Home
>
News
>
Publication
>
Dinamika Suku Bunga dan Geopolitik Seret Harga Emas Turun
Dinamika Suku Bunga dan Geopolitik Seret Harga Emas Turun
Friday, 16 May 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1184

0.19%

GBPUSD

1.3305

0.08%

AUDUSD

0.6404

0.08%

NZDUSD

0.5873

-0.15%

USDJPY

145.64

-0.36%

USDCHF

0.8349

-0.24%

USDCAD

1.3956

-0.05%

GOLDUD

3252.3

-0.32%

USD/IDR

16569

-0.36%

Fokus Emas:

  1. Kesepakatan sementara antara AS dan Tiongkok untuk memangkas tarif
  2. Data PPI dan penjualan ritel AS yang lemah

Jumat, 16 Mei 2025 – Harga emas turun ke level $3.252 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, di tengah mencairnya ketegangan perdagangan global dan meredanya risiko geopolitik, yang secara keseluruhan mengurangi permintaan terhadap aset safe haven.

Sentimen utama yang membebani logam mulia berasal dari kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Tiongkok untuk memangkas tarif selama 90 hari ke depan. Aksi ini tidak hanya meningkatkan risk appetite pelaku pasar, tetapi juga mendorong reli lanjutan di pasar ekuitas global, terutama indeks-indeks utama di Wall Street. Selain itu, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka ruang dialog lanjutan dengan China, serta pembicaraan perdagangan yang sedang berlangsung dengan India, Jepang, dan Korea Selatan turut memperkuat prospek perdagangan global yang lebih stabil.

Dari sisi geopolitik, ketegangan antara India dan Pakistan tetap terkontrol, dengan gencatan senjata yang bertahan di kawasan perbatasan, sementara prospek kesepakatan nuklir antara AS dan Iran dinilai positif. Namun, pasar tetap waspada terhadap stagnasi dalam negosiasi Rusia-Ukraina, yang masih berpotensi menjadi faktor pendukung harga emas jika kembali memburuk.

Di sisi makroekonomi, tekanan inflasi AS menunjukkan pelemahan lebih lanjut. Data Producer Price Index (PPI) untuk April mencatatkan penurunan terbesar dalam lima tahun, disertai dengan penjualan ritel yang stagnan, memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve memiliki ruang lebih longgar untuk melonggarkan kebijakan moneter. Peluang pemangkasan suku bunga sebesar dua kali pada paruh kedua tahun ini mulai terbentuk di pasar obligasi.

Meski demikian, komentar Ketua The Fed Jerome Powell menambah nuansa hati-hati. Ia menekankan bahwa volatilitas inflasi dapat meningkat di masa depan sebagai akibat dari disrupsi rantai pasokan yang lebih sering, yang pada gilirannya dapat menghambat kestabilan harga dan membuat arah kebijakan moneter lebih kompleks ke depan.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $3.207 hingga $3.192, sedangkan resistance terdekat terletak di $3.244 hingga $3.266. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $3.155, sementara resistance jangka menengah berada di area $3.303.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:05am

USD

FOMC Member Barr Speaks

-

-

-

7:30pm

USD

Building Permits

-

1.45M

1.48M

7:30pm

USD

Housing Starts

-

1.36M

1.32M

7:30pm

USD

Import Prices m/m

-

-0.4%

-0.1%

Tentative

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

9:00pm

USD

Prelim UoM Consumer Sentiment

-

53.1

52.2

9:00pm

USD

Prelim UoM Inflation Expectations

 

-

6.5%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788