Home
>
News
>
Publication
>
Efek Kemenangan Trump Buat Minyak Turut Menguat
Efek Kemenangan Trump Buat Minyak Turut Menguat
Thursday, 07 November 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.07280

-0.21%

GBPUSD

1.28950

-0.31%

AUDUSD

0.65700

-0.46%

NZDUSD

0.59500

-0.50%

USDJPY

154.600

0.65%

USDCHF

0.87610

0.22%

USDCAD

1.39200

0.22%

GOLDUD

2,659.310

-0.17%

COFU

71.87

0.38%

USD/IDR

15,790

0.03%

Fokus Crude Oil:

  • Donald Trump raih 277 suara dan menangkan pemilihan sebagai Presiden terpilih AS tahun 2025.
  • Sekitar 17% produksi minyak di Teluk Meksiko AS telah ditutup untuk mengantisipasi efek Badai Rafael.

***********************************************************

Kamis, 07 November 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat didukung oleh sentimen dari kemenangan Trump dan penutupan produksi minyak di sepanjang Teluk Meksiko AS akibat Badai Rafael. Selain itu, isyarat Hizbullah untuk menolak gencatan senjata dengan Israel juga mendukung pergerakan harga lebih lanjut.

Calon Presiden dari Partai Republik, Donald Trump resmi memenangkan pemilu AS 2024 dengan meraih sebanyak 277 suara pada hari Rabu. Kemenangan Trump sekaligus memicu kekhawatiran akan pemberlakuan kembali sanksi yang lebih ketat terhadap sektor minyak Iran dan Venezuela. Hal tersebut berpotensi memberikan tekanan di sisi pasokan.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS pada hari Rabu melaporkan bahwa produksi minyak di Teluk Meksiko sebesar 304.418 barel atau sekitar 17% telah ditutup sebagai respon untuk menghadapi Badai Tropis Rafael yang telah menguat menjadi badai kategori 3. Teluk Meksiko berkontribusi terhadap sekitar 15% dari total produksi minyak dan 2% dari produksi gas alam di AS.

Sentimen positif lainnya, Kepala Hizbullah Naim Qassem pada hari Rabu menegaskan bahwa perang dengan Israel saat ini hanya akan berakhir dengan kemenangan salah satu pihak di medan perang, dan bukan melalui upaya politik. Pernyataan Qassem tersebut mengisyaratkan sikap Hizbullah untuk menolak gencatan senjata dengan Israel.

Dari sisi pasokan, badan statistik EIA pada Rabu malam merilis laporan mingguan yang menunjukkan stok minyak mentah melonjak naik sebesar 2,1 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan kenaikan stok sebesar 1,8 juta barel. Dalam laporan untuk pekan yang berakhir 1 November itu, EIA juga melaporkan kenaikan tak terduga untuk stok bensin sebesar 412 ribu barel, setelah prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 1,2 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $70 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Initial Jobless Claims

 

221K

216K

20:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1880K

1862K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788