Senin, 26 Januari 2026 – Pergerakan harga komoditas kelapa sawit, khususnya Crude Palm Oil (CPO) dan Tandan Buah Segar (TBS), menunjukkan tren yang stabil hingga meningkat di beberapa wilayah pada periode 23 Januari 2026. Kondisi ini memberi sinyal positif bagi pelaku sektor hulu dan hilir, termasuk petani, pabrik, dan eksportir sawit di Indonesia.
Harga rata-rata CPO nasional pada periode yang dibahas berada di kisaran Rp14.191 – Rp14.346 per kilogram berdasarkan penetapan harga di beberapa daerah acuan dan sumber harga resmi, untuk Harga harga inti sawit (kernel) juga tercatat kuat di angka sekitar Rp11.069 – Rp11.227 per kilogram, mendukung struktur harga TBS yang sehat, begitu juga TBS Kelapa Sawit di Provinsi Jambi meningkat di semua kelompok umur tanaman, dengan kisaran hingga lebih dari Rp3.400 per kilogram pada umur produktif, tercatat TBS di Sumatera Utara bervariasi tetapi tetap kompetitif, dengan harga tertinggi mencapai sekitar Rp2.960 per kilogram petani, dan beberapa wilayah Riau dan Sumatra Selatan juga melaporkan harga TBS stabil hingga naik ringan, menunjukkan permintaan industri tetap kuat di tengah kondisi pasar domestik dan internasional.
Secara umum mengalami kenaikan tipis dibanding periode sebelumnya, terutama di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan, mengindikasikan daya beli pabrik ke petani tetap terjaga.
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap prospek harga CPO dan TBS Indonesia dalam beberapa hari terakhir adalah:
Mengacu pada data pasar minggu ini dan proyeksi permintaan global, tren harga CPO dan TBS diperkirakan tetap stabil hingga naik ringan pada 26 Januari 2026. Para analis melihat bahwa:
Meskipun saat ini meningkatnya kebijakan pungutan ekspor (PE) CPO menuai beberapa diskusi di kalangan petani, asosiasi petani dan pemangku kepentingan tengah berdialog intens untuk mencari solusi kebijakan yang inklusif, termasuk usulan dukungan bagi petani hulu industri sawit.
Pada periode 23 Januari 2026, harga CPO dan TBS Indonesia menunjukkan tren yang positif dan stabil, dengan kecenderungan kenaikan ringan terutama di harga TBS sebagian wilayah seperti Jambi dan Sumsel. Prospek harga menuju 26 Januari 2026 diperkirakan tetap kuat, seiring permintaan global tetap terjaga dan struktur pasar domestik yang solid.
Penulis: Yohanes Ferdinan Silaen
Disclaimer On:
Tulisan ini disusun berdasarkan data pasar, laporan lapangan, dan analisis independen. Informasi disajikan untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan bisnis atau finansial yang diambil berdasarkan artikel ini. Data dan kebijakan dapat berubah sesuai dinamika pasar dan keputusan pemerintah.