya di zona 0.6490

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5860. Penguatan mata uang USD menjadi alasan tertekannya kinerja mata uang Kiwi. Tertekan oleh ancaman tarif baru dari Presiden terpilih AS Donald Trump. Disisi lain, PMI Manufaktur ISM November naik ke 48,4 dari 46,5 di bulan sebelumnya, melampaui perkiraan 47,5. Meski menunjukkan perbaikan, angka ini tetap berada di zona kontraksi, menandakan penurunan aktivitas ekonomi. Selain itu, laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis pada Jumat diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kondisi pasar tenaga kerja AS, dengan prediksi penambahan 195 ribu pekerjaan pada November. Di sisi lain, Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Adrian Orr menyebut kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada Februari 2025, menambah tekanan pada NZD. Kombinasi faktor geopolitik, data ekonomi AS yang kuat, dan ekspektasi kebijakan moneter melemahkan prospek NZDUSD dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.5830 dan resistance terdekatnya di zona 0.5900.

USDCAD – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 1.4047 terdorong oleh kinerja Dolar AS, rencana tarif Presiden AS terpilih Donald Trump dapat mendorong harga konsumen lebih tinggi dan menjadi alasan bagi Federal Reserve (The Fed) untuk berhenti menurunkan suku bunga. Di sisi Kanada, data ekonomi sebelumnya menunjukan bahwa perekonomian Kanada tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 1% pada kuartal ketiga, di bawah perkiraan Bank of Canada sebesar 1,5%, setelah tumbuh 2,2% pada kuartal sebelumnya. Support terdekatnya di zona 1.3990 dan resistance terdekatnya di zona 1.4065.

USDCHF – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 0.8867 terdorong oleh kinerja Dolar AS. Di sisi Swiss, pasar menantikan data ekonomi yang melaporkan Laporan PDB kuartal ketiga Swiss. Perekonomian Swiss diperkirakan akan berekspansi sebesar 0,4% QoQ di kuartal ketiga (Q3), dibandingkan dengan pertumbuhan 0,7% di kuartal kedua. Secara tahunan, PDB Swiss diperkirakan akan tetap stabil pada 1,8% di kuartal ketiga (Q3). Support terdekatnya di zona 0.8790 dan resistance terdekatnya di zona 0.8889.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:15 AM

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

4:30 AM

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

4:45 AM

NZD

Overseas Trade Index q/q

2.4%

1.2%

2.1%

6:50 AM

JPY

Monetary Base y/y

-0.3%

0.2%

-0.3%

7:01 AM

GBP

BRC Retail Sales Monitor y/y

-3.4%

0.7%

0.3%

7:30 AM

AUD

Current Account

-14.1B

-10.3B

-16.4B

10:35 AM

JPY

10-y Bond Auction

-

-

1.00|3.1

2:30 PM

CHF

CPI m/m

-

-0.1%

-0.1%

2:45 PM

EUR

French Gov Budget Balance

-

-

-173.8B

3:00 PM

EUR

Spanish Unemployment Change

-

29.3K

26.8K

10:00 PM

USD

JOLTS Job Openings

-

7.49M

7.44M

Tentative

USD

RCM/TIPP Economic Optimism

-

54.1

53.2

All Day

USD

Wards Total Vehicle Sales

-

16.0M

16.0M

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

1.9%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788